Patahkan Stigma Fakultas Teknik yang Keras, ODM FT Junjung Tinggi Solidaritas!

Suasana Orientasi Diponegoro Muda (ODM) Fakultas Teknik (FT) di Gedung Muladi Dome Undip, pada Selasa, (13/8) (Sumber: Manunggal)

 

Warta Utama – Suasana semangat mewarnai Orientasi Diponegoro Muda (ODM)  Fakultas Teknik (FT) yang digelar di Gedung Muladi Dome Universitas Diponegoro (Undip) pada Selasa, (13/8). Acara ini merupakan bagian dari serangkaian kegiatan untuk memperkenalkan kehidupan kampus kepada mahasiswa baru (maba), khususnya di FT. 

 

Kegiatan ini diikuti oleh 2.214 maba FT dari 12 departemen, yakni Teknik Sipil, Arsitektur, Teknik Kimia, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Perencanaan Wilayah dan Kota, Teknik Industri, Teknik Lingkungan, Teknik Perkapalan, Teknik Geologi, Teknik Geodesi, serta Teknik Komputer.

Sebagai fakultas yang kerap diidentikkan dengan disiplin tinggi dan proses kaderisasi yang keras, FT Undip  mematahkan stigma tersebut melalui ODM FT 2024. Fakultas ini berupaya menunjukkan bahwa di balik reputasi yang keras, terdapat semangat solidaritas yang kuat dan lingkungan yang mendukung perkembangan holistik mahasiswa.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perkenalan dengan lingkungan akademik dan non-akademik, tetapi juga menjadi tempat di mana nilai-nilai positif, seperti kerja keras, kolaborasi, dan keseimbangan hidup ditanamkan sejak awal. 

ODM FT 2024 diharapkan mampu mempersiapkan maba untuk tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga menjadi individu yang aktif dan berkontribusi di berbagai bidang kehidupan kampus.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FT 2024, Arsyad Dwi Rahadianto, dalam sambutannya menekankan bahwa seluruh maba akan menjalani proses kaderisasi dengan solidaritas yang tinggi tanpa adanya kekerasan fisik maupun verbal yang menjadi stigma buruk FT.

“Apa yang menjadi kebanggaan FT adalah solidaritasnya. Nantinya, ketika temen-temen menjalani proses kaderisasi, tidak perlu takut bahwasannya kaderisasi teknik yang mungkin bagi universitas lain terkenal stigma buruk, saya tekankan itu tidak terjadi di FT Undip,” tegas Arsyad. 

Selain itu, ia juga menyampaikan apabila melihat penyimpangan dalam proses kaderisasi, maba tidak perlu takut untuk melapor. 

 

“Kalau temen-temen melihat ada beberapa hal yang menyimpang terkait proses kaderisasi, nomor yang sudah disebar di Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) boleh dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk melakukan pelaporan,” imbuh Arsyad. 

 

Hal ini juga kembali disampaikan oleh Prof. Dr. Jamari, S.T., M.T. selaku Dekan FT Undip. Ia meyakinkan mahasiswa bahwa FT selalu mendukung proses transisi maba menjadi bagian dari FT Undip tanpa melewati hal yang negatif.

 

“Belajarlah yang hard! Namun demikian, Anda juga harus menyeimbangkan dengan playing hard, tapi jangan dimaknai dengan playing in a negative way. Anda bisa gabung dengan senior di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM),” jelas Prof. Dr. Jamari.

 

Memecahkan stigma keras kaderisasi, kata ‘keras’ yang ditanamkan FT Undip justru berkonotasi positif. “Fakultas Teknik, hard!”, tagline periode ini tentunya bukan untuk menggambarkan lingkungan yang keras, tetapi merujuk pada “Work Hard, Play Hard”. Harapannya supaya semua bagian dari FT Undip tidak hanya wajib bekerja keras, tetapi juga menyeimbangkan dengan kegiatan yang menyenangkan.

 

Menanggapi stigma tentang kaderisasi yang keras, beberapa maba pun memberikan pandangan mereka. Petrus Jason Brilliant, maba Program Studi (Prodi) Teknik Elektro, mengungkapkan bahwa ia tidak sepakat dengan anggapan tersebut.

 

“Sejauh ini aku gak setuju sama stigma bahwa teknik itu keras, kating-katingnya melakukan perpeloncoan. Mungkin yang teriak-teriak itu kayak sering minta semangat, itu untuk diri kita sendiri agar lebih kuat dalam menghadapi dunia kuliah yang gak lembek,” ungkap Jason.

 

Sementara itu, Willybrordus Anugrah Gusti, mahasiswa Prodi Teknik Komputer, menambahkan pengalamannya selama menjalani Pendidikan Karakter (Pendikar) di prodi yang diikutinya. 

 

“Dari kemarin saya menjalani Pendikar di prodi saya, kating-kating itu sangat terbuka dan peduli sama maba. Tidak ada perpeloncoan sama sekali,” terang Willy.

 

ODM FT berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai penampilan spektakuler, seperti Tari Nusantara dari UKM Entrance dan modern dance dari UKM Endurance. Selain itu, acara ini juga dimeriahkan dengan drama musikal, flashmob, paduan suara dari UKM Paduan Suara Mahasiswa Teknik (PSMT), serta pawai dan orasi dari perwakilan UKM, Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD), dan Unit Pengelola Kegiatan (UPK). Di akhir acara, para peserta disuguhkan penampilan band dan UKM Expo

 

Elizabeth Emanuelle, maba Prodi Teknik Kimia pun mengungkapkan kesannya selama mengikuti serangkaian kegiatan ODM FT. Ia mengaku bahwa sebelumnya sempat merasa takut akibat stigma FT yang keras.

 

“Awalnya deg-degan, takut diapa-apain, ‘kan teknik terkenal galak gitu. Tapi, taunya seru banget. Apalagi pas mulai pawai, terus pas band juga memorable banget. Pas mau pulang, kita disambut dengan yel-yel yang rame banget. Wih, teknik solid!” ungkap Eliza. 

 

Dengan mengusung tema “Selaraskan Cita Padukan Karya”, ODM FT 2024  berharmoni dengan tujuan yang diusung dari tagline Work Hard, Play Hard” untuk memanifestasikan keselarasan tekad dari 12 departemen dan memadukan karya dari beberapa UKM di FT.

 

“Harapannya, kita bisa menyelaraskan 12 departemen yang ada di FT Undip, lalu ‘Padukan Karya’ di mana ODM FT ini kita ingin lebih berwarna menunjukkan karya-karya,” ujar Giyas Agniya Hidayat selaku Wakil Ketua ODM FT 2024.

 

Reporter: M. Irham Maolana, Sekar Suryaningrum, Zakiyah Rahma Shintyastuti

Penulis: M. Irham Maolana, Raina Diandra Izzati

Editor: Ayu Nisa’Usholihah, Hesti Dwi Arini

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top