
Warta Utama–Pesta demokrasi di Undip berlangsung cukup berbeda tahun ini. Hal itu karena menyesuaikan situasi dan kondisi di mana hampir seluruh kegiatan dilakukan secara daring. Pelaksanaan Pemira Undip dengan Pemira Fakultas sudah mulai berjalan dengan timeline yang berbeda-beda. Meskipun jika dibandingkan tahun lalu, pelaksanaan tahun ini sedikit mundur.
Pada situasi normal seperti tahun 2019, pelaksanaan Pemira Undip dan tiap fakultas dapat berlangsung serentak sekitar bulan Oktober-November. Namun tahun ini dengan banyaknya kendala seperti pelaksanaan daring dan LKMM-TM, Pemira dimulai di akhir semester dan setiap fakultas memiliki timeline dan platform e-voting masing-masing.
Menilik akun media sosial Pemira tiap fakultas, seperti FT, FPP, FIB, FSM, FISIP, FH, FPsi dan FKM sudah menyelesaikan proses pendaftaran calon ketua BEM dan pada FT, FISIP, FPP, FH dan FKM prosesnya sudah berlanjut sampai ke tahap kampanye calon. Namun pada FSM, Fpsi, dan FIB tidak ada pasangan calon BEM yang mendaftar dan lolos verifikasi berkas sehingga dilakukan pengembalian wewenang kepada Senat fakultas masing-masing. Sementara itu pada FEB baru dibuka pendaftaran peserta Pemira, sedangkan SV dan FPIK baru melakukan open recruitment perangkat Pemira.
Tidak bisa digeneralisir dan dipaksakan pelaksanan Pemira harus serentak sesuai dengan Pedoman Pokok Organisasi (PPO). Masing-masing fakultas memiliki kendala yang berbeda untuk mengadakan Pemira. Senat Undip terbuka untuk konsultasi dan berusaha memberikan masukan dan solusi kepada Senat Fakultas namun keputusan tetap dari Senat Fakultas sendiri. “Oleh karena itu Senat Undip menginisiasi adanya sistem terintegrasi dengan sistem SSO, harapannya semua bisa serentak dan ter-back up,” jelas Ketua SM Undip, Edy Hartanto saat diwawancara secara daring, Selasa (8/12).
Penulis: Fidya Azahro
Reporter: Fidya Azahro
Editor: Winda N, Alfiansyah