
Citizen Journalism – Sejumlah Ketua Kelompok Tani Desa Mereng, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang mengikuti kegiatan sosialisasi dan pelatihan bertajuk “Pembuatan Ecoenzym Pupuk Organik Cair (POC) Berbahan Dasar Limbah Cangkang Telur”, Selasa (30/1).
Kegiatan ini diinisiasi oleh salah satu mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim I Universitas Diponegoro (Undip), Diana Putri Maulida.
Mahasiswa semester 8 Program Studi (Prodi) Fisika tersebut mengaku Desa Mereng merupakan daerah yang kaya akan hasil bumi berupa produk pertanian serta perkebunan, salah satunya perkebunan durian.
Namun, dalam perawatannya, para petani sangat bergantung dengan pupuk anorganik yang justru berbahaya untuk kualitas tanah jangka panjang.
“Pupuk anorganik atau pupuk kimia memang bagus untuk pertumbuhan tanaman jangka pendek. Menumbuhkan (buahnya, red) relatif cepat dan cara pemupukannya mudah. Namun, untuk durasi yang lama, justru bisa mengurangi kesuburan tanah, harganya pun mahal,” ungkapnya.
Diana menambahkan, POC cangkang telur adalah cairan ecoenzym atau cairan serbaguna hasil fermentasi limbah organik, gula merah, dan air. Lama proses fermentasi yang dibutuhkan yaitu sekitar satu pekan dengan pengawasan yang ketat setiap harinya.
Bahan-bahan untuk membuatnya pun cukup simpel dan mudah didapat. Hanya perlu menyiapkan cangkang telur yang sudah dihaluskan, gula merah, gula putih, air, Effective Microorganism 4 (EM4), dan beberapa botol plastik bekas.
“Tujuannya selain mengurangi konsumsi pupuk anorganik juga mereduksi jumlah limbah rumah tangga. Karena sebenarnya, cangkang telur yang secara kasat mata kayak nggak ada manfaatnya, ternyata kandungan kalsium karbonatnya tinggi jadi cocok buat tanah,” imbuhnya.
Berikut langkah-langkah pembuatannya:
- Larutkan 500 gram gula merah, 500 gram gula putih, dan 1 liter air dengan cara dipanaskan. Larutan ini dinamakan molase.
- Cuci bersih dan haluskan cangkang telur menggunakan blender.
- Siapkan wadah kosong untuk pembuatan adonan pupuk.
- Masukkan 5 sendok makan serbuk cangkang telur.
- Masukkan molase sebanyak 4 tutup botol air mineral.
- Masukkan EM4 sebanyak 2 tutup botol kemasannya.
- Tuangkan 1 liter air bersih.
- Aduk sampai rata.
- Pindahkan adonan cair ke dalam botol plastik bekas.
- Tutup botol dengan rapat.
- Pupuk organik cair siap digunakan setelah 7 hari.
Catatan: Perlu dilakukan pemantauan setiap hari. Apabila cairan berbuih maka tutup botol harus dibuka, kemudian ditutup rapat kembali. Setelah pupuk jadi, pindahkan ke wadah semprot agar lebih mudah dalam mengaplikasikannya.
Pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) oleh mahasiswa Tim I KKN Undip, Diana Putri Maulida, Selasa (30/1) (Sumber: Dok. Pribadi)
Selaras dengan Diana, salah satu Ketua Kelompok Tani Desa Mereng, Abdul Kholik, menyebut bahwa pembuatan POC cangkang telur sangat mudah. Ia berencana untuk membuat 1 jeriken atau 16 liter POC sebagai persediaan.
Abdul Kholik mengatakan akan mengaplikasikannya pada daun pohon durian sebagai proses uji coba. Apabila cocok, ia akan menyemprotkan pada seluruh bagian pohon durian.
“Terima kasih pada mahasiswa KKN Undip atas ilmunya. Saya rasa modal perawatan pohon durian akan semakin murah karena nggak lagi pakai pupuk kimia yang relatif lebih mahal,” tutupnya.
Penulis: Diana Putri Maulida (Mahasiswa Fakultas Sains dan Matematika)
Editor: Hesti Dwi Arini, Ayu Nisa’Usholihah



