Limbah Dapur Jadi Pupuk Ajaib! Mahasiswa KKN Undip Sulap Air Cucian Beras Jadi Pupuk

Mahasiswa KKN Undip Berikan Edukasi Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Air Cucian Beras Kepada Ibu-Ibu PKK Desa Banaran, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Rabu (7/8). (Sumber: Dok. Pribadi)

 

Citizen Journalism – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II 2023/2024 Universitas Diponegoro (Undip) kembali berinovasi dengan mengajak ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) memanfaatkan limbah air cucian beras yang seringkali dianggap sepele. Yeshi Keilla Tasriva, mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen Sumber Daya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) yang terlibat dalam program ini, menjelaskan bahwa air cucian beras mengandung berbagai nutrisi penting bagi lingkungan, seperti vitamin B, protein, dan mineral. 

Jika terakumulasi di perairan dalam jumlah banyak, hal ini dapat menyebabkan eutrofikasi atau kelebihan nutrisi yang dapat mengganggu kehidupan biota air. Melalui program edukasi yang intensif, mahasiswa berhasil mengubah persepsi masyarakat tentang limbah tersebut dan mengajak untuk mengolahnya menjadi Pupuk Organik Cair (POC) yang bermanfaat bagi tanaman.

“Dengan sedikit tambahan bahan seperti molase dan Effective Microorganism-4 (EM4), limbah air cucian beras bisa difermentasi menjadi POC yang sangat baik untuk menyuburkan tanaman,” ujar Yeshi.

Program edukasi pembuatan POC dari air cucian beras ini dilaksanakan di Rukun Tetangga (RT) 01, Rukun Warga (RW) 02, Dukuh Banaran, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, dengan melibatkan sekitar 40 Ibu Rumah Tangga (IRT) pada Rabu, (7/8). Penyampaian edukasi diawali dengan penjelasan mengenai dampak negatif pembuangan air cucian beras ke saluran air dan dilanjutkan cara pembuatan serta penggunaan POC untuk tanaman. Alat dan bahan yang digunakan meliputi air cucian beras, EM4 pertanian, molase/tetes tebu, dan wadah bertutup. 

Disebabkan adanya keterbatasan waktu, demonstrasi sulit dilakukan sehingga sampel produk POC yang sudah dikemas langsung dibagikan kepada ibu-ibu PKK yang hadir. Mereka mengaku baru mengetahui bahwa air cucian beras yang selama ini dibuang begitu saja ternyata memiliki manfaat untuk tanaman di pekarangan rumah. 

“Saya baru tahu ternyata air cucian beras ini dapat dijadikan pupuk untuk tanaman. Setelah diberikan edukasi pembuatan POC semoga bisa terus dipraktikkan ibu-ibu untuk mengurangi limbah,” ujar Nining Syarofah, salah satu peserta edukasi.

Melalui edukasi yang telah terlaksana ini, Yeshi berharap ke depannya masyarakat bisa lebih sadar akan pentingnya mengelola limbah rumah tangga secara bijak. Ia juga berharap agar program ini dapat berkembang dengan melibatkan lebih banyak pihak sehingga menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

 

Penulis: Yeshi Keilla Tasriva (Mahasiswa Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan) 

Editor: Ayu Nisa’Usholihah, Hesti Dwi Arini, Nuzulul Magfiroh

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top