Kontingen Undip dalam Pelaksanaan PIMNAS ke-36 di Universitas Padjadjaran, Kamis (30/11). (Sumber: Dok.Pribadi)
Warta Utama – Universitas Diponegoro (Undip) berhasil meraih prestasi gemilang di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-36 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Universitas Padjajaran pada tanggal 26 November – 1 Desember 2023.
Undip berhasil menempatkan diri di peringkat ke-6 dari 106 perguruan tinggi di Indonesia dengan meraih 5 medali serta 1 mahasiswa bertalenta. Peringkat ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya, dimana Undip berada pada peringkat ke-11.
PIMNAS ke-36 mengusung tema “Pengembangan Kreativitas dan Inovasi Mahasiswa berbasis Transformasi Digital menuju Indonesia Emas 2045”.
PIMNAS kali ini menjadi ajang untuk mempresentasikan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang terdiri dari tujuh bidang, yaitu PKM Riset Eksakta (RE), PKM Riset Sosial Humaniora (RSH), PKM Kewirausahaan (K), PKM Pengabdian Masyarakat (PM), PKM Penerapan IPTEK (PI), PKM Karsa Cipta (KC), dan PKM Karya Inovatif (KI).
Berikut daftar peraih medali yang berhasil disabet oleh kontingen PKM Undip dalam PIMNAS ke-36 :
- Emas Presentasi (PKM PM-1) dengan judul “Pemanfaatan Alat Musik Kalimba dalam Upaya Meningkatkan Optimisme dan Harapan Hidup pada Lansia di RPSLU Wening Wardoyo” oleh tim yang diketuai Yuki Kristina Lase.
- Emas Presentasi (PKM K-3) dengan judul “Colfish : Tablet Kolagen dari Limbah Tulang Tongkol (Euthynnus Affinis) dan Sisik Mujair (Oreochromis Mossambicus) sebagai Suplemen Kesehatan Kulit” oleh tim yang diketuai Febri Hariadi.
- Perak Presentasi (PKM RE-5) dengan judul “Inovasi Membran Ultrafiltrasi PVDF/DMAc Termodifikasi Covalent Organic Framework dan Nanopartikel Ag/Cu dalam Aplikasi Pengolahan Limbah Cair Industri Farmasi” oleh tim yang diketuai Michael Gotawa Sitorus.
- Perunggu Poster (PKM RE-5) dengan judul “Inovasi Membran Ultrafiltrasi PVDF/DMAc Termodifikasi Covalent Organic Framework dan Nanopartikel Ag/Cu dalam Aplikasi Pengolahan Limbah Cair Industri Farmasi” oleh tim yang diketuai Michael Gotawa Sitorus.
- Perunggu Poster (PKM KC-1) dengan judul “Inovasi Tungku Pembakaran Sampah Net Zero Emission Mandiri Energi Penghasil Listrik dan Material Konstruksi Terintegrasi Sensor MQ135 beserta Busur Listrik” oleh tim yang diketuai Galih Aprian Triansyah.
- Mahasiswa Bertalenta (PKM VGK-1) dengan judul “Smart Power BUMDes Sebagai Sistem Integrasi Pengelolaan Bioenergi Melalui Collaborative Local Business Guna Mewujudkan Desa Berenergi Bersih dan Terbarukan” oleh tim yang diketuai oleh Dian Komalasari.
Prestasi gemilang yang berhasil diraih oleh kontingen PKM Undip ini tidak serta merta mereka peroleh, melainkan melewati sebuah proses yang tidak mudah dan singkat.
Febri Hariadi selaku ketua tim Colfish yang berhasil menyabet emas pada presentasi PKM K-3 berbagi pengalamannya. Ia menuturkan hal ini berawal dari brainstorming tim dimana mereka tertarik dan melihat adanya peluang pada industri kecantikan yang saat ini sedang menjadi tren.
“Sebuah inovasi tentu hadir dari sebuah permasalahan, dimana kita melihat 61,30% wanita Indonesia mengalami permasalahan kulit kusam, diperkuat terjadinya penurunan produksi kolagen setiap 1% tiap tahunnya dan berhenti pada usia 40 tahun. Disisi lain kami juga melihat peluang alternatif kolagen dari ikan, tepatnya pada tulang ikan tongkol dan sisik Mujair dimana tingginya limbah yang dihasilkan,” ungkap Febri Hariadi ketika diwawancarai oleh awak Manunggal pada Jum’at (01/12).
Setelah mendapatkan topik yang akan mereka angkat dalam penyusunan proposal PKM, tim mereka dinyatakan lolos seleksi internal dan pendanaan. Selama kurang lebih lima bulan dimulai kegiatan formulasi laboratorium, persiapan produksi Colfish hingga penjualan produk. Dalam rentang waktu tersebut mereka melakukan PKP2 atau presentasi progress PKM sebagai langkah dan penentuan menuju PIMNAS 2023.
“Tentu selama proses itu, tim kita juga mengalami tantangan dimana anggota tim yang berasal dari berbagai jurusan. Selain itu, timeline PKM yang sangat lama, yaitu hampir satu tahun kita menyusun proposal hingga menjadi juara PIMNAS, juga menjadi tantangan dalam menjaga konsistensi ditengah-tengah kesibukan perkuliahan,” tambah Febri Hariadi.
Galih Aprian Triansyah, selaku ketua tim yang berhasil menyabet medali perunggu dalam kategori poster PKM KC-1 juga turut memberikan pengalamannya selama mengikuti PIMNAS ke-36.
“Pengalaman seru dan menantang ketika hari presentasi pertama. Aku bahkan hampir tidak tidur sama sekali lantaran harus menyiapkan presentasi. Perjalanan dari hotel ke Unpad yang jauh mengharuskan kami berangkat jam 04.30 WIB untuk memasang alat kami yang besar. Saat mempersiapkan latihan presentasi, aku juga sampai terkena radang akibat latihan yang terlalu keras. Namun, untungnya Undip memberikan penanganan yang baik sehingga aku dan tim bisa melakukan presentasi dengan lancar.”
Keberhasilan mahasiswa dalam meraih medali di PIMNAS ke-36 tidak terlepas juga dari peran Undip yang memberikan dukungan secara penuh, baik moril maupun materiil. Hal ini dibuktikan dengan difasilitasinya kegiatan Monev, pemberian dana bantuan PKM, pembinaan di Hotel Grand Wahid Salatiga. Undip juga memfasilitasi berupa tempat tinggal, logistik, uang saku, dan suplemen.
PIMNAS ke-36 tentu menghadirkan sebuah pengalaman yang mengesankan bagi seluruh tim mahasiswa yang berhasil lolos.
“Kesan pesannya, seru, menarik, menantang, menambah soft skill. Jujur aku kalau disuruh presentasi untuk lomba biasa sama sekali tidak merasa malu atau takut, tetapi beda dengan PIMNAS yang rasanya deg-degan sampai dikasih kritik dan saran selama latihan presentasi. Tapi kritik dan saran tersebutlah yang membangkun sehingga aku bisa melakukan presentasi dengan cukup baik,” ungkap Galih Aprian Triansyah ketika diwawancarai oleh awak Manunggal pada Jum’at (01/12).
Febri Hariadi mengungkapkan tips dan trik mendapat medali di PIMNAS ke-36, “kunci PKM itu sudah tertera semua di pedoman. Jadi, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengikuti isi pedoman karena kalau tidak sesuai ketentuan tidak bakal lolos. Selain itu, sering-sering kepoin pemenang-pemenang PIMNAS buat jadi referensi ide.”
“Cari anggota tim yang tepat dan cocok sama kita. Sabar dan jangan mudah menyerah. Apabila teman-teman menyanggupi, coba submit dua proposal PKM agar ketika salah satu proposal tersebut gagal, masih ada satu proposal yang bisa diandalkan dalam artian kita harus bisa bersikap adil terhadap kedua tim PKM,” tambah Galih Aprian Triansyah.
Reporter : Nuzulul Magfiroh
Penulis : Nuzulul Magfiroh
Editor : Fahrina Alya Purnomo