JOGLO POS – Orientasi Diponegoro Muda (ODM) kembali memijak tanah pasca dua tahun vakum karena terlilit pandemi. Euforia berbeda tak luput dirasakan oleh panitia dan pastinya mahasiswa baru (maba) -mereka yang baru saja menjejaki langkah perdana di dunia perkuliahan. Tentu akan banyak yang berubah, mulai dari konsep, rangkaian acara, hiruk pikuk yang meramaikan Widya Puraya, hingga momen-momen menyenangkan yang akan lebih banyak tertangkap cuplikan kamera. Melalui tulisan ini, Wakil Ketua ODM Undip 2022, Dea Tara Prawesti berbagi lebih banyak kepada Awak Manunggal mengenai kisah di balik kembalinya pagelaran penyambutan maba terbesar itu.
“ODM Undip 2022 mengangkat tema “Progresif Berbudaya” yang memiliki makna mendalam terkait pelestarian budaya Indonesia yang jumlahnya sangat banyak dan harus dipertahankan menjadi ciri khas dari Nusantara,” tandas Dea ketika berbincang dengan Awak Manunggal via percakapan WhatsApp, Jumat (12/08). Menurut dia, saat ini budaya juga berkembang mengikuti perkembangan zaman dari berbagai aspek yang meliputi budaya itu sendiri dengan lahirnya berbagai jenis karya yang memadupadankan kebudayaan Indonesia dengan berbagai tren dan konsumsi pasar kreatif di era modernisasi saat ini.
“Landasan semangat guna mengangkat sisi baru dari kultural Indonesia itulah yang menjadi alasan tim ODM Undip 2022 berkomitmen untuk berkarya dan berkolaborasi demi pelestarian budaya dan mengharumkan keberagaman bangsa sehingga tidak kalah saing secara mendunia,” imbuhnya.
Filosofi di balik Kesan Kultural yang Mendominasi
Tidak hanya ingin memperkenalkan sisi baru dari kebudayaan Indonesia, Dea mengungkapkan bahwa dominasi kesan kultural yang diangkat oleh ODM Undip 2022 juga memiliki filosofi atau nilai-nilai mendalam di balik konsep kreatifnya. Tahun ini, masa orientasi mahasiswa baru itu mengangkat 4 nilai, yakni Unity, Visionary, Resilience, dan Creativity.
“Unity berarti nilai yang akan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan sebagai bangsa yang besar karena memiliki keberagaman budaya,” katanya. Nilai ini mengajarkan bangsa Indonesia untuk saling memiliki rasa toleransi, respect, dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk menjadi sebuah bangsa yang besar.
Visionary, di sisi lain mendorong agar Diponegoro Muda memiliki pemikiran yang visioner, atau dengan kata lain mampu untuk dapat terus melihat perkembangan zaman yang sangat pesat dan mempersiapkan diri untuk bersaing di berbagai tingkatan yang memiliki planning hidup sesuai dengan target dan cita-cita
“Nilai ketiga adalah resilience, yaitu kemampuan adaptasi yang sangat baik dengan berbagai perubahan dan dapat terus berkembang mengikuti perkembangan zaman,” ujar Dea. Ia menekankan bahwa nilai ini sangat penting di era VUCA, di mana perubahan terjadi begitu cepat, seiring perkembangan juga berjalan sangat cepat dan menuntut semua orang untuk memiliki kemampuan adaptasi yang sangat tinggi terhadap perubahan-perubahan tersebut.
Nilai yang menjadi pamungkasnya adalah Creativity. Dea pun menegaskan bahwa nilai ini bereksistensi sebagai harapan agar ODM Undip 2022 dapat menjadi medium untuk memacu kreativitas dari Diponegoro Muda untuk menghasilkan karya-karya yang menakjubkan di masa yang akan datang.
“Sebuah pengasahan kreativitas tentu akan melahirkan banyak ide-ide baru yang akan muncul di berbagai bidang dan terciptanya berbagai jenis karya baru yang akan membanggakan bagi Undip dan Indonesia.”

Tantangan Luring Ketika Berhadapan dengan Masa Transisi
Bukan rahasia lagi kalau merancang sebuah ajang massal secara luring di era transisi pemulihan pendidikan di Indonesia tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pada faktanya, tidak semua rangkaian mampu kembali hadir menghiasi layar ODM Undip 2022, bahkan sebagian rundown terpaksa untuk dieksekusi secara hybrid terbatas di gedung Prof. Soedarto dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
“Tantangan yang pasti di masa transisi dari Covid-19 adalah tetap menjaga protokol kesehatan,” kata Dea. Meskipun demikian, ODM Undip 2022 tampaknya berhasil membawa kembali rangkaian nostalgia penyambutan maba, seperti sambutan-sambutan simbolik, parade, hingga persembahan spesial dari mahasiswa-mahasiswi Undip layaknya pekan ODM yang benar-benar ditunggu.

Kemegahan Kultural Jadi Saksi Penutupan Masa Orientasi
Closing Ceremony ODM Undip 2022 pastinya menjadi salah satu rangkaian menarik, sekaligus puncak pamungkas dari masa orientasi mahasiswa baru. Masih kental dengan tema “Progresif Berbudaya”, ajang penutupan ini menghadirkan jajaran penampilan menarik dari Mahakarya Abhipraya Sandya, Dipo Band X Kesenian Jawa, Paduan Suara Mahasiswa, dan Ratoeh Jaroe yang membawakan kemegahan kultur kontemporer Indonesia di Gedung Prof. Soedarto. Selain itu, hadir juga Good Morning Everyone yang turut meramaikan acara sebagai bintang tamu.
“Meskipun sudah hybrid, seluruh mahasiswa baru tetap diberikan akses untuk menonton seluruh rangkaian acara closing ceremony secara live di kanal YouTube ODM Undip pada tanggal 21 Agustus 2022 pukul 07:00 WIB,”
Tidak hanya menyuguhkan berbagai penampilan megah, closing ceremony ODM Undip 2022 juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa baru untuk berdiskusi dalam sesi live talkshow Dipscussion, yang terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama bertajuk The Power of Mindset dibawakan oleh Ir Hadjar Seti Adji M.Eng.Sc, Direktur SDM dan Pengembangan PT. Wijaya Karya, sedangkan sesi kedua dibawakan oleh Jadug Trimulyo, S.IP, Komisaris Utama PT. Jejaring Indonesia Merdeka dan PT. Sari Kreasi Boga bertajuk Dinamika Transformasi Budaya dalam Ruang Lingkup Pendidikan Tinggi sebagai Filterisasi Progresifitas secara Global.

Perhargaan Budaya yang Membawa Moral Berharga
Respect. Satu kata yang diucapkan Tahta, Mahasiswa Baru Sastra Indonesia 2022 ketika diminta memberikan kesannya terhadap euforia ODM Undip tahun ini via percakapan WhatsApp, Senin, (21/08). Bagi dia, filosofi kultural yang diangkat selama masa orientasi seakan memberikan callout moral bagi generasi muda untuk tidak melupakan budaya yang autentik di tanah air.
“Dari banyak budaya-budaya indonesia yang diangkat di ODM, aku jadi lebih mengenal beberapa budaya baru, sehingga muncul rasa keinginan yang kuat untuk ikut melestarikan keberagaman. Selain itu, keberagaman budaya Indonesia juga dapat dimanfaatkan sebagai peluang dalam berprogres memajukan identitas bangsa,” pungkas Tahta.

Reporter: Zahra Putri
Penulis: Christian Noven
Editor: Malahayati Damayanti F




