
Wawancara dengan Petugas tentang Teknologi Pengolahan Sampah TPST Universitas Diponegoro, Jumat (15/11) (Sumber: Dok. Pribadi).
Citizen Journalism – Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Universitas Diponegoro (Undip) adalah salah satu langkah inisiatif kampus dalam mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan visi Undip untuk mencetak generasi yang peduli terhadap lingkungan serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
TPST Undip berlokasi di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah. TPST ini didirikan untuk mengelola limbah padat yang dihasilkan dari aktivitas kampus. Dengan berbagai fasilitas modern, TPST Undip tidak hanya bertujuan mengurangi beban sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga berkontribusi pada pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.
Berbagai metode pengelolaan sampah juga dilakukan di TPST Undip, seperti pemilahan sampah organik dan anorganik, hingga pengolahan sampah organik menjadi produk bernilai jual. Sampah organik yang dihasilkan dari fasilitas kampus diolah menggunakan beberapa teknologi yang akan menghasilkan produk yang berbeda beda. Sementara itu, sampah anorganik seperti plastik dan kertas didaur ulang atau dijual kepada pihak ketiga. Proses in membantu mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke TPA sekaligus menciptakan
nilai tambah dari limbah.
Teknologi yang terdapat pada TPST Undip adalah alat komposting, alat pirolisis, dan yang terbaru adalah alat insinerator. Alat komposting ditujukan untuk sampah daun, yang dengan bantuan larutan EM4 (campuran mikroorganisme hidup) akan diubah menjadi pupuk kompos untuk menyuburkan tanaman. Selanjutnya, alat pirolisis ditujukan untuk sampah ranting yang nantinya akan dibakar dengan sedikit oksigen hingga menghasilkan produk arang untuk bahan bakar dan asap cair untuk bahan baku pestisida serta pengawet makanan. Alat terakhir adalah insinerator yang merupakan alat untuk membakar sampah pada suhu tinggi yang memiliki tiga fungsi, yaitu untuk membuat arang, membuat briket, serta hammer mill sebagai alat untuk memperkecil ukuran suatu bahan.
Keberadaan TPST Undip menunjukkan komitmen universitas terhadap pelestarian lingkungan dan inovasi dalam pengelolaan limbah. Undip menjadi contoh nyata di mana institusi pendidikan dapat berperan aktif dalam menciptakan solusi untuk masalah lingkungan.
Penulis: Azka Dewi Salsabila (Mahasiswi Teknik Kimia, Fakultas Teknik)
Editor: Ayu Nisa’Usholihah



