
Penyerahan Peta Kepadatan Penduduk kepada Kepala Desa Wonosari, Senin (5/02). (Sumber : Dok. Pribadi)
Citizen Journalism – Kepadatan penduduk memperlihatkan jumlah penduduk dalam suatu wilayah. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip), Nanda Irham Husnul melakukan pembuatan peta kepadatan penduduk di Desa Wonosari, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan.
Program ini berusaha membuka pintu transparansi mengenai jumlah penduduk di Desa Wonosari. Pembuatan peta tersebut juga turut melibatkan perangkat Desa Wonosari.
Proses pembuatan peta dimulai dengan memasukkan data, mencatat, dan memvalidasi informasi lapangan dengan memastikan setiap detail mencerminkan gambaran yang akurat tentang kepadatan penduduk.
Hal ini merupakan langkah krusial untuk memastikan peta yang dihasilkan dapat berguna bagi masyarakat setempat.
Setelah data didapatkan, mahasiswa KKN melakukan pengolahan data secara teliti dan disertai dengan konsultasi dengan perangkat desa. Penggunaan data hasil wawancara dengan pihak desa setempat memastikan bahwa peta yang dihasilkan tidak hanya mencerminkan angka dan statistik, tetapi juga merangkum cerita hidup dan kebutuhan masyarakat Desa Wonosari.
Hal tersebut merupakan pendekatan holistik yang berusaha memahami penduduk bukan hanya sebagai angka, tetapi sebagai individu dalam suatu konteks sosial dan ekonomi.
Setelah peta tersedia dalam bentuk cetak, mahasiswa KKN memberikan peta kepada perangkat desa disertai dengan memberikan penjelasan rinci tentang cara membaca peta dan fungsi utamanya.
Mahasiswa KKN tidak hanya untuk memberikan peta sebagai lembaran informasi statis, tetapi juga memastikan masyarakat dapat memahami dan memanfaatkan informasi kepadatan penduduk dengan benar.
Peta tersebut diharapkan dapat membuka pintu pemahaman masyarakat terhadap kondisi penduduk Desa Wonosari.
“Adanya peta kepadatan penduduk ini harapannya masyarakat dapat lebih memahami dinamika populasi di Desa Wonosari. Hal ini bukan hanya sekadar angka, tetapi cerminan dari kehidupan sehari-hari,” ujar Nanda.
Dengan informasi yang lebih transparan, masyarakat dapat dengan mudah mengetahui keadaan sekitar, mengidentifikasi tren pertumbuhan, dan mengakses data yang dapat mendukung perencanaan dan pengembangan komunitas.
Tidak hanya untuk kebutuhan lokal saja, peta kepadatan penduduk ini juga dapat memberikan manfaat bagi pendatang dari luar desa. Mereka dapat dengan mudah mengakses data penduduk dan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang struktur dan dinamika sosial di Desa Wonosari.
Penulis: Nanda Irham Husnul, Sekolah Vokasi
Editor: Hesti Dwi Arini



