Limbah Masker Bersifat Infeksius, Mahasiswa Undip Sosialisasikan Ecobrick kepada Ibu PKK

Shofie Fisabilla, mahasiswa Undip saat memberikan hasil ecobrick kepada perwakilan Ibu PKK RT 03 RW 06. (Sumber: Dok. Pribadi)

Citizen Journalism – Masker merupakan hal krusial yang dibutuhkan oleh masyarakat terutama di masa pandemi. Oleh karena itu, penggunaan masker sekali pakai mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya kasus Covid-19. Limbah masker sekali pakai pun turut meningkat dan kurang tepat penanganannya apabila dibuang layaknya sampah pada umumnya karena limbah masker bersifat infeksius atau menular.

Namun, keadaan yang terjadi adalah sebaliknya. Seringkali limbah masker ditemui di pinggir-pinggir jalan dan berserakan. Bahaya dari pembuangan limbah masker yang tidak pada tempatnya dapat berpotensi menyebarkan virus yang mungkin diderita si pemilik masker. Selain itu, limbah masker yang berserakan dapat merusak lingkungan dan mengganggu makhluk hidup lainnya.

Dalam upaya penanganan limbah masker dan limbah plastik, Shofie Fisabilla, mahasiswa Teknologi Pangan TIM II KKN Undip 2020/2021 mengusung tema penanganan limbah masker menjadi ecobrick. Ecobrick merupakan metode yang dilakukan untuk mengurangi limbah dengan cara memasukkan limbah tersebut ke botol dengan susunan yang padat. Syarat dikatakan sebagai ecobrick adalah apabila berat botol mencapai 33% dari volume botol. Pembuatan ecobrick ini terbilang mudah dan murah untuk diterapkan di masyarakat. Sampah-sampah masker yang sudah dibersihkan dan dikeringkan dipotong kecil kemudian dimasukkan ke botol bersama limbah plastik yang telah dibersihkan.

Proses pembuatan ecobrick. (Sumber: Dok. Pribadi)

Ecobrick sendiri nantinya dapat dijadikan sebagai susunan yang kuat pengganti batu bata atau digunakan sebagai penghias lingkungan desa. Selama sosialisasi dan pemaparan mengenai ecobrick, ibu-ibu RT 03 RW 06 Kelurahan Jatingaleh, Kecamatan Candisari, Kota Semarang nampak sangat suportif dan memberikan komentar positif meskipun melalui daring. Program ecobrick dinilai bermanfaat bagi masyarakat yang selama ini masih bingung dalam penanganan limbah rumah tangga, seperti plastik dan masker bekas.

“Dengan adanya ecobrick harapannya dapat menambah kreativitas masyarakat dan semakin banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi sehingga persoalan limbah dapat teratasi,” komentar Wahyu Savitri, Ibu PKK RT 03 RW 06.

 

Penulis: Shofie Fisabilla, mahasiswa Teknologi Pangan 2018

Editor: Aslamatur Rizqiyah, Fidya Azahro

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top