PKKMB, Orion, dan Pendikar FEB 2025 Menjadi Harapan Mahasiswa Baru

Mahasiswa Baru dalam Acara Upacara PKKMB di pelataran depan gedung KWU FEB Undip, pada Selasa (19/8). (Sumber: Manunggal)

Warta Utama – Rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), Orientasi Integritas Diponegoro Muda (Orion), dan Pendidikan Karakter (Pendikar) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) tahun 2025 meninggalkan kesan mendalam bagi mahasiswa baru. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa peserta, tergambar jelas antusiasme tinggi, tantangan adaptasi, hingga kritik membangun terhadap jalannya acara.

Ekspektasi Tinggi, Realita Menghibur

Sejak awal, mahasiswa baru menaruh ekspektasi besar terhadap Orion. Aisyah Syaira Aksa dan Ayla Putri, mahasiswa Program Studi (Prodi) Ekonomi Islam asal Bekasi, mengaku sudah mengikuti akun Instagram Orion bahkan hafal jinglenya.

“Udah menaruh ekspektasi sebagus itu sih buat Orion… bahkan dari pas open pre order march kita langsung excited,” ujar Aksa.

Bagi mereka, PKKMB bukan hanya sekadar acara formal, tetapi sebuah momen yang ditunggu-tunggu sejak awal diterima di Undip. Antusiasme itu pun terbayar saat mereka menyaksikan film pendek yang diselipkan di sela materi.

“Sesuai, bahkan lebih… short movie-nya bikin kita ikutan terbawa perasaan, nambah semangat banget,” tambah Ayla dengan mata berbinar.

Kegiatan yang Beragam: Dari Materi Serius Hingga Games Interaktif

Bagi Rasya Paksi Galih Saputra, mahasiswa baru Prodi Ekonomi, kehadiran sesi interaktif membuat suasana lebih segar. Ia menilai kombinasi materi dan games memberi ruang untuk diskusi sekaligus kebersamaan.

“Setiap pematerian dilanjutkan dengan games atau diskusi. Jadi tidak terlalu membosankan,” jelasnya.

Materi yang disampaikan pun beragam, mulai dari Pancasila, toleransi, media sosial, hingga kewirausahaan. Hal ini memberi mahasiswa perspektif luas sejak awal mereka menginjak bangku kuliah. Rafael, mahasiswa baru Prodi Manajemen, merasa materi kewirausahaan sangat aplikatif dan bisa langsung diterapkan.

“Yang terakhir tuh paling berguna, dikasih tips-trick dari nol sampai contoh sehari-hari,” katanya penuh keyakinan.

Selain itu, agenda Yellow Fest yang memperkenalkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) juga menjadi daya tarik. Rafael bahkan datang dengan semangat khusus untuk mengenal organisasi kampus.

“Aku berangkat karena mau tahu UKM-nya, biar tahu juga nanti mau ikut apa,” ujarnya sambil tersenyum.

Tantangan Bagi Mahasiswa Baru

Namun, tidak semua berjalan mulus. Bagi mahasiswa introvert, seperti Yuliani Sophia Indriyati, salah satu mahasiswa baru Prodi Ekonomi dan Sayyida Ulfi, mahasiswa baru Prodi Ekonomi Islam, kegiatan Perisai terasa menantang. Mereka harus berani berbicara di depan banyak orang, sesuatu yang jarang dilakukan sebelumnya.

“Deg-degan, nggak pernah bicara sama orang banyak. Nervous lihat teman-teman yang bicaranya udah bagus, kita masih baru belajar,” ungkap Yuliani dengan jujur.

Selain tantangan mental, masalah teknis juga muncul. Jadwal yang molor membuat mahasiswa merasa lelah karena menunggu terlalu lama.

“Capek nunggu lama. Berangkat pagi, pulang sore, capek juga,” keluh Ulfi.

Rafael juga menyoroti pemberian sanksi panitia khusus (pansus) yang dinilai kurang proporsional.

“Kesalahan kecil di co-card langsung disuruh bikin esai tiga halaman. Mungkin kedepan bisa lebih bijak,” katanya mengkritisi.

Kesan terhadap Panitia

Meski begitu, mayoritas mahasiswa sepakat bahwa panitia bekerja dengan baik. Mereka dipandang sigap, ramah, dan selalu siap membantu peserta.

“Baik banget, dibantu apalagi pas diskusi. Panitia hidup banget,” kata Ulfi, menegaskan apresiasinya.

Rasya juga menambahkan bahwa arahan panitia selalu jelas dan sesuai dengan informasi yang diberikan sebelumnya.

“Arahan panitia detail dan sesuai dengan informasi yang diberikan,” tuturnya.

Nilai dan Harapan yang Dibawa Pulang

Lebih dari sekadar acara seremonial, PKKMB dan Perisai memberikan bekal kedisiplinan dan kemandirian bagi mahasiswa baru. Mereka belajar datang tepat waktu, mematuhi aturan, sekaligus mengatur diri dalam kehidupan kampus.

“Kedisiplinan… kita harus bangun pagi, prepare dari jauh-jauh hari. Terus mandiri, karena kita punya hidup masing-masing,” kata Aksa, menekankan makna yang ia dapat.

Di balik rasa lelah, tersimpan pula harapan sederhana untuk masa depan. Mahasiswa baru berharap bisa cepat beradaptasi, aktif dalam kegiatan kampus, serta menjaga semangat belajar.

“Semoga bisa adaptasi sama lingkungan kampus… bisa lebih aktif lagi dengan kegiatan-kegiatan di kampus,” harap Ulfi.

Rafael pun menutup refleksinya dengan rasa optimis, meski diakui masih ada tantangan dalam menjalin keakraban antar mahasiswa.

“Bisa jaga semangat, bisa tambah mencintai manajemen. Walau jumlah mahasiswa banyak, semoga tetap bisa bonding,” ujarnya.

PKKMB Orion dan Perisai FEB Undip 2025 bukan hanya ajang pengenalan kampus, tetapi juga wadah pembelajaran kehidupan. Dari disiplin, keberanian berbicara, hingga rasa solidaritas, semua dirasakan langsung oleh mahasiswa baru. Meski diwarnai kendala teknis dan kritik kecil, satu hal pasti: semangat mahasiswa baru untuk melangkah ke dunia perkuliahan semakin menyala.

Reporter: Kartika Retno Hartasih, Ativia Himmatul Aisy, Salsa Puspita

Penulis: Ativia Himmatul Aisy

Editor: Nuzulul Magfiroh, Nurjannah

Scroll to Top