Peringatan Darurat: Kebijakan Baru LPG 3 Kg Picu Kelangkaan, Rakyat Menderita!

Seorang perempuan menangis di depan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia di Pangkalan Gas 3 kg, Jalan Palem Raya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Selasa (4/2)  (Sumber: Liputan6.com)

 

Warta Utama – Beberapa waktu terakhir, liquefied petroleum gas (LPG) 3 kilogram (kg) mengalami kelangkaan di berbagai wilayah di Indonesia. Hal tersebut diperparah oleh adanya kebijakan pemerintah baru-baru ini yang melarang penjualan gas LPG 3 kg secara eceran, mulai diberlakukan pada Sabtu (1/2). 

Beberapa pedagang mengaku kesulitan mendapatkan tabung gas LPG 3 kg selama berminggu-minggu. Amron, selaku pemilik Warung Madura mengaku selama sebulan terakhir ia  tidak dapat menjual gas LPG 3 kg eceran karena kelangkaan pasokan. 

“Sudah sebulan, Mas, nggak ada. Saya biasanya stok dua puluh sampai dua puluh dua-an, biasanya itu habis dalam sehari. Saya menjualnya kisaran dua puluh ribu,” tutur Amron saat diwawancari Tempo.co pada Minggu (2/2). 

Pedagang gorengan di kawasan Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Samidi mengalami hal yang sama. Ia mengungkapkan tidak bisa berjualan jika tidak memiliki gas. 

“Seminggu ini susah, Mas, gasnya. Kalau ga ada gas saya ga jualan. Saya biasanya bawa satu dan satunya yang kosong untuk diisi di Pangkalan Kemanggisan Pulo,” ungkap Samidi Samidi saat diwawancarai Tempo.co

Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung. Seorang warga, Evi mengaku harus mengantre selama satu jam untuk membeli tabung gas LPG 3 kg.

“Khawatir kenapa-kenapa, kan udah sepuh, lalu antrenya enggak sebentar. Tadi ngobrol ada yang dari jam delapan malah. Soalnya nunggu stok tabung dari agen,” ujar Evi saat diwawancarai Kumparan pada Senin (3/2). 

Ia juga mengatakan bahwa kelangkaan gas LPG 3 kg ini berimbas pada usahanya. Evi mengaku dalam sepekan membutuhkan 6 tabung untuk usahanya. Meskipun harga LPG 3 kg di pangkalan lebih murah, yakni Rp 16.000 per tabung, kelangkaan tersebut malah mempersulit kegiatan usahanya. 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa kebijakan pembatasan pembelian gas LPG 3 kg bertujuan mencegah terjadinya penimbunan dan penggunaan yang tidak sesuai dengan kebutuhan. 

Menurut Bahlil, jika satu rumah tangga hanya membutuhkan sekitar 10 tabung gas, tetapi justru membeli hingga 30 tabung gas, hal tersebutlah yang menimbulkan tanda tanya. Hal tersebut menimbulkan tanda tanya. Pemerintah pun perlu mengatur distribusi gas subsidi agar tidak disalahgunakan. 

“Tentu kami akan membatasi pembelian dalam jumlah besar yang tidak wajar. Sebab, jika ada pihak yang membeli lebih dari kebutuhan normal, kemungkinan besar ada tujuan lain di baliknya. Inilah yang sedang kami atur agar distribusi lebih tertata,” tutur Bahlil saat diwawancarai oleh Tempo.co

Bahlil juga mengingatkan bahwa hanya masyarakat yang memenuhi kriteria penerima subsidi yang berhak menerima gas LPG bersubsidi. Hal tersebut dikarenakan pemerintah telah mengeluarkan anggaran lebih dari 80 triliun rupiah setiap tahunnya untuk program subsidi tersebut. Oleh karena itu pelaku industri dan pihak yang dianggap tidak berhak dihimbau untuk tidak menggunakan gas LPG 3 kg. 

Di sisi lain, kebijakan pembatasan pembelian LPG 3 kg ini turut memicu kemarahan publik. Hal tersebut semakin memuncak ketika terjadi peristiwa kematian seorang ibu di Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan yang diduga meninggal dunia karena kelelahan saat mencari gas subsidi LPG 3 kg. 

Bersamaan dengan itu, kebijakan-kebijakan pemerintah yang dianggap tidak memihak rakyat, seperti pemotongan anggaran pendidikan, monopoli bahan bakar, mafia tanah, dan kebijakan mengenai gas LPG 3 kg ini memunculkan tagar #PeringatanDaruratIndonesiaGelap yang mendadak trending di media sosial pada Selasa (4/2). 

Berbeda dengan tagar serupa yang pernah viral pada Agustus 2024 dengan latar biru, kali ini warna hitam digunakan pada latar lambang Garuda. Hal tersebut menyiratkan kemarahan dan keprihatinan yang lebih mendalam.

 

Penulis: Salwa Hunafa

Editor: Nurjannah, Nuzulul Magfiroh

 

Referensi: 

Tempo.co. (2025, 4 Februari). LPG 3 Kg Susah Didapat, Apa Penyebabnya?. Diakses pada Selasa (4/2) dari  

https://www.tempo.co/ekonomi/lpg-3-kg-susah-didapat-apa-penyebabnya–1202511

 

Tempo.co. (2025, 3 Februari). Sejauh Mana Gas LPG 3 Kg Langka? Bahlil Lahadalia Pastikan Distribusinya Normal. Diakses pada Selasa (4/2) dari 

https://www.tempo.co/arsip/sejauh-mana-gas-lpg-3-kg-langka-bahlil-lahadalia-pastikan-distribusinya-normal-1201947

 

Kumparan.com. (2025, 3 Februari). LPG 3 Kg Langka, Warga Depok hingga Bandung Harus Antre untuk Dapatkannya. Diakses pada Selasa (4/2) dari 

https://kumparan.com/kumparanbisnis/lpg-3-kg-langka-warga-depok-hingga-bandung-harus-antre-untuk-dapatkannya-24QbJBBws2h

 

Liputan6.com. (2025, 4 Februari). Tagar Peringatan Darurat Indonesia Gelap Trending, Tuntutannya Disingkat PENTOL Artinya?. Diakses pada Selasa (4/1) dari 

https://www.liputan6.com/hot/read/5907614/tagar-peringatan-darurat-indonesia-gelap-trending-tuntutannya-disingkat-pentol-artinya?page=2

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top