Sesi foto bersama usai pelatihan pembuatan Nata de Mango, Minggu (28/7). (Dok. Istimewa)
Pemalang – Nata adalah salah satu produk pangan fermentasi yang banyak dijual dan dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Rasanya yang manis dan kenyal menjadikan nata banyak diminati oleh konsumen. Biasanya nata terbuat dari air kelapa muda. Namun, mahasiswa Tim II KKN Undip 2019 Desa Sirangkang berhasil mengolah buah mangga yang merupakan komoditas potensial yang banyak terdapat di desa tersebut menjadi produk pangan yang enak dan kaya nutrisi. Ide membuat nata muncul karena banyaknya pohon mangga yang banyak tumbuh di hampir semua pekarangan rumah warga.
Mahasiswa KKN Tim II Undip mengajarkan masyarakat desa untuk memanfaatkan dan mengolah buah mangga yang ada menjadi produk pangan yang enak dan bernilai ekonomis yang tinggi. Program pelatihan pembuatan Nata De Mango dilaksanakan di 3 lokasi yaitu di dusun Depok pada Minggu (28/7), Dusun Sipelem dan di Balai Desa Sirangkang pada Minggu (4/8). Tujuan pelaksanaan program ini adalah agar masyarakat dapat mengolah buah hasil potensi desa menjadi produk pangan yang dapat dijual dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa.
Proses pelatihan dan pembuatan nata menggunakan bakteri Acetobacter Xylinum yang dapat dibuat dengan mudah. Biasanya, pembuatan nata menambahkan sedikit pupuk urea atau pupuk ZA. Namun, dibawah bimbingan mahasiswa KKN, masyarakat diajarkan untuk membuat nata tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya. Sebagai pengganti pupuk urea, pembuatan nata ditambahkan sari kecambah atau tauge untuk menstimulasi pembentukan nata agar lebih cepat dan menghasilkan nata yang tebal. (Arya Abdul Majid Tanjung/FPP)




