Prosesi Terakhir Sebelum Pencoblosan: Euforia Debat Akbar dan Uji Publik yang Fluktuatif

Foto Bersama Kedua Paslon Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM Undip 2025 pada Debat Akbar Pemira Undip 2024 di Gedung Prof. Soedarto, Sabtu (14/12) (Sumber: Manunggal

 

Warta Utama – Pemilihan Umum Raya (Pemira) Universitas Diponegoro (Undip) 2024 tinggal menghitung hari. Rangkaian demi rangkaian sudah dilewati hingga pada Sabtu (14/12), sampailah ke rangkaian terakhir, yakni Debat Akbar dan Uji Kelayakan yang dilaksanakan di Gedung Prof. Soedarto SH, Undip Tembalang. Kegiatan ini dihadiri oleh konstituen dan tim sukses yang mendukung setiap pasangan calon (paslon). 

Debat Akbar tahun ini merupakan salah satu rangkaian yang spesial karena berhasil kembali dilaksanakan setelah berhenti di tahun 2021. Arkan Fadillah-Sajida Nurzafira A. berdiri di sebelah kiri panggung, sedangkan paslon Aufa Atha Ariq Auraqi-Khayimas Atha Chisbaini berada di sebelah kanan, bila merujuk dari tempat konstituen duduk. Di tengah-tengah mereka, terdapat dua moderator yang memandu keberjalanan acara, yang menjadi narahubung kepada panelis juga membacakan tiap-tiap mosi hingga pada tahap terakhir Debat Akbar. 

Sejauh Apa Persiapan Pasangan Calon? 

Setelah melakukan roadshow ke 11 fakultas dan 1 sekolah vokasi pada Jumat (6/12) – Jumat (13/12), paslon langsung melanjutkan rangkaian pemira dengan Debat Akbar tanpa adanya jeda hari, mengingat timeline yang telah ditentukan oleh Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR) sangat ketat. Oleh sebab itu, tidak banyak persiapan khusus yang dilakukan untuk Debat Akbar, mengingat selama 1 minggu paslon justru sibuk dan fokus pada keberjalanan roadshow di tiap-tiap fakultas. 

“Mengenai persiapan sebetulnya sudah dari jauh-jauh hari. Karena apa yang kami sampaikan (di, red) debat kali ini sama kaya di roadshow kemarin, nggak jauh berbeda. Jadi, ya, persiapan khusus buat debat ini nggak ada,” ujar Ariq Calon Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip 2025 Nomor Urut 2. 

Sedangkan dari pihak seberang, justru mengatakan persiapan Debat Akbar mereka sebetulnya selaras dengan roadshow serta rangkaian pemira yang telah terlaksana, sehingga Debat Akbar adalah semua yang tertuang di roadshow selama ini. 

“Persiapan Debat Akbar panjang sekali, dalam artian kita menyiapkan Debat Akbar ini nggak cuman 1 hari, prosesi-prosesi rangkaian roadshow sebelumnya, penggagas dari Grand Design Opinion (GDO) merupakan bentuk Debat Akbar itu sendiri,” pungkas Arkan Calon Ketua BEM Undip 2025 Nomor Urut 1. 

Tantangan dalam Debat Akbar 

Debat Akbar dan Uji Kelayakan bertujuan untuk mengasah lebih tajam GDO yang sudah dibuat dan dikritisi oleh para konstituen. Kritik juga datang dari pihak panelis yang menanyakan terkait implementasi gagasan-gagasan paslon bagi kemajuan Undip ke depannya. 

Akan tetapi, informasi mengenai pelaksanaan kegiatan ini belum disebarkan secara masif sehingga banyak kursi kosong selama debat berlangsung. Padahal, keberlangsungan debat yang dipenuhi oleh banyak mahasiswa merupakan taraf keberhasilan dari penyebaran informasi untuk mengusung serta mengetahui visi-misi Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM Undip 2025. 

“Yang menjadi evaluasi, bagaimana pemasifan informasi. Karena pada akhirnya, penyampaian gagasan ini untuk mahasiswa Undip dan kita tahu konstituen-konstituen itu banyak. Cuma memang, kalau pada akhirnya penginformasiannya mendadak, ya, seperti yang dilihat, massanya itu nggak akan terlalu banyak,” jelas Sajida Calon Wakil Ketua BEM Undip 2025 Nomor Urut 1. 

Tujuan Debat Akbar seolah larung dengan hampanya kursi-kursi yang tak berpenghuni, padahal mahasiswa seharusnya mengetahui gagasan-gagasan paslon sehingga tahu ke mana arah Undip untuk masa kepengurusan yang akan datang. 

Mengulik Isu Paslon 

Euforia dalam pemira tahun ini sebetulnya tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di tahun lalu. Karena politik adalah tentang perhelatan tiap manusia yang ingin berkuasa dan tentunya membuat perubahan dalam lingkupnya masing-masing. Oleh sebab itu, di balik euforia yang positif, terdapat pula yang negatif. 

Seperti halnya euforia negatif dari paslon 1 yang menanggapi terkait buzzer yang marak berkeliaran, terutama ketika masa pemira. Mereka mengatakan bahwa hal tersebut menjadi tantangan tersendiri, tetapi tak perlu terlampau diseriusi. Sudah hal lumrah karena biasanya tidak sarat dengan kritik yang membangun, melainkan penyerangan secara personal dan tidak bermutu. 

“Karena memang pada akhirnya, buzzer bukan bertujuan untuk mengkritik, tapi hanya sepihak atau hanya ranah personal aja yang diserang. Daripada kita berfokus pada hal itu, lebih baik kita fokus pada keberjalanan kualitas substansi kitalah yang kita tingkatkan,” kata Sajida. 

Hal tersebut berbeda dengan terpaan isu yang bergolak dalam euforia paslon 2, yakni beredarnya kabar bahwa calon wakil ketua digandeng dengan pengupahan dari calon

ketuanya sendiri. Tuduhan ini langsung disanggah dengan tegas dan paslon mengatakan bahwa hal tersebut menjadi bagian dari keberjalanan pemira. 

“Tidak tahu menahu info dari mana, aku bisa konfirmasi bahwa itu tidak benar. Aku bersama Ariq karena atas keresahan kami, aku melihat sosok Ariq yang memang berkompeten sebagai ketua,” tegas Khayimas Calon Wakil Ketua BEM Undip 2025 Nomor Urut 2. 

Setelah Debat Akbar dan Uji Publik berlangsung, maka pemira memasuki masa tenang. Saatnya mempersiapkan diri serta memanjatkan doa-doa yang penuh harapan. Segala yang terjadi bukan atas sekehendak manusia-manusia yang buta perihal nurani karena keinginan berkuasa, melainkan kejujuran dari tiap pemilih karena merindukan pemimpin yang mampu memimpin dengan benar. 

Reporter: M. Irham Maolana, Hildha Muhammad Tahir, Naftaly Mitchell, Laili Ulfa Nuraini, Nuzulul Magfiroh 

Penulis: Naftaly Mitchell 

Editor: Ayu Nisa’Usholihah

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top