Senja di Widya Puraya 4, ASU Angkat Isu Sosial dan Politik Masyarakat

Warta Utama – Aliansi Suara Undip (ASU) pada Rabu (1/12) kembali menggelar aksi bertajuk Senja di Widya Puraya (SDWP) 4. Aksi ini dilaksanakan dengan melakukan long march dari Stadion Undip, memutari lampu merah Masjid Kampus Undip, dan berhenti di bundaran Undip dengan membagikan nasi kotak kepada masyarakat Tembalang. Aksi yang diikuti oleh sekitar 50 mahasiswa Undip dengan mengenakan jas almamater ini lagi-lagi tidak diizinkan untuk memasuki Widya Puraya.

“Padahal kita paling melewati rektorat untuk menyampaikan aspirasi lalu kembali ke titik aksi,” ujar M. Khadafi Rhamdani, koordinator lapangan aksi SDWP.

Sama seperti aksi-aksi sebelumnya, aksi ini merupakan bentuk evaluasi mahasiswa terhadap Undip selama satu tahun mengenai kebijakan dan kesejahteraan mahasiswa. Evaluasi ini dituangkan dalam Policy Brief yang nantinya akan diserahkan kepada pihak kampus. “Kita memberikan saran kepada Undip untuk dapat mengevaluasi dan memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut,” terangnya.

Poin tuntutan atau rekomendasi yang dibawakan ialah:
1. Meminta rektorat memperbaiki sistem web Kuliah Online.
2. Memudahkan, membuka, dan bahkan memberikan tutorial melalui youtube terkait cara akses jurnal-jurnal internasional yang terdapat di SSO.
3. Meminta pejabat yang berwenang dan Tim Pokja untuk bersikap adil terhadap penentuan UKT
4. Meminta pejabat yang berwenang dan Tim Pokja untuk memberikan keterbukaan informasi mengenai penilaian penentuan UKT
5. Meminta rektorat agar dapat segera melakukan transparansi dan akuntabilitas publik tentang alokasi dana dari UKT dan SPI.

Selain berfokus pada bidang politik, aksi kali ini juga mengangkat isu sosial dengan menggalang dana yang 50% dari dana tersebut digunakan untuk bekerja sama dengan OTI Fried Chicken lalu membagikan kepada masyarakat Tembalang, sedangkan 50% lainnya digunakan untuk membantu banjir di Kalimantan Barat. Meski begitu, Dafi mengaku adanya perubahan konsep disebabkan permasalahan perizinan oleh Polsek Tembalang.

“Rencananya berbagi di seluruh Tembalang, lewat Banjarsari – Tirtoagung – KFC tetapi tidak diizinkan. Padahal kita memberitahu bukan minta izin dan saya menyayangkan hal tersebut,” imbuhnya.

Sampai tulisan ini diterbitkan, pihak satpam Undip menolak untuk dimintai keterangan mengenai alasan larangan untuk menuju Widya Puraya. Polsek Tembalang juga menolak memberi keterangan mengapa long march ke daerah Banjarsari – Tirto Agung tidak diizinkan.

Reporter: Siti Latifatu, Aslamatur Rizqiyah
Penulis: Aslamatur Rizqiyah
Editor: Fidya Azahro

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top