
Pernyataan Sikap Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Universitas Diponegoro, Sabtu (3/2). (Sumber: Unggahan Akun Instagram @bemundip)
Warta Utama – Jumat (2/2), sebuah rekaman demonstrasi mahasiswa yang mewakili aliansi mahasiswa seluruh Jawa Tengah (Jateng) tersebar melalui akun Instagram salah satu anggota Partai Gerindra.
Dalam video tersebut, tergambar aksi protes mahasiswa yang memakai seragam almamater dari berbagai perguruan tinggi di Kota Semarang, salah satunya Universitas Diponegoro (Undip). Mahasiswa terlihat melaksanakan aksi demonstrasi di depan gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Tengah. Sementara itu, sejumlah perwakilan mahasiswa lainnya melakukan pertemuan guna menyampaikan tuntutan aksi kepada pimpinan DPD Partai Gerindra.
Video tersebut juga menggambarkan dengan jelas bahwa terdapat seorang demonstran yang mengenakan seragam almamater Undip berdiri di atas kendaraan komando berperan sebagai koordinator lapangan.
Berdasarkan penyebaran video tersebut, sebenarnya terdapat ketidakwajaran dalam aksi protes yang dilakukan oleh mahasiswa atas nama aliansi mahasiswa se-Jawa Tengah. Oleh karena itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip dalam hal ini menyampaikan pernyataan sikapnya melalui akun Instagram @bemundip.
Aufa Atha Ariq, Ketua Bidang Sosial dan Politik BEM Undip 2024, dengan tegas menyatakan bahwa BEM di lingkungan Undip tidak ikut terlibat dalam kegiatan demonstrasi tersebut.
Menurutnya, aksi protes yang dilakukan oleh sejumlah individu yang mengenakan seragam almamater dari berbagai kampus tersebut mencurigakan dan bukan bagian dari gerakan mahasiswa yang bersifat organik. Selain itu, BEM Undip sepenuhnya tidak terlibat dalam demonstrasi yang berkaitan dengan kepentingan politik praktis.
“BEM se-Undip sama sekali tidak mendapatkan informasi konsolidasi, poin tuntutan, dan pelaksanaan waktu aksi tersebut. Kami BEM se-Undip memiliki kecurigaan bahwa oknum beralmamater tersebut bukan merupakan mahasiswa aktif Undip,” ujar Ariq, Minggu (4/2).
Keadaan ini menimbulkan keresahan karena mahasiswa yang terlibat dalam demonstrasi tersebut secara tidak langsung mencoreng nama baik Undip. Seharusnya, tindakan konsolidasi terbuka yang melibatkan mahasiswa Undip secara menyeluruh menjadi langkah awal yang perlu diambil.
Tindakan semacam itu memiliki kepentingan yang signifikan karena konsolidasi memberikan forum terbuka bagi mahasiswa untuk menyampaikan pandangan mereka mengenai tuntutan dan kelangsungan aksi demonstrasi yang akan dilaksanakan.
“Semua aksi di Undip tuh biasanya disuarakan dulu di akun @aliansisuaraundip, ada grupnya juga. Kadang dikasih jarkoman kajiannya dulu, ada konsolidasi menjelang hari-H. Lah, ini? Mana tidak ada apa-apa, di grup-grup aktivis mahasiswa sepi senyap tidak ada koordinasi. Fix bayaran,” ujar pengguna akun X @wahdeadline.
Selanjutnya, diketahui bahwa oknum yang menjadi koordinator dalam aksi tersebut bukanlah mahasiswa Undip.
Menanggapi hal tersebut, Ariq mengatakan bahwa pihaknya sedang berupaya mencari oknum tersebut.
“Kami sedang berusaha mencari oknum beralmet Undip tersebut untuk selanjutnya berdiskusi terkait apa yang dilakukan kemarin. Nantinya, jika sudah ketemu mungkin dia bisa meminta maaf dan memberikan klarifikasi di muka publik,” terangnya.
Reporter: Laili Ulfa Nuraini
Penulis: Laili Ulfa Nuraini
Editor: Ayu Nisa’Usholihah, Hesti Dwi Arini