Podcast ODM 2020 tiap Fakultas.
(Sumber: YouTube ODM UNDIP)
Peristiwa – Orientasi Diponegoro Muda atau biasa dikenal ODM merupakan kegiatan tahunan Universitas Diponegoro dalam menyambut mahasiswa baru dari berbagai jurusan. Layaknya orientasi lain, para mahasiswa baru ini diberikan bekal untuk menghadapi kehidupan perkuliahan dan masa depan. Organisasi-organisasi kampus seperti BEM dan himpunan juga ikut memberikan materi mengenai organisasi mereka, serta ‘tradisi’ di beberapa fakultas. Namun, pada tahun 2020 lalu pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia membuat kegiatan tahunan ini mengalami perubahan yang signifikan. Perubahan ini memberikan berbagai permasalahan dan cara baru dalam pelaksanaan acara hingga kisah-kisah tersendiri yang dialami oleh mereka yang mengikutinya.
Pelaksanaan kegiatan secara daring berdampak pada para mahasiswa baru yang berasal dari berbagai daerah dengan keadaan yang berbeda-beda. Salah satu permasalahan utama kegiatan daring adalah jaringan yang kurang memadai. Hal ini dapat menunda informasi yang cukup penting. Tidak berbeda dengan mahasiswa, dosen dan tenaga pengajar juga mengalami masalah yang sama. Sementara pada sisi panitia, mereka menghadapi masalah yang serupa, ditambah kebijakan dari kampus atau fakultas yang harus terus disesuaikan.
Mati Suri dan Gaya Baru
Pelaksanaan kegiatan ODM 2020 -baik tingkat universitas maupun fakultas- sempat mengalami kemunduran jadwal dari September 2020 menjadi Januari 2021 karena kasus pandemi di Jawa Tengah yang terus meningkat. Kemunduran ini menimbulkan spekulasi tentang ketidaksiapan para panitia dan rektorat untuk melaksanakan acara secara online.
Namun, hal tersebut dibantah oleh Akhdiat Dimas Abimanyu, Wakil Ketua ODM FIB Undip 2020. Ia menjelaskan bahwa ODM sudah direncanakan sejak lama mengingat ini merupakan salah satu program kerja dalam divisi PSDM BEM. “Perencanaan atau pembuatan konsep itu dilakukan pada bulan Maret 2020,” jelasnya.
Sejalan dengan Dimas, Ketua ODM FPP 2020, Muhammad Iqbal Tawakkal menjelaskan bahwa mereka telah menyiapkan tiga rencana pelaksanaan ODM, yaitu secara luring, luring (sesuai protokol kesehatan), dan daring. Namun hanya kegiatan secara daring yang dapat dilaksanakan pada dua tanggal berbeda: PKKMB pada 14 September 2020 – 16 September 2020, sementara untuk pendidikan karakter dilaksanakan Januari 2021.
Layaknya aktivitas daring, masalah utama jaringan mewarnai keberlangsungan acara. Keberlangsungan ODM FIB kemarin sempat terjadi kesalahpahaman antara panitia dengan dosen ketika pelaksanaan pendikar, salah satunya adalah miskomunikasi antara panitia dengan dosen sehingga ada dosen yang menyampaikan materi tidak sesuai jadwal. Namun, kesalahpahaman ini berhasil diatasi berkat kerjasama panitia, meski beberapa panitia tidak dapat aktif karena terkendala jaringan. Sementara, kurangnya pemahaman mengenai Microsoft Teams membuat peserta kebingungan.
“Mungkin next kita perlu memberikan pencerdasan terkait penggunaan Ms. Teams itu sendiri,” ujar Iqbal.
Sementara menurut Tegar, peserta ODM dari jurusan Asitektur menuturkan kekurangan dari ODM kali ini adalah kurangnya komunikasi dua arah antara panitia dengan peserta. Selama acara ODM berlangsung, mereka cenderung hanya mendengarkan pemaparan dari panitia, tanpa ada komunikasi dari sebaliknya. Uniknya, pemaparan yang diberikan berhubungan dengan kekeluargaan dan angkatan yang solid. Ia berpendapat seharusnya diadakan sebuah permainan kecil yang menjadi alat untuk mengakrabkan teman seangkatan dan meningkatkan hubungan antarangkatan.
Hal berbeda justru dirasakan oleh Ega, peserta ODM dari jurusan Sastra Indonesia. ODM yang diadakan oleh FIB menurutnya berhasil menambah relasi antara teman-teman dari jurusan lain dalam rumpun FIB.
“Di ODM fakultas kita juga dibagi-bagi kelompok dengan jurusan lain di lingkup FIB, bertemu teman baru dan memperluas relasi. Di kelompok itu kita dibagi tugas yang mengharuskan semua anggota kelompok berpartisipasi,” jelas Ega.
Meski dengan berbagai kendala, ODM 2020 dapat dikatakan sukses. Baik panitia maupun peserta memberikan respon yang positif, walau tidak dapat bertemu satu sama lain secara luring. Bahkan, beberapa dari mereka merasa bangga dapat menjadi saksi sejarah pelaksanaan kegiatan ODM secara daring. Banyak pengalaman baru yang didapat oleh panitia karena mereka bekerja keras agar dapat melaksanakan kegiatan tahunan ini secara daring dan berusaha menyamai kesuksesan tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, para mahasiswa baru juga tampak antusias mengikuti ODM secara daring meskipun dibayangi oleh masalah-masalah seperti jaringan dan sebagainya.
Bebas Perploncoan
Kasus perploncoan yang terjadi di Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya beberapa waktu lalu memberikan respon yang beragam dari netizen. Perploncoan yang merupakan warisan kolonial ini sempat ditindak tegas ketika Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan. Di Undip sendiri telah dikeluarkan Surat Larangan Pengumpulan Mahasiswa Baru 2020 Nomor 0533/UN7.P1/KM/e/2020 yang dikeluarkan oleh pihak rektorat sebagai salah satu upaya dalam menangani masalah perploncoan.
ODM menjadi orientasi mahasiswa baru yang bebas dari perploncoan. Upaya agar ODM bebas plonco juga dilakukan oleh panitia ODM FIB. Mereka sudah memberikan peringatan bahwa mahasiswa baru yang melihat tindakan senioritas dan sebagainya agar langsung melapor ke panitia.
Secara umum, ODM 2020 baik tingkat universitas maupun fakultas sudah berjalan dengan baik di tengah banyak penyesuaian kegiatan secara daring. Para panitia dengan kompak mampu menyelesaikan masalah dan menjaga keberjalanan acara dengan baik. Para peserta juga menyampaikan kepuasan dan antusiasme mereka mengikuti acara penerimaan ini, meski harus dilakukan dari rumah masing-masing. Ke depannya, ODM 2021 diharapkan dapat berjalan lebih baik dan menjadi momen berharga bagi seluruh mahasiswa baru Undip.
Penulis: Divisi Tabloid/Manunggal
Editor: Aslamatur Rizqiyah, Fidya Azahro




