Lawan Stigma Buruk dan Jangan Takut Bicarakan Menstruasi!

Ilustrasi pada buku “Go with The Flow” karya Lily Williams & Karen Scheemaan yang mengangkat isu mengenai stigma menstruasi. (Sumber: Scribd.com)

 

Opini – Istilah “menstruasi” memang bukan lagi hal asing bagi sebagian besar orang. Namun pertanyaannya, apakah sebagian besar orang sudah cukup teredukasi dan paham betul cara menghadapi menstruasi? Saya rasa tidak. Sekalipun bagi perempuan itu sendiri. Anggapan bahwa pembicaraan mengenai menstruasi merupakan hal yang tidak sopan bahkan tabu membuat banyak perempuan malu dan menganggap menstruasi sebagai aib baginya. Belum lagi kecenderungan masyarakat Indonesia yang lebih bertumpu pada mitos daripada riset atau fakta ilmiah membuat stigma buruk menstruasi turun-temurun dikonsumsi oleh masyarakat. Tidak jarang banyak ibu yang mewanti-wanti anak perempuannya untuk tidak membicarakan fenomena biologis tersebut ke orang lain, terutama laki-laki meskipun itu anggota keluarganya sendiri. Hal inilah yang kemudian membatasi pandangan dan menghambat saratnya edukasi menstruasi bagi teman-teman perempuan. Padahal tanpa kita sadari, perihal menstruasi merupakan hal esensial yang wajib dipahami oleh semua orang.

Refleksi mengenai menstruasi ini juga datang dari pengalaman saya yang tumbuh di lingkungan dengan segudang mitos yang kemudian mendoktrin masyarakat untuk menganggap menstruasi sebagai hal memalukan dan kotor. Saya ingat betul di rumah maupun sekolah, saya dan teman-teman perempuan lainnya sering diingatkan untuk tidak kemana-mana karena ketika menstruasi, roh jahat atau dedemit senang mengikuti. Belum lagi ketika tiba-tiba “bocor” di sekolah dan anak-anak lain mulai mengolok, tidak sedikit teman perempuan (bahkan saya sendiri) menjadi gelisah hingga paranoid setiap red day tiba.

Pun hingga beranjak remaja, informasi mengenai menstruasi tidak banyak saya terima. Saya tumbuh dengan pemikiran bahwa darah menstruasi adalah “darah kotor” sehingga yang diajarkan hanya sebatas bagaimana cara memasang pembalut kemudian mencucinya hingga bersih agar tidak mengundang dedemit. Justru dari dunia maya, barulah saya tahu bahwa darah menstruasi bukan darah kotor dan tidak ada bedanya dengan darah yang keluar saat kita terluka. Mengutip dari salah satu artikel Siloam Hospitals yang bertajuk Mengulik Fakta dan Mitos tentang Haid yang Perlu Diketahui, pada dasarnya darah menstruasi hanyalah hasil peluruhan dinding rahim serta selaput lendir akibat tidak terkena proses pembuahan sel telur oleh sperma. Hal ini sudah cukup membantah stigma bahwa darah menstruasi adalah darah kotor. Oleh karena itu, darah pada pembalut sebenarnya tidak perlu dicuci karena dapat mencemari aliran air dari kamar mandi yang digunakan.

Kendatipun begitu, saya turut paham jika banyak teman perempuan yang tidak bisa lepas dari kebiasaan mencuci pembalut karena sedari awal sudah diajarkan seperti itu. Di media sosial X diskursus mengenai kebiasaan mencuci pembalut ini juga beberapa kali ramai diperdebatkan. Dari sini saya sadar jika banyak dari kita yang sedari kecil tumbuh dengan mitos-mitos terkait menstruasi. Selain memperkaya pandangan, saya juga senang karena obrolan tentang menstruasi sudah mulai menjadi isu publik yang dapat diperbincangkan lewat dunia maya.

Hadirnya buku non-fiksi ringan seperti Tak Perlu Malu dengan Menstruasimu karya Dhianita Kusuma Pertiwi juga menjadi bukti bahwa persoalan menstruasi memang layak dibicarakan dan disebarkan dengan lantang. Seumur hidup mungkin saya tidak akan tahu istilah dismenorea yang digunakan untuk menyebutkan keadaan nyeri haid atau istilah menarche yang berarti momen pertama kali menstruasi. Saya yakin jika pandangan masyarakat lebih terbuka terhadap menstruasi, walau dengan modal mencari informasi di internet atau berdasar literatur, semua orang pasti bisa mendapat edukasi yang cukup mengenai menstruasi dan tidak lagi menganggapnya aib yang harus ditutup-tutupi.

 

Penulis: Christini Letania Pratami

Editor: Nurjannah, Nuzulul Magfiroh 

Referensi: 

Pertiwi, D., K. (2024, Juli). Tak Perlu Malu dengan Menstruasimu. Yogyakarta: EA Books. 

Tim Medis Siloam Hospitals. (2024, Agustus 22 ). Mengulik Fakta dan Mitos tentang Haid yang Perlu Diketahui. Diakses pada Jumat (3/7) melalui pranala https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/fakta-dan-mitos-tentang-haid

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top