Kreatif! Mahasiswa KKN Undip Buat Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah di Desa Paluhombo

Penyerahan Lilin Aromaterapi kepada Anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Paluhombo, Kamis (25/7) (Sumber: Dok. Pribadi)

 

Citizen Journalism – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) 2023/2024, A’am Sahal Mushoffi, Program Studi (Prodi) Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Sekolah Vokasi (SV) melaksanakan program kerja (proker) monodisiplin bertajuk “Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah” di Balai Desa Paluhombo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo pada Kamis, (25/7).

Minyak jelantah seringkali dianggap sebagai limbah yang tidak memiliki nilai guna. Membuang minyak jelantah secara sembarangan dapat menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan, seperti pencemaran tanah dan air. 

Melalui kegiatan ini, Tim KKN Undip berupaya memberikan solusi kreatif dan ramah lingkungan dengan mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat.

A’am menjelaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi limbah rumah tangga, tetapi juga untuk memberdayakan masyarakat desa. 

“Kami Tim KKN ingin memberikan alternatif usaha yang bisa dilakukan oleh masyarakat dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar. Dengan sedikit kreativitas, limbah yang dianggap tidak berguna bisa diubah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi,” ujar A’am.

Kegiatan pelatihan pembuatan lilin dimulai dengan sambutan dari perwakilan Tim KKN dan Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Paluhombo. Setelah itu, peserta dibimbing dalam proses pembuatan lilin aromaterapi, yang dimulai dari tahap penyaringan minyak jelantah untuk memastikan kebersihan bahan dasar. Minyak yang sudah disaring kemudian dicampur dengan bahan tambahan, seperti pewarna dan minyak esensial untuk memberikan aroma pada lilin. 

Kemudian, peserta diajarkan cara mencampur bahan dengan takaran yang tepat agar menghasilkan lilin yang berkualitas. Proses pencetakan lilin menjadi bagian yang menarik dari kegiatan ini. Peserta dapat memilih bentuk dan ukuran lilin sesuai selera masing-masing. 

Salah satu peserta, Siyam, menyatakan kegembiraannya.

“Ini pengalaman pertama saya membuat lilin sendiri. Ternyata tidak sulit dan hasilnya juga bagus. Saya tertarik untuk mencoba lagi di rumah,” ujar Siyam.

Poin penting yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah potensi usaha dari pembuatan lilin aromaterapi. Dengan biaya produksi yang relatif rendah dan bahan baku yang mudah didapat, lilin aromaterapi dari minyak jelantah dapat menjadi alternatif usaha rumahan yang menguntungkan. Selain itu, produk ini juga memiliki pangsa pasar yang luas, terutama di kalangan masyarakat yang peduli dengan produk ramah lingkungan.

A’am juga mengingatkan peserta akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. 

“Dengan memanfaatkan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, kita tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga mencegah pencemaran lingkungan. Ini adalah langkah kecil yang bisa kita lakukan bersama untuk masa depan yang lebih baik,” katanya.

Kegiatan ini pun mendapatkan respons positif dari peserta. 

“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami jadi tahu bahwa minyak jelantah yang biasanya dibuang ternyata bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan memiliki nilai jual.” ujar Siyam.

Di akhir kegiatan, A’am bersama Tim KKN Undip memberikan kenang-kenangan berupa bahan-bahan dasar pembuatan lilin kepada peserta sebagai bentuk dukungan awal untuk memulai usaha.

“Harapannya, setelah kegiatan ini, Ibu-Ibu PKK bisa terus mengembangkan keterampilan ini bahkan mungkin bisa menjadi peluang usaha baru di Desa Paluhombo,” tutup A’am.

Dengan antusiasme dan semangat yang tinggi dari para peserta, kegiatan pembuatan lilin aromaterapi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Paluhombo.

 

Penulis: A’am Sahal Mushoffi (Mahasiswa Prodi Teknik Rekayasa Kimia Industri, Sekolah Vokasi)

Editor: Ayu Nisa’Usholihah 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top