
(Sumber: Dok. Pribadi)
Peristiwa – Bryant Andhika Prayoga, mahasiswa Program Studi (Prodi) Kimia Kelas International Undergraduate Program (IUP) Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (Undip), mencetak prestasi gemilang dengan meraih juara 3 dalam ajang Mahasiswa Berprestasi Utama Nasional kategori Sarjana.
Prestasi ini diumumkan dalam final Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Nasional yang berlangsung pada 24-27 Juli 2024 di Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Gorontalo.
Pada Rabu, (24/7) rombongan mahasiswa Undip tiba di Gorontalo. Mereka disambut hangat oleh panitia dari UNG selaku tuan rumah. Setelah tiba di bandara, terdapat sesi foto bersama untuk mengawali rangkaian acara.
Selanjutnya, rombongan menuju Gedung Damhil di UNG untuk melakukan registrasi dan menerima hamper yang berisi tumbler, buku catatan, dan perlengkapan lainnya. Proses registrasi berlangsung selama 1-2 jam, di mana para peserta juga berfoto di tempat yang disediakan.
Setelah registrasi, para peserta menuju ke hotel. Sore harinya, peserta mengikuti technical meeting dan pengambilan nomor urut di Gedung Damhil. Pada sesi ini, peserta menerima arahan dari juri mengenai teknis pelaksanaan kompetisi. Bryant mendapatkan nomor urut 4 untuk kompetisi keesokan harinya.
Para peserta menghadapi tiga jenis tes pada Kamis, (25/7) yaitu Gagasan Kreatif (GK), Focus Group Discussion (FGD) berbahasa Inggris, dan wawancara untuk capaian unggulan. Tes ini dirancang untuk menguji berbagai kemampuan yang dimiliki oleh peserta.
Jumat, (26/7) diisi dengan Leaderless Group Discussion (LGD) di pagi hari. Sesi ini bertujuan untuk menilai kemampuan kepemimpinan dan kerja sama tim tanpa adanya seorang pemimpin yang ditunjuk. Pada siang harinya, peserta berlatih untuk persembahan yang akan ditampilkan pada malam pengumuman.
Keesokannya, Sabtu (27/7) peserta diajak berwisata. Mereka mengunjungi beberapa tempat menarik di Gorontalo, seperti wisata Hiu Paus, melakukan snorkeling, menikmati keindahan alam bawah laut Gorontalo, dan mencari cinderamata khas Gorontalo. Pada malam harinya, acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang dan closing ceremony yang diiringi gala dinner.
Bryant memulai perjalanannya dalam Pilmapres sejak semester III. Ia mengaku terinspirasi oleh prestasi seniornya, Ilham Muhammad yang meraih juara 1 Pilmapres Nasional 2022. Semangatnya semakin menggebu setelah mendengar kabar bahwa senior lainnya, Syahidah Asma Amanina berhasil meraih juara 2 pada tahun 2023.
Berawal dari seleksi di tingkat fakultas, Bryant meraih juara 1 dalam Pilmapres Pemetaan FSM pada tahun 2023 dan Pilmapres Utama FSM pada tahun 2024.
Seleksi di tingkat fakultas meliputi tes gagasan kreatif, deskripsi diri dalam bahasa Inggris, dan wawancara capaian unggulan. Persiapan matang dilakukan oleh Bryant, dimulai dari penyusunan gagasan kreatif yang diawali sejak Desember 2023. Gagasan inovatif yang diajukan Bryant adalah biofilter alami untuk mengatasi pencemaran logam berat di tambak udang di Semarang.
Setelah berhasil di tingkat fakultas, Bryant menghadapi seleksi di tingkat universitas dan regional. Di tingkat Undip, ia berkompetisi dengan mahasiswa berprestasi dari berbagai fakultas dalam tes gagasan kreatif, wawancara capaian unggulan, presentasi berbahasa Inggris, Forum Group Discussion (FGD) dalam bahasa Inggris, dan tunjuk bakat. Alhasil, Bryant berhasil menjadi juara 1 di tingkat Undip dan berhak mewakili Undip dalam seleksi Pilmapres regional se-Jawa Tengah.
Dalam seleksi regional yang diikuti oleh sekitar 40 universitas negeri dan swasta, Bryant berhasil masuk dalam top 4 dan melanjutkan ke seleksi awal nasional. Tahap seleksi awal nasional dilakukan secara online melalui pemberkasan. Bryant pun berhasil melaju ke final nasional.
Bryant menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para dosen yang telah membimbingnya selama proses Pilmapres. Para dosen tidak hanya memberikan bimbingan akademik, tetapi juga motivasi moral yang sangat berarti. Menurut Bryant, bimbingan yang diberikan oleh para dosen sangat membantunya dalam mengembangkan ide, keterampilan kepemimpinan, dan kepercayaan diri.
Selama mengikuti Pilmapres, Bryant memperoleh banyak pelajaran berharga. Ia meningkatkan keterampilan komunikasi, manajemen waktu, dan kepemimpinan. Selain itu, pengalaman ini juga memperkuat kemampuan akademik dan penelitiannya, serta memperluas jaringan profesionalnya.
Bryant juga berbagi motivasi dan pandangan hidupnya yang inspiratif, “Bagi saya, kesuksesan itu yang menentukan diri kita sendiri. Saya adalah seorang anak yang dibesarkan dari keluarga non-sarjana, tetapi orang tua saya berhasil mendidik dan membentuk kesiapan anaknya untuk mempunyai kualitas pendidikan yang sangat baik.”
Bryant memilih untuk berhenti menyalahkan keadaan atau situasi. Ia tidak pernah menyalahkan kedua orang tuanya atau merasa iri kepada teman-teman yang mempunyai background pendidikan orang tua yang tinggi dengan segala privilesenya.
Ia percaya bahwa nasib seorang anak benar-benar tidak bergantung pada nasib kedua orang tuanya, melainkan ditentukan oleh anak itu sendiri dan bagaimana mereka bertanggung jawab dengan pendidikannya.
Bryant juga menekankan pentingnya menghindari hal-hal yang merugikan diri sendiri, seperti merokok, pacaran, menunda-nunda tugas, tidak serius dalam berkuliah, kebanyakan begadang, dan sebagainya. Ia mengantisipasi hal-hal tersebut sejak sebelum masuk Undip dan bertekad untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan berkuliah, demi menghargai perjuangan orang tuanya yang telah membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) setiap semester.
Dalam perkuliahan, Bryant menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut untuk maksimal di akademik, tetapi juga mengasah kemampuan soft skills, seperti leadership, public speaking, advokasi, lobbying, berpikir kritis, serta membangun jaringan yang luas. Ia percaya bahwa kolaborasi dalam masyarakat adalah kunci keberhasilan.
Bryant memiliki daftar prestasi yang mengesankan, termasuk penerima Hibah Riset Internasional di The Australian National University, peraih pendanaan Sponsorship dan Beasiswa untuk Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan International Research senilai 25.124,94 USD, penghargaan tanda jasa atas penemuan kadar optimum senyawa antioksidan pada kulit kakao BR25 di Universiti Malaysia Sabah, serta pembicara di berbagai forum nasional maupun internasional.
Dengan pencapaian ini, Bryant Andhika Prayoga telah mengharumkan nama Undip dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya.
“Aku hanya akan satu kali lewat jalan ini. Oleh karenanya, setiap kebaikan yang bisa kulakukan atau keramahan yang bisa kutunjukkan kepada setiap orang, biarkan aku melakukannya sekarang, karena aku tidak akan lewat lagi di sini,” tutup Bryant dengan sebuah kutipan inspirasional.
Penulis: Nuzulul Magfiroh
Editor: Ayu Nisa’Usholihah



