
Warta Utama – Suasana semarak tampak di Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (Undip). Sebanyak 1.407 mahasiswa baru FSM memeriahkan puncak Orientasi Saintis Muda (Osmos) 2025, yang sekaligus menjadi penutup rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan Pendidikan Karakter (Pendikar) di FSM. Kegiatan Osmos turut mendapat respons positif dari para mahasiswa baru. Mereka menilai kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi sebagai sarana pengenalan kampus dan memberikan pengalaman yang berkesan untuk memulai perjalanan baru di dunia perkuliahan.
Tahun ini Osmos mengusung tema “Dharma Samudra”. Devano Fahru Rossi, atau akrab disapa Vano, selaku Ketua Panitia Osmos 2025 menjelaskan bahwa tema tersebut dipilih untuk melengkapi tema tahun sebelumnya.
“Karena melengkapi tema tahun kemarin yang hanya keingintahuan yang disorot, di tahun ini soal etika juga disorot,” ungkap Vano saat diwawancara oleh Awak Manunggal, pada Selasa (26/8).
Untuk mewujudkan itu, panitia menghadirkan berbagai inovasi. Beberapa pre-event dan acara penutup diperbarui agar lebih relevan dan berkesan untuk mahasiswa baru.
“Di kurikulum fasilitator juga kami buat sejumlah inovasi agar penyampaian materi terasa lebih dekat dengan peserta,” jelas Vano.
Ia pun mengapresiasi dukungan yang diberikan pihak fakultas, “Sejauh rangkaian Osmos, pihak fakultas sangat amat mensupport kami sehingga kami berterima kasih kepada bapak ibu fakultas yang telah mendukung kami selama ini,” jelasnya.
Semangat panitia dalam mendampingi mahasiswa baru juga terus dijaga baik di lapangan maupun interaksi melalui WhatsApp (WA), “Dengan afirmasi di lapangan maupun di WA setiap hari kami menyemangati mereka,” tambahnya.
Dila, salah satu mahasiswa baru Program Studi (Prodi) Fisika juga menilai bahwa panitia sangat aktif dan sangat membantu selama rangkaian kegiatan berlangsung.
“Kakak Fasil aku, dia aktif banget sih. Awalnya kan aku sama kelompok itu malu-malu gak mau ngomong, malu-malu lah gitu. Sampai dia dibantuin biar kita jadi deket,” jelasnya.
Bagi banyak mahasiswa baru, rangkaian PKKMB, Pendikar, hingga puncak Osmos ternyata jauh melebihi bayangan mereka sebelum kegiatan dimulai. Fadil yang merupakan salah satu mahasiswa baru Prodi Fisika pun mengaku awalnya menduga acara akan kaku dan membosankan. “Ekspektasiku tuh bakal kaku segala macem. Ternyata lebih seru dari itu. Jadi ya melebihi ekspektasi lah,” katanya.
Hal senada disampaikan Dila, “Aku mikirnya awalnya kayak yang dimarah-marahin gitu. Ternyata enggak. Jadi ini emang gak sesuai pikiran aku yang jeleknya. Malah baik-baik dan santai,” ujarnya.
Puncak Osmos sendiri juga menjadi sorotan utama. Mahasiswa baru yang terbagi dalam beberapa ruang menampilkan berbagai kreativitas, mulai dari musik, dance, hingga drama. Lili, salah satu mahasiswa Prodi Bioteknologi yang tergabung dalam band ruangannya, merasa puncak Osmos sangat menyenangkan walaupun sempat mengalami kendala teknis.
”Buat hari yang puncak hari ini juga seru banget pastinya. Karena ada penampilan-penampilan. Cuman mungkin ada beberapa kesalahan teknis gitu. Dan kesalahan waktu juga yang mepet mungkin. Cuman, so far so good. Dari acaranya udah bagus sih,” ungkap Lili.
Dila jugamenambahkan bahwa performance yang ditampilkan saat Osmos meninggalkan kesan tersendiri. Meski waktu persiapan singkat, mahasiswa baru tetap semangat memberikan penampilan terbaiknya.
“Itu paling mantep. Sebenarnya seru kan pada perform. Walaupun kita dikasih waktunya cuma satu hari. Tapi kita bisa perform bagus di sini gitu. Walaupun ya kayak biasa-biasa kan gak se-good itu. Tapi itu seru” tuturnya.
Sementara itu, Zulfar, teman seprodi Dila merasa kegiatan Ekspedisi Arunika yang mengenalkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan organisasi di FSM menjadi bagian paling bermanfaat. Menurutnya, pengenalan organisasi dapat membantu mahasiswa baru menentukan arah pengembangan diri dan memberikan gambaran awal sebelum terjun ke organisasi. “Jadi tau lah organisasi mana yang cocok banget buat kita. Ada stan Himpunan Mahasiswa (Hima), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Senat, dan lain-lain. Jadi punya gambaran lah disitu buat apa aja yang bakal dilakukan di setiap organisasinya,” ujarnya.
Setelah mengikuti seluruh rangkaian penerimaan mahasiswa baru, para mahasiswa berharap nilai-nilai yang sudah diperoleh bisa diterapkan dalam kehidupan kampus. “Ya semoga materi-materi yang disampaikan itu bisa jadi pedoman bagi aku bisa jadi pegangan juga bagi aku di dunia perkuliahan ini. Supaya bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan lebih mandiri serta berintegritas,” kata Lili.
Hal serupa disampaikan Fadil. “Semoga bisa aku terapin di kehidupan nyata, di kehidupan kampus. Dan jadi mahasiswa yang baik,” ujarnya.
Menurut Vano, manfaat terbesar Osmos adalah membantu mahasiswa baru memahami sistem kampus dan memperkenalkan kehidupan kampus. “Manfaat terbesarnya yaitu mahasiswa baru menjadi lebih tahu tentang sistem yang ada di Undip seperti Single Sign-On (SSO), dan sistem lainnya, lalu mahasiswa baru bisa menjadi insan yang berkarakter Undip (jujur, adil, peduli, berani) serta mahasiswa baru bisa mengetahui organisasi kemahasiswaan dan UKM apa saja yang ada di FSM,” paparnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ia juga menyampaikan wejangan bagi mahasiswa baru terkait perjalanan mereka di dunia perkuliahan, “Selamat datang di kehidupan kampus! Di sini kalian akan belajar bukan hanya soal ilmu, tapi juga tentang diri sendiri, persahabatan, dan perjuangan. Jangan takut salah, jangan takut jatuh—semua adalah bagian dari proses. Jadilah mahasiswa yang bermanfaat, bermartabat, serta dapat mengimplementasikan nilai jujur, berani, adil, dan peduli,” pesannya kepada mahasiswa baru.
Dengan berakhirnya Osmos, mahasiswa baru FSM resmi menutup rangkaian penerimaan mahasiswa baru FSM 2025. Bagi sebagian besar orang, pengalaman ini bukan hanya sekadar kegiatan orientasi, melainkan mengenalkan kehidupan baru di FSM sebagai titik awal perjalanan di kampus yang penuh dengan nilai kebersamaan, kreativitas, dan integritas.
Reporter: Nukma Mayadah, Haliza Ni’ma, Sintya Dewi Artha
Penulis: Nukma Mayadah
Editor: Nuzulul Magfiroh, Nurjannah