
Kobaran api akibat serangan Israel di wilayah pengungsian Palestine di Rafah, Jalur Gaza Selatan, pada Minggu, (26/5) (Sumber: cbc.ca)
Peristiwa – Serangan terkini di Jalur Gaza telah mencapai titik nadir baru dalam tragedi kemanusiaan yang berlangsung lama. Pada Minggu (26/5), Israel meluncurkan serangan mematikan ke kamp pengungsian di Rafah dengan mengirimkan delapan rudal yang menewaskan 45 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.
Serangan ini bukan hanya sebuah tindakan militer, tetapi juga sebuah panggilan mendesak bagi dunia untuk membuka mata dan bertindak.
Rafah, yang selama ini menjadi tempat pengungsian bagi ribuan warga Palestina yang melarikan diri dari kekerasan, kini berubah menjadi tempat penuh teror. Rudal-rudal yang menghantam kamp pengungsian memporak-porandakan segala sesuatu yang ada, meninggalkan reruntuhan dan tubuh-tubuh tak bernyawa di mana-mana. Tempat yang seharusnya aman untuk anak-anak dan keluarga yang sudah kehilangan segalanya, kini justru menjadi ladang pembantaian.
Sebanyak 45 jiwa melayang dalam serangan brutal ini. Mereka bukan hanya angka, tetapi manusia dengan cerita, mimpi, dan keluarga. Anak-anak yang seharusnya bermain dan belajar, kini terbaring tak bernyawa di bawah puing-puing. Insan-insan yang seharusnya bebas dari segala bentuk diskriminasi, kini menjadi korban dari kekerasan yang tak berujung. Dunia tidak bisa terus menerus hanya menghitung korban tanpa melakukan tindakan nyata.
Di tengah kehancuran dan kesedihan, kampanye “All Eyes on Rafah” muncul sebagai seruan global untuk menghentikan kebrutalan ini. Kampanye ini mengajak setiap orang yang masih memiliki hati untuk memperhatikan tragedi yang terjadi dan menuntut tindakan segera. Ini bukan sekadar kampanye media sosial; ini adalah panggilan aksi bagi setiap individu, pemerintah, dan organisasi internasional untuk bersuara dan bertindak.
Dikutip dari Jatimtimes.com, Hakim Ketua The International Court of Justice (ICJ) Nawaf Salam saat membacakan putusan pengadilan menyatakan bahwa serangan yang terjadi harusnya segera dihentikan.
“Pengadilan memutuskan Israel harus segera menghentikan serangan militer dan tindakan lainnya di wilayah Rafah yang dapat menciptakan kondisi hidup yang mengarah pada kehancuran fisik total atau sebagian kelompok Palestina di Gaza, sesuai dengan kewajiban yang tercantum dalam Konvensi Genosida,” tegas Nawaf.
Banyak negara dan organisasi internasional telah mengeluarkan kecaman keras terhadap serangan di Rafah. Namun, kecaman saja tidak cukup. Sudah terlalu lama dunia hanya mengamati dan mengutuk tanpa ada perubahan nyata di lapangan.
Di mana tindakan tegas yang diperlukan untuk menghentikan kebrutalan ini? Di mana sanksi dan tekanan diplomatik yang bisa membuat perbedaan nyata?
Setiap rudal yang diluncurkan ke Rafah adalah pukulan terhadap hati nurani umat manusia. Dunia tidak bisa lagi berdiam diri melihat kekejaman yang menimpa orang-orang tak berdosa. Kampanye “All Eyes on Rafah” harus menjadi gerakan global yang memaksa para pemimpin dunia untuk bertindak tegas. Tekanan internasional harus dilakukan, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan tindakan nyata yang bisa menghentikan kebiadaban ini.
Meski situasi di Rafah tampak suram, ada harapan di tengah keputusasaan. Kampanye “All Eyes on Rafah” menunjukkan bahwa masih ada kepedulian dan kemanusiaan di dunia ini. Solidaritas internasional bisa menjadi kekuatan besar yang menekan pihak-pihak yang terlibat dalam konflik untuk menghentikan kekerasan dan mencari jalan menuju perdamaian.
Tragedi di Rafah seharusnya mengguncang hati nurani dunia. Kini saatnya kita bertindak. Mari kita desak para pemimpin untuk menghentikan kekerasan dan memulihkan perdamaian. Hanya dengan tindakan nyata, kita bisa menghormati korban di Rafah dan memastikan masa depan yang lebih baik untuk generasi mendatang.
Penulis: Nuzulul Magfiroh
Editor: Ayu Nisa’Usholihah
Referensi
Kumara, Adyaning. (2024). Sedang Ramai di Media Sosial, Apa Arti All Eyes on Rafah?. Diakses dari https://www.idntimes.com/life/inspiration/adyaning-raras-anggita-kumara-1/apa-arti-all-eyes-on-rafah
Mutmainah. (2024). Menilik Makna All Eyes on Rafah, Kata yang Trending X Usai Israel Jatuhkan Bom ke Rafah. Diakses dari https://jatimtimes.com/baca/313076/20240528/030600/menilik-makna-all-eyes-on-rafah-kata-yang-trending-x-usai-israel-jatuhkan-bom-ke-rafah



