Membedah Topeng dalam Buku Eleanor Oliphant is Completely Fine

Buku Eleanor Oliphant is Completely Fine by Gail Honeyman (Sumber: goodreads.com)

Buku – Kesepian bisa saja terbentuk dari kesendirian. Ia bisa menjelma menjadi rutinitas terselubung di balik kalimat “I’m completely fine”. Tersembunyi dalam ruangan gelap penuh emosi yang tak pernah benar-benar diselesaikan. Bersama goresan luka masa lalu yang perlahan mengetuk diam-diam.

Melalui novelnya, Gail Honeyman menghadirkan potret kesepian yang terus menggema, yakni kisah Eleanor Oliphant yang berbeda dengan kehidupan wanita pekerja pada umumnya. Kehidupan yang pada awalnya dirasa baik-baik saja mulai membuka segelnya, yang semakin lama membuat ia seolah terasing dari dunia yang dipijaknya. 

Eleanor tumbuh dengan bayang-bayang trauma masa kecilnya, sehingga ia seringkali menyendiri dan menghindari interaksi sosial. Bicaranya kaku, pikirannya lugas tanpa basa-basi, dan empatinya nyaris tak terlatih. Di tempat kerja, ia tak henti mendapatkan perilaku tidak mengenakkan dari rekan sejawat yang membuatnya semakin tertekan. 

Hingga suatu hari ia menaruh hati pada seorang musisi yang bahkan tak mengenalnya. Obsesi kecil pun muncul dan membuatnya melakukan apa saja guna mencuri perhatian sang musisi. Ia berharap kebahagiaan akan datang bersama balasan rasa. Namun, yang tiba justru sebaliknya. Penolakan yang ia terima tak hanya mematahkan harapan, tetapi juga menjadi titik balik yang mengguncang kehidupan Eleanor.

Bersama Raymond, rekan kerja yang tak sengaja terlibat dengan permasalahan Eleanor, ia kembali menelisik masa lalunya. Yang tanpa sadar, perlahan menggeser tembok besar yang selama ini telah dibangun. 

Novel ini mengajak pembaca untuk menyelami lapisan masa lalu Eleanor Oliphant. Trauma masa kecil, relasi toksik dengan keluarga, serta pengalaman kelam yang membentuk cara pandangnya terhadap dunia terkuak secara perlahan. Penyajian pesan tersampaikan dengan apik, dengan sentuhan humor yang justru menampar lebih dalam.

Kekuatan novel ini terletak pada pembangunan karakter yang intim. Eleanor bukan sosok yang mudah dicintai pada awalnya, bahkan nyaris enggan didekati. Namun, seiring kisah berjalan, pembaca akan menemukan improvisasi karakter tokoh dalam mekanisme bertahan hidup. Ia bukannya tidak peduli, tetapi hanya belum pernah benar-benar diajarkan cara untuk merasa aman.

Secara tematik, buku Eleanor Oliphant is Completely Fine menyinggung isu kesehatan mental dengan penyajian alur yang sistematis dan mudah dipahami. Ia tidak hanya memaparkan isu kesehatan mental, tetapi juga menawarkan keterbukaan solusi. Pada akhirnya, buku ini merupakan refleksi bahwa “I’m completely fine” sering kali hanyalah topeng sosial, yang pada nyatanya bukanlah suatu kelemahan, melainkan alarm dari tubuh untuk rehat sejenak dan memberi ruang bagi diri sendiri untuk jujur terhadap apa yang dirasakan, dan kemudian perlahan menyembuhkannya. 

 

Penulis : Nadzira Inas Waluyo

Editor : Salsa Puspita

Scroll to Top