Mahasiswa Undip Manfaatkan VR dalam Upaya Mitigasi Bencana

Edukasi mitigasi bencana gunung berapi melalui bantuan video 3D. (Sumber: Youtube PKM M SEMIVIRAL)

Warta Utama­–– Berhasil melanjutkan perjuangan ke PIMNAS ke-33, Tim PKMM (Program Kreativitas Mahasiswa kepada Masyarakat) Undip mengusung konsep edukasi bencana berbasis Virtual Reality. Edukasi ini berfokus pada mitigasi bencana gunung merapi di Desa Srumbung, Magelang, Jawa Tengah. PKMM ini berjudul ‘Sistem Edukasi Mitigasi Bencana Gunung Merapi Berbasis Virtual Reality pada Masyarakat Desa Srumbung’.

Ide PKMM ini didasari dari banyaknya kendala pelaksanaan edukasi mitigasi secara langsung. Adapun persiapannya cukup banyak dengan anggaran yang tidak sedikit. Selain itu mengenai masalah waktu, dimana cukup sulit dalam menyesuaikan waktu dengan peserta sehingga ilmu tidak bisa dibagikan secara menyeluruh.

“Kita ingin memanfaatkan teknologi untuk edukasi mitigasi bencana gunung merapi. Sebelum-sebelumnya, edukasi bencana tidak tepat sasaran dan perizinannya susah juga anggarannya juga besar karena harus menyewa tempat dan alat, untuk waktu juga tidak bisa fleksibel,” jelas ketua tim, Ilham saat dihubungi awak LPM Manunggal, Rabu (04/11).

Dengan Virtual Reality ini bisa menghemat biaya mitigasi bencana dengan waktu yang lebih fleksibel. Orang bisa mempelajari mitigasi bencana ini di waktu luang dan semakin banyak orang yang bisa dijangkau karena tidak ada batasan waktu dan tempat.

“VR (Virtual Reality, red) ini juga tidak terbatas hanya untuk edukasi bencana gunung merapi, ada banyak edukasi yang bisa dimasukkan di Virtual Reality ini. Misalnya di dunia pendidikan, tinggal disesuaikan saja dengan kontennya,” kata Ilham.

Sistem ini dikenalkan kepada karang taruna agar bisa dibagikan kepada masyarakat Desa Srumbung. “Setelah pendanaan kami banyak obrolan dengan mitra, agar mitra menguasai tentang teknologi ini. Sehingga mitra ini bisa memberikan dampak ke pihak lain. Mitra kita adalah karang taruna,” kata Ilham.

Kegiatan yang dilakukan adalah penyampaian informasi melalui media daring yaitu Microsoft Teams dan Zoom. “Kami memberikan informasi apa itu mitigasi bencana, apa itu virtual reality. Kami juga mengundang pihak yang berkompeten di mitigasi bencana untuk memberikan materi ke karang taruna,” jelasnya.

Meskipun dilakukan secara daring, kendala komunikasi tidak menjadi penghalang penyampaian informasi kepada masyarakat Desa Srumbung. “Kendala kami terbatas ruang, kami hanya mengadakan conversation dengan Teams dan Zoom. Awalnya terkendala, tapi setelahnya terbiasa dan tidak ada kendala yang cukup berarti,” tutup Ilham

Reporter: Fidya Azahro

Penulis: Fidya Azahro

Editor: Winda N, Alfiansyah

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top