Suarakan Palestina, Aliansi Mahasiswa Undip Gelar Aksi Damai: Undip Students for Justice in Palestine

Pernyataan Sikap Aksi Damai Undip Students for Justice in Palestine pada Selasa (21/5) di Jogging Track Undip (Sumber: Manunggal)

 

Warta Utama – Aliansi mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) menggelar aksi damai bertajuk “Students for Justice in Palestine” sebagai bentuk dukungan untuk menyerukan keadilan terhadap rakyat Palestina yang terus berjuang melawan genosida. 

Aksi tersebut berlangsung pada Selasa (21/5)  atas inisiasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Indah Persaudaraan Islam (Insani) Undip. Setelah melakukan beberapa konsolidasi, aksi damai ini digelar dengan tujuan untuk mengedukasi masyarakat sekitar khususnya mahasiswa Undip untuk lebih peka terhadap isu yang terjadi di Palestina saat ini.  

Aksi damai ini dimulai dengan long march dari Student Centre menuju Widya Puraya, dan berakhir di Jogging Track Undip. Ratusan mahasiswa bergabung dalam barisan untuk menyerukan solidaritas bagi Palestina dengan membawa atribut dan poster yang menyuarakan kebebasan dan kemerdekaan Palestina.

Selama perjalanan menuju titik akhir, para mahasiswa yang turun ke jalan tampak antusias dengan bersorak “free Palestine, free Palestine!” yang dikomandoi oleh orator aksi.

Setibanya di Jogging Track Undip, aliansi mahasiswa berkumpul untuk menyampaikan pernyataan sikap. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa segenap civitas academica Undip menjunjung tinggi rasa kemanusiaan dan solidaritas global dengan beberapa poin penting:

  1. Menyampaikan simpati, pembelaan, dan duka mendalam terhadap korban genosida di Palestina serta mendukung perjuangan bangsa Palestina untuk memperoleh hak-hak kemanusiaan dan kemerdekaannya.
  2. Mengutuk perbuatan Israel yang terus melakukan penjajahan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap bangsa Palestina.
  3. Mendukung seruan gencatan senjata.
  4. Mendorong hak kebebasan berpendapat mahasiswa di sejumlah kampus di Amerika Serikat dalam menyuarakan permasalahan kemanusiaan di Palestina.
  5. Mengutuk dukungan terhadap Israel dan menyerukan penghentian bantuan logistik.
  6. Mendukung sikap resmi pemerintah Republik Indonesia yang menolak mengakui kedaulatan serta membuka hubungan diplomatik dengan Israel.
  7. Mendorong seluruh komponen masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan dalam upaya mendukung rakyat Palestina.
  8. Mengutuk dan mengadili petinggi Israel dan pihak yang mendukung Israel atas kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan yang mereka lakukan.
  9. Mendorong pemerintah Indonesia untuk menjalin diplomasi kuat dengan negara lain untuk mewujudkan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.
  10. Memohon untuk membuka dan mempermudah akses bantuan ke Palestina, meningkatkan penolakan terhadap Israel, dan mendorong pemasyarakatan boikot produk yang terafiliasi dengan Israel oleh masyarakat dunia.

 

Setelah pernyataan sikap dibacakan, acara  dilanjutkan dengan penampilan aksi kreatif sebagai simbolik. Aksi kreatif ini dilakukan dengan mendirikan dua pasang tenda yang melambangkan tempat pengungsian warga Palestina yang rumahnya hancur akibat serangan bombardir dari para Zionis. Tenda-tenda ini dihiasi dengan boneka-boneka yang menggambarkan anak-anak yang tewas akibat kekerasan Israel terhadap warga Palestina.

Selain itu, panitia juga tampak membagikan semangka kepada sejumlah mahasiswa yang turut meramaikan aksi. Pembagian semangka tersebut menjadi simbol dukungan terhadap Palestina. 

Aksi kreatif simbolik ini menjadi momentum untuk menyadarkan masyarakat terkait serangan Israel di Rafah, Jalur Gaza Selatan yang semakin gencar. Penyerangan tersebut  berdampak  signifikan bagi warga Palestina di Gaza, bahkan menyebabkan ratusan orang tewas serta krisis makanan, air bersih, dan obat-obatan. 

Melihat kondisi yang terjadi di Gaza, Zennyra Cahya Imania, mahasiswa Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional 2020, mengungkapkan bahwa sebagai mahasiswa yang tidak memiliki kapasitas besar untuk membantu Palestina, kita bisa berkontribusi dengan terus menyuarakan dukungan untuk Palestina.

“Bahkan aku punya temen dari Palestina dan aku pernah nanya, ‘kamu mau apa dari kita?’ Apakah emang perlu berbagai bantuan, tapi itu kan di luar kapabilitas kita. Mereka cuma berpesan, ‘cukup bicarakan tentang kita saja, jangan pernah mati.’ Jangan seolah-olah lenyap begitu saja masalah ini,” ujar Zennyra. 

Zennyra juga berpesan kepada seluruh mahasiswa yang belum terlibat dalam aksi damai ini untuk lebih peduli terhadap isu kemanusiaan yang terjadi di Palestina. 

“Mau nunggu sampai kapan untuk aware terhadap isu kemanusiaan ini? Apakah harus menunggu Indonesia yang terjadi seperti itu?” imbuh Zennyra. 

Selain itu, dalam rangkaian agenda aksi kreatif, sejumlah mahasiswa yang hadir turut memberikan orasi terkait situasi terkini di Palestina. Mereka menggemakan penderitaan yang dialami rakyat Palestina dan menyerukan aksi nyata untuk menghentikan kekerasan. Salah satu orasi disampaikan oleh ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip 2024, Farid Darmawan. 

Sebagai puncak acara, dilakukan penyalaan lilin dan doa bersama sebagai bentuk solidaritas dan harapan untuk perdamaian di Palestina. Para peserta aksi berharap bahwa tindakan mereka dapat memberikan dampak positif dan meningkatkan kesadaran masyarakat internasional terhadap isu kemanusiaan yang terjadi di Palestina.

Salah satu panitia koordinator lapangan, Pasi (nama inisial) mengungkapkan harapannya setelah diadakan Aksi Damai: Undip Students for Justice in Palestine ini. 

“Harapannya, minimal mahasiswa di Undip ini teredukasi bahwa apa yang terjadi di Palestina itu bukan soal agama lagi, tapi tentang kemanusiaan,” terang Pasi. 

Meskipun aksi damai kali ini telah berakhir, Pasi mengatakan bahwa akan direncanakan acara pasca-aksi. “Insyaallah nanti akan ada acara pasca-aksi sekitar tanggal 2 Juni, diskusi seputar Palestina,” jelas Pasi. 

 

Reporter: M. Irham Maolana, Naftaly Mitchell

Penulis: M. Irham Maolana

Editor: Ayu Nisa’Usholihah

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top