Sabun Kertas Antiseptik Lidah Buaya dan Bungan Lawang (ALOVELA), Solusi Praktis Cuci Tangan di Saat Pandemi

Produk sabun kertas antiseptik, hasil penelitian mahasiswa Undip yang telah dijual secara online maupun offline. (Sumber: Dok. Pribadi)

Citizen Journalism – Pada masa pandemi seperti ini, kita harus memperhatikan kebersihan diri agar terhindar dari virus. Menurut World Health Organization (2020), menjaga kebersihan tangan dan pernapasan sangat penting untuk melindungi orang lain dan diri sendiri dari paparan Covid-19. Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir lebih efektif dibandingkan mencuci tangan menggunakan hand sanitizer. Akan tetapi, tidak semua area atau tempat menyediakan sarana untuk cuci tangan sehingga masyarakat cenderung memilih menggunakan hand sanitizer. Namun demikian, hand sanitizer masih memiliki keterbatasan dan kekurangan.

Kebanyakan hand sanitizer dapat membunuh kuman atau patogen karena mengandung alkohol pada konsentrasi ± 60-80% dan fenol. Penggunaan hand sanitizer secara terus menerus dapat mengiritasi dan menimbulkan rasa terbakar pada kulit. Oleh karena itu, perlu ada inovasi untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Dalam hal ini, mahasiswa dari S-1 Keperawatan, S-1 Kimia, dan S-1 Biologi menciptakan produk berupa sabun kertas “ALOVELA” dengan bahan alami lidah buaya (Aloe vera) dan bunga lawang (Illiucium verum) sebagai pengganti hand sanitizer. Produk ini mampu menjadi solusi praktis dan efektif saat dibawa bepergian karena tidak tumpah serta tidak boros dalam pemakaiannya.

Mahasiswa tersebut adalah Febiyanti Azis, Dila Yuni Lestari, Ayu Diah Safitri, Khafiyah Balqis, dan Amalia Putri di bawah bimbingan Ns. Niken Safitri Dyan Kusumaningrum. Produk ini mendapat bantuan pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Ditjen Dikti-Ristek) pada kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) lima Bidang tahun 2021.

Tim tersebut telah melakukan studi literatur tentang manfaat dari kandungan aktif yang terdapat dalam lidah buaya dan bunga lawing, salah satunya adalah kandungan flavonoid yang mempunyai sifat antiseptik. “Selain itu, kandungan saponin yang berada pada kedua bahan tersebut efektif membersihkan kotoran, melembutkan, melembapkan, dan menghaluskan kulit,” ujar Febiyanti Azis, Ketua Tim PKM.

Produk “ALOVELA” telah melakukan uji antibakteri di Laboratorium Terpadu Undip dan terbukti memiliki sifat antibakteri. Oleh karena itu, ALOVELA telah dilakukan produksi dan pemasaran secara massal. Pemasaran dilakukan secara luring di Tembalang dan daring melalui Shopee, Tokopedia, WhatsApp Bussiness, dan Instagram. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp10.000,00. Ikuti kami di sosial media:

Segmen pasar “ALOVELA” adalah usia produktif (15-64 th). Usia tersebut sering melakukan aktivitas di luar rumah yang berisiko tinggi tertular Covid-19.

“ALOVELA” memiliki keunggulan daripada produk sabun kertas yang beredar di pasaran, antara lain harganya yang ekonomis dan berbahan dasar alami. Produk ini juga mempunyai kemasan yang menarik serta manfaatnya yang dapat melembutkan tangan.

Penulis: Febiyanti Azis, mahasiswa Keperawatan 2019

Editor: Aslamatur Rizqiyah, Dyah Satiti

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top