Mendadak Ada Mentan di ODM 2025: Kok Bisa?

Peristiwa – Orientasi Diponegoro Muda (ODM) Universitas Diponegoro (Undip) telah tuntas dilaksanakan pada Sabtu (23/8). Meski begitu, siapa sangka kehadiran Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia (RI), Andi Amran Sulaiman pada sesi Keynote Speech sebenarnya bukanlah salah satu rangkaian kegiatan rancangan ODM Undip. 

Asal Usul Kehadiran Mentan

Salah satu panitia inti ODM yang tidak ingin disebutkan namanya menjelaskan bahwa mereka hanya berencana mendatangkan satu pembicara saja, yaitu Cinta Laura pada sesi Dipscussion. Mereka tidak merencanakan terkait dengan kehadiran Mentan ini. Namun, pada H-3 minggu sebelum pelaksanaan ODM mereka dikabarkan oleh Rozin Abdurrofi dan Ahmad Yafi selaku Steering Committee (SC) bahwa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip akan menghadirkan satu pembicara dari pemerintahan, yaitu Mentan.

Pas itu, kami pun juga nggak tahu apa-apa. Awalnya kami menolak karena kami memang nggak mau campur tangan urusan seperti itu, dan kami maunya itu pure dari Grand Design Organization (GDO) yang telah dirancang,” tutur salah satu panitia inti saat diwawancarai oleh Awak Manunggal pada Selasa (7/10). 

Pihak panitia inti ODM sempat menunggu hingga H-2 minggu acara sebelum mereka audiensi terakhir dengan birokrasi. Setelah kepastian terkait kehadiran Menpan, panitia segera merombak rundown yang seharusnya di H-2 minggu bukan lagi saatnya untuk mengurusi perihal rundown. 

“Pihak ODM itu tak bisa berkutik apa-apa, karena ternyata itu infonya udah A1, which is A1 itu udah dari rektor. Dan kalau misalnya dari kami menolak, dan dana dari kami atau semua anggaran dari kami itu kan juga kebanyakan dari birokrasi ya,” keluhnya. 

Meskipun akhirnya pihak panitia inti ODM menyetujui hal tersebut, tetapi mereka memberikan perjanjian bahwa waktu yang diberikan untuk Menpan hanyalah 50 menit dan durasi tersebut sudah termasuk dengan sesi tanya jawab. Namun, tetap saja fakta lapangannya waktu ngaret hingga berimbas pada sesi selanjutnya, yaitu penampilan Guest Star, Maliq & D’Essentials. 

Emang ngeselin aja pas awal-awal itu Pak menteri datang karena memang tidak ada persetujuan panitia inti serta SC. SC pun juga nggak tahu kalau misalnya ada menteri yang datang. Tiba-tiba ada sebuah perintah bahwa nih surat, menteri bakal datang ke sini dan itu infonya udah A1,” keluh Rozin.

Rozin, SC sekaligus Ketua Bidang Kaderisasi dan Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (KPSDM) BEM Undip menjelaskan bahwa informasi yang ia dapatkan dari BEM Undip, bahwasannya kehadiran Menpan tersebut adalah permintaan dari rektorat. Ia tidak dapat memvalidasi hal tersebut secara langsung kepada rektor karena memang alur koordinasinya hanya sampai pada Wakil Rektor (Warek) 1 dan Direktur Kemahasiswaan dan Alumni (Dirmawa) saja. 

Ia juga menceritakan bahwa pembahasan mengenai  kehadiran Menpan yang dititipkan oleh Rektor Undip ini sudah ada sejak awal Agustus dengan Aufa Atha Ariq, Ketua BEM Undip. Namun setelahnya Ariq tidak pernah lagi follow up terkait informasi tersebut, dan tiba-tiba saja H-2 minggu sudah ada informasi A1 terkait hal ini. 

Hingga hari ini, panitia inti masih bertanya-tanya dan belum mendapatkan kejelasan dari pihak BEM Undip terkait alasan kehadiran Menpan di ODM serta bagaimana fiksasinya terkait kehadiran menteri dalam ODM tahun ini. Namun, mereka beranggapan bahwa memang ada kerja sama BEM Undip dengan pihak lain yang entah itu siapa.

Universitas Menyalahkan Panitia ODM atas Kehadiran Menteri

Keinginan untuk menghadirkan Mentan pada H-2 minggu menjadi suatu hal yang ganjil. Karena terkesan seolah ada desakan dan juga menimbulkan pertanyaan siapa di balik kehadiran tersebut. Pihak universitas justru menyalahkan panitia ODM akan kehadiran tamu tak diundang tersebut.

“Pihak universitas menyalahkan panitia ODM. Ketika di audiensi malah menyalahkan kami panitia, ‘kok kalian ngundang tapi nggak bilang-bilang sih?’ Itu yang sedikit kusayangkan juga, kok kesannya kayak kami panitia yang disalahkan, padahal ini, silakan tanya Attallah, Nasywa atau mau tanya koor acara, nggak ada dari panitia ODM yang mau mengundang  menteri,” papar Rozin.

Lantas, wajar bila panitia ODM mempertanyakan bentuk deal seperti apa yang sebenarnya terjadi, mengapa menteri bisa hadir, sedangkan dalam rancangan GDO tidak ada keinginan untuk mengundang menteri dan imbasnya terhadap panitia ODM.

“Sebenarnya itu ya miskomunikasi nya mungkin di antara  jajaran pimpinan BEM dan ke kita juga, pun juga sama sebenarnya, rektorat ke dirmawa juga sama, hingga hari-H bahkan sampai saat ini ya kita juga nggak tahu proses akhirnya deal dengan menteri itu gimana,” ucap Yafi.

Bila koordinasi dilakukan jauh hari sebelum fiksasi rundown ODM, panitia akan turut melempangkan jalan dengan memberikan estimasi waktu dan memasukkan ke dalam mata acara yang ada. 

“Semisal sedari awal udah ngomong Pak Rektor mau ada nitip pemateri, nanti kita set berapa menit, itu masih it’s oke banget tapi ini udah engga ada, dan juga akan sulit ya nge-set waktu. Bahkan, ketika kita kasih waktu misal 50 menit masih kurang,” kata Yafi.

Namun, Koordinator Bidang Edukasi Pengembangan Mahasiswa (Korbid EPM), Ryan Adyuta menuturkan bahwa rangkaian ODM memang sudah pasti padat, dan penambahan pembicara sudah lebih dulu dikoordinasikan.

“Pada dasarnya setiap kegiatan pasti memiliki rundown yang cukup padat, begitu juga dengan ODM. Tentu penolakan di awal berhubungan dengan padatnya rundown yang ada,” kata Ryan saat menjawab Awak Manunggal pada Selasa (14/10).

Di tengah ketidaktahuan panitia akan hadirnya menteri dalam waktu yang mendadak menuju hari-H ODM, Ryan justru menyampaikan hal terkait sudah adanya koordinasi.

“Kehadiran menteri merupakan hasil dari kesepakatan bersama setelah adanya diskusi dengan pihak universitas,” jawab Ryan.

Ia juga menambahkan bahwa hal tersebut bagian dari briefing terkait kehadiran menteri kepada panitia ODM sudah sesuai prosedur dan alur komunikasi yang jelas, yang tujuannya sesuai dengan rasionalisasi perlu adanya pembicara yang akan melengkapi pembicara lain.

“Yakni Cinta Laura dapat memberikan Poin of View (POV) dari kalangan pemuda, tetapi beliau dapat memberikan POV dalam yang lain, yaitu dari yang lebih berpengalaman lagi dalam pengelolaan keuangan,” ujar Ryan.

Suka-suka Pak Menteri dan Imbasnya terhadap ODM

Menpen hadir di acara gladi bersih panitia yang dilaksanakan pada Jumat (22/8) sore, yang berarti H-jam sebelum ODM dilaksanakan pada Sabtu (23/8). Kehadiran menteri yang sangat mendadak dan mepet dengan acara membuat keadaan cukup chaos pada persiapan dan hari-Hnya.

“Katanya protokoler menteri akan koordinasi Rabu, ODM kan Sabtu ya, tapi sampai hari Rabu tuh nggak ada kabar, akhirnya hari Jumat jam 5 sore baru datang,” tutur Rozin.

Menurut cerita Rozin dan Yafi, protokoler menteri menolak diberikan 30 menit untuk mengisi keynote speech, sehingga mereka menghabiskan waktu hampir 1 jam dan berimbas pada sesi selanjutnya. 

“Waktu itu dari pihak manajer Guest Star-nya juga mengancam untuk nggak jadi tampil. Cuman ya, alhamdulillah setelah, lobby-lobby segala macam, masih mau naik panggung Guest Star-nya, dan masih membawakan full.” cerita Rozin. 

Rozin juga menyampaikan bahwa dari protokoler menteri meminta banyak request khusus menteri. Selain waktu yang diperpanjang, penayangan materi menteri yang hanya boleh dari laptop protokoler, meminta nama mahasiswa baru yang yatim piatu, hingga menteri yang senang turun ke lapangan dan itu tentu saja membutuhkan penjagaan dari panitia.

“Cuman susah, orang pemerintahan kayak gitu, ya gampanglah nanti ikut menteri dan sebagainya, banyak kata-kata yang kurang mengenakkan dan juga yang dilontarkan oleh protokoler menteri,” keluh Yafi. 

Namun, Ryan menyampaikan jawaban yang berkebalikan dari pihak panitia, bahwa BEM Undip sudah melakukan koordinasi dengan panitia dan protokoler menteri di hari H.

“Pada dasarnya kami juga turun membantu eksekusi lapangan. Kami juga membantu berkoordinasi pada antarprotokoler dalam memilah permintaan yang dapat disetujui, dan yang terlalu berat bagi panitia pada hari-H,” balas Ryan.

Datang pada beberapa jam sebelum kegiatan dengan segudang permintaan yang di luar kapasitas panitia, membuat panitia kewalahan tapi juga segan dan tidak enak untuk menolak. Namun Ryan, menyampaikan bahwa kehadiran stakeholder pada H-1 sebelum acara merupakan hal lumrah.

“Kami rasa cukup lumrah dan wajar bahwa pada setiap program kerja, stakeholder datang pada gladi bersih yang notabenenya biasa diselenggarakan H-1 proker berjalan,” ucapnya.

Reaksi Panitia ODM terhadap Perintah Dadakan 

Informasi yang terlalu mendadak dan menumbuhkan pertanyaan ketidakterlibatan panitia ODM dalam melakukan banding terhadap kehadiran menteri mendatangkan penolakan dari berbagai panitia inti. 

“Kami semua nggak menyetujui, karena kalau berhubungan dengan yang kaya gitu tuh takutnya malah flashback ke 2023. Itu trauma ODM  sendiri sih,” tutur salah satu panitia. 

Rozin dan Yafi pun menyetujui hal tersebut, mereka tidak setuju apabila ODM disangkutpautkan dengan kepentingan politik dan tidak linier dengan tema yang diangkat. 

“Sebenarnya aku nggak sepakat sih adanya tokoh politik dalam ODM kayak gitu, karena ya ketika temanya nggak sejalan, temanya tentang ekonomi, dan background menteri juga Menpan  yang mana nggak selaras sama tema.” ujar Rozin. 

Korbid EPM menuturkan hal sebaliknya terkait alasan kedatangan menteri. Bahwa bukan hanya karena titel maupun sangkut-paut kepada politik, melainkan track record  yang sudah ditorehkan.

“Kami rasa sebagai pengusaha yang sukses, beliau cukup relevan dengan tema ODM melihat bahwasanya selain belajar berhemat dan menyimpan uang, mahasiswa baru juga sebaiknya bisa belajar cara mengelola uang agar dapat menjadi hal yang lebih seperti usaha, dan lain-lain,” jawab Ryan.

Panitia inti ODM menyayangkan informasi yang mendadak mereka terima dan harus dijalani, karena merombak kembali rundown atau bahkan ada sesi yang dihapus akan sangat berakibat kepada para stakeholder yang bersangkutan. 

“Jangan sampai ada yang hilang dari rangkaian ODM nya atau dikurangi atau dihapus bahkan. Karena ya nggak bisa semudah itu, karena kalau melihat setiap rangkaian ODM pasti akan selalu ada stakeholder yang terlibat,” tegas Rozin. 

Salah satu panitia inti juga turut mempertanyakan kebenaran informasi terkait dengan siapa yang sebenarnya mendatangkan menteri karena ketidakjelasan alasan yang diberikan oleh pihak BEM maupun ketidaktahuan birokrasi terkait hal ini. 

“Kami pihak ODM sendiri, bingung harus melangkahnya itu bagaimana karena nggak ada yang bisa dipercaya di sini. Ya udah kami benar-benar berdiri di atas kaki kami sendiri,” tuturnya. 

Akhir dari Pertanyaan Bersama

Rozin dan Yafi mengaku hingga hari ini tidak ada kejelasan dan pembahasan terkait hal ini antara panitia ODM, BEM Undip, maupun rektorat. 

“Sampai hari ini nggak ada.  Kalau nanya ke aku ya, nggak ada. Tapi ya, ya sudahlah.” tutur Rozin. 

Meski begitu, mereka beserta panitia inti merasa hal tersebut sudah selesai sehingga mereka tidak membicarakannya lagi, meski pertanyaan-pertanyaan belum sepenuhnya terjawab. Selama ODM telah berhasil dilaksanakan, guest star tetap tampil, dan dampak baik untuk mahasiswa baru dapat tersampaikan, panitia merasa itu sudah cukup. Panitia inti ODM pun menyatakan bahwa hubungan mereka dengan BEM Undip tetap biasa saja sebagaimana adanya. 

“Sejauh ini nggak ada apapun, kami merasa kayak ya udah, dan itu juga berlalu.” 

Rozin berharap bahwa ODM tahun depan mampu lebih baik dalam hal komunikasi. Perihal apapun dapat dipertimbangkan dengan melibatkan setiap orang yang terlibat. 

“Ketika nggak ada ruang komunikasi, akhirnya nggak ada ruang negosiasi juga, itu yang disayangkan sebenarnya, kenapa kita nggak diskusi dulu ya, kenapa harus ada, ada nggak opsi-opsi lainnya, atau pertimbangan lainnya, nah itu yang nggak ada,” tegas Rozin. 

Yafi juga menegaskan bahwa ODM adalah kepentingan bagi mahasiswa baru bukan panggung umum bagi siapapun yang memiliki kepentingan selain terkait ODM. Jadi selama pesan yang ingin disampaikan pada mereka berhasil diterima dengan baik dan berkesan baik bagi mereka, itu sudah cukup  dikatakan berhasil. 

“Sebaiknya, ODM itu jangan dicampur satukan dengan hal-hal seperti ini sih, karena kalau melihat, apa ya, narasi narasi atau hal yang memang berkepentingan,”

Ia berharap tidak ada lagi yang mencampuri urusan ODM terlebih memang tidak relevan dengan nilai yang dibawa ODM setiap tahunnya. 

“Pokoknya siapapun yang, akan berkecimpung di ODM tahun depan lah, selaraskan dengan, kebutuhan, dan kepentingan ODM,” lanjut Yafi.

Sementara menurut Ryan, ODM merupakan satu kesatuan dengan BEM karena ODM adalah program kerja dari KPSDM yang ada di BEM dan tentu setiap program kerja memiliki dinamikanya masing-masing.

 Reporter: Hanifah Khairunnisa, Naftaly Mitchell

Penulis: Naftaly Mitchell, Hanifah Khairunnisa

Editor: Nuzulul Magfiroh

Scroll to Top