
Ilustrasi Kejadian Pembacokan (Sumber: Tribun)
Semarangan – Selasa (18/6), warga sekitar wilayah Universitas Diponegoro (Undip) Tembalang digegerkan dengan aksi pembacokan yang dialami oleh seorang wanita bernama Wulan Indraswati pada sekitar pukul 05.00 dini hari.
Menurut laporan dari Pos Induk Undip, kronologi pembacokan terjadi ketika korban sedang melakukan jogging pagi dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Undip menuju Jembatan Sikatak.
Ketika tiba di depan Lembaga Politeknik Pekerjaan Umum (LPPU), korban dihampiri oleh dua orang asing yang menaiki sepeda motor sambil menodongkan senjata tajam. Pelaku diketahui masing-masing berkaus putih dan hitam, mengenakan masker yang menutupi wajah, serta menggunakan helm. Mereka memaksa korban untuk memberikan gawai miliknya.
Korban yang menolak kemudian dibacok pada bagian punggung dan pergelangan tangan. Setelah melakukan penyerangan, kedua pelaku melarikan diri menuju Jembatan Sikatak. Korban kemudian dievakuasi oleh petugas keamanan dan dilarikan ke Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) untuk mendapat pertolongan medis.
Korban tidak mengalami kerugian material, tetapi mendapat luka robek di punggung bagian kanan dan pergelangan tangan kanan. Kejadian ini pun telah dilaporkan ke Kepolisian Sektor (Polsek) Tembalang untuk segera ditindaklanjuti.
Tidak lama berselang, kasus pembacokan tersebut langsung mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk para pengguna media sosial. Postingan akun X @undipmfs pun dipenuhi dengan komentar mengenai kasus tersebut.
Tanggapan-tanggapan yang muncul berupa kecemasan oleh pejalan kaki dan kebencian terhadap pelaku pembacokan.
“Ya Allah serem bgt (banget, red) pdh (padahal, red) lokasinya di (jembatan, red) sikatak… yg (yang, red) mana ini deket bgt sama kampus!????” tulis akun X @goddessamonra.
Beberapa mahasiswa Undip juga memberikan tanggapannya terhadap penyerangan tersebut. Indah Nawang Wulan mahasiswi Program Studi (Prodi) Sastra Indonesia 2023, mengaku tidak menyangka dapat terjadi pembacokan di waktu yang menurutnya telah ramai oleh aktivitas masyarakat.
“Seram dan mengkhawatirkan banget. Kejadiannya jam 5 pagi seharusnya udah ada orang yang lewat di sekitar situ, posisinya juga di ruang terbuka seharusnya ada yang lihat,” ungkap Indah.
Dari prodi yang sama, Laili Safirotul Badriyah turut menyayangkan keamanan lingkungan kampus yang dirasa perlu ditingkatkan. Ia merasa perlu dilakukan patroli pada waktu-waktu tertentu.
“Ternyata, lingkungan kampus pun tidak menjamin keamanannya. Untuk daerah yang ramai pendatang, seharusnya jam 5 pagi sudah banyak orang yang berlalu-lalang. Terlebih, seharusnya ada petugas yang berpatroli,” jelas Laili.
Belakangan, kasus pembacokan oleh pelaku berkendara sepeda motor telah meresahkan warga Tembalang dan sekitarnya. Sebelumnya, warga sekitar juga pernah dihebohkan dengan berita pembacokan di Kelurahan Meteseh yang mengakibatkan beberapa remaja mengalami luka-luka pada akhir Mei lalu.
Imbas dari kejadian tersebut, pihak keamanan Undip memperingatkan seluruh civitas academica untuk selalu berhati-hati dengan kasus kriminalitas yang sedang marak terjadi di sekitar Undip.
Reporter: Hildha Muhammad Tahir
Penulis: Hildha Muhammad Tahir
Editor: Ayu Nisa’Usholihah

