
CEGAS studio menjadi salah satu tim yang turut berpartisipasi dalam Urban Innovation Challenge yang diadakan oleh UNDP Accelator Lab Indonesia dan Ecoxyztem. CEGAS (Center of Geomatics Application for Sustainable Development) berfokus pada perencanaan spasial menggunakan aplikasi geomatika. CEGAS studio beranggotakan mahasiswa UNDIP yang dibimbing oleh Prof. Dr. Rer. Nat. Imam Buchori, S.T dan Dr. Anang Wahyu Sejati S.T M.T sebagai advisor, berhasil masuk menjadi salah satu dari total 10 finalis menuju demo day. Demo day dilaksanakan pada 24 Desember 2021 di Artotel Thamrin, Jakarta. Tim CEGAS Studio yang diketuai Andika Wiratmaja dan terdiri dari 12 orang lainnya berhalangan hadir onsite sehingga mengikuti demo day secara online melalui Zoom.
Urban Innovation Challenge (UIC) sendiri merupakan sebuah program kolaborasi antara UNDP Accelerator Lab Indonesia dengan Ecoxyztem. Tujuan program diharapkan mampu mengatasi masalah pembangunan. “Urban Innovation Challenge merupakan upaya kami untuk mendorong inovasi akar rumput dan memfasilitasi kolaborasi masyarakat dan innovator dalam mendukung perkotaan mencapai pencapaian SDGs,” ujar Sophie Kemkhadze, Deputy Resident Representative UNDP Indonesia. Harapannya inovasi tersebut mampu mendorong komunitas untuk aktif berpartisipasi mengembangkan solusi baru maupun yang sudah ada sesuai dengan kearifan lokal.

CEGAS menawarkan solusi peningkatan kapasitas, tanggap darurat, kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di Perkotaan Slawi melalui konsep participatory smart urban resilience. Tim CEGAS mengusulkan inovasi tersebut sebab Perkotaan Slawi kerap kali mengalami bencana namun belum ada platform untuk kolaborasi dan integrasi antar stakeholder, yang berakibat pada terhambatnya penanggulangan bencana. Tim CEGAS berinovasi untuk mengintegrasikan stakeholder terkait dalam sebuah portal kebencanaan. Portal tersebut diharapkan dapat mempermudah pemerintah daerah dalam updating data bencana real time serta berkolaborasi dengan mitra. Portal tersebut akan mempermudah pihak swasta dalam pemberian CSR serta dilengkapi dengan portal kesiapsiagaan bagi masyarakat untuk bergabung menjadi relawan. Melalui solusi tersebut, Tim CEGAS terpilih menjadi solusi terbaik dari kategori smart city.

Kini, Tim CEGAS telah dalam tahap implementasi dari inovasi tersebut. Per Agustus 2022, progres Tim CEGAS telah melakukan survei pemetaan lokasi bencana banjir dan tanah bergerak. Saat ini Tim CEGAS sedang bersiap untuk tahap selanjutnya yaitu digitalisasi hasil pemetaan ke portal kebencanaan. Inovasi ini masih berada dalam tahap on going dan ditargetkan akan selesai implementasi pada Desember 2022.
Penulis: Lieonardo Novendo Utomo (Mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah Kota, 2019)
Editor: Malahayati Damayanti F




