Sistem filtrasi kolam pintar yang terintegrasi dengan smartphone. (Sumber: Dok. Pribadi)
Citizen Journalism – Tim PKM PI Universitas Diponegoro menghadirkan kolam pintar ramah lingkungan berbasis Internet of Things terintegrasi smartphone. Inovasi Kolam Pintar hadir untuk menjawab tantangan pembudidaya ikan khususnya ikan hias koi. Bapak Debei, seorang pembudidaya ikan hias koi di Magelang yang telah menjalankan bisnis budidaya ikan koi miliknya sejak tahun 2010 silam. Beliau menjelaskan keluhan terkait survival rate ikan hias koi yang rendah. Hal ini dipicu karna kualitas air yang buruk dan pemberian pakan yang tidak terjadwal. Disisi lain biaya listrik yang harus dikeluarkan setiap bulannya cukup besar ditambah dengan biaya air PAM yang harus ditanggung apabila kondisi air kolam sudah berwarna kecoklatan sehingga harus menukar total air kolam.
Berdasarkan hal tersebutlah yang mendasari tekat tim peneliti yang terdiri atas Ayu Putri Lestari, Savero Pakavi Zahrudin, Muhammad Adib Ubaidillah, Diastuti Nur Alfiyanti, M. Fahreza Aulia, dengan dosen pembimbing Dr. Ir. Suminto, M.Sc., merancang kolam pintar. Kolam pintar ramah lingkungan berbasis Internet of Things terintegrasi smartphone merupakan teknologi yang dirancang dengan konsep sistem resirkulasi yang dapat me-monitoring parameter kualitas air melalui sensor suhu, sensor TDS (Total Dissolved Solid), sensor DO (Dissolved Oxygen), dilengkapi dengan aerator dan pemberian pakan otomatis (Automatic Feeder) berbasis Internet of Things yang terintegrasi melalui smartphone serta sumber energi dari panel surya untuk mensuplai kebutuhan listrik dalam sistem tersebut. Berikut mekanisme kerja kolam pintar :
- Energi listrik dari panel surya disimpan kedalam baterai
- Energi dari baterai akan disalurkan ke aerator dan arduino sebagai pusat komputasi dan sensor.
- Apabila daya yang tersimpan di dalam aki kurang dari 50% maka secara otomatis arus listrik akan berpindah ke PLN dan Aki dari PLTS akan melakukan charging. Hal ini berguna untuk menjaga keawetan baterai.
- Sistem pemantauan kualitas air diawali dari pengukuran secara real time oleh sensor suhu, TDS dan DO pada kolam. Data pengukuran kualitas air tersebut ditampilkan pada aplikasi Kolam Pintar yang telah terpasang pada smartphone.
- Otomatisasi pemberian pakan dapat dikontrol dengan aplikasi Kolam Pintar dengan pengatur waktu maupun tombol on-off. Ketika timer sudah menunjukan waktu makan ikan. Data mengenai sisa pakan pada tempat penyimpanan pakan dipantau oleh sensor ketinggian dan ditampilkan pada aplikasi Kolam Pintar.
- Sistem filtrasi digunakan untuk menjaga mutu air kolam agar tetap dalam keadaan optimal. Air kolam akan diberi tekanan dari pompa menuju ke tanaman selada air, setelah itu air masuk ke tong filtrasi yang berisi media berupa jaring nelayan, oyster, dan bioball.
Perancangan teknologi tersebut dilaksanakan di tempat budidaya ikan hias koi milik Pak Debei yang beralamat di Jl. Pager Gunung km 1, Grabag, Magelang (kolam pinggir jalan sebelah timur pasar hewan grabag) sejak bulan Juni hingga saat ini. Kendala yang dihadapi pada saat proses pembuatan alat adalah tahap trial and eror yang membutuhkan waktu cukup lama selain itu kondisi PPKM yang ada di kota Semarang menyebabkan sedikit terkendala untuk mencari alat.
Dari hasil pengamatan, filter air yang terdiri dari bioball, oyster, jaring nelayan dan tanaman air dapat menurukan TDS. Untuk suhu dan dissolved oxygen juga sudah memenuhi parameter kualitas air budidaya ikan hias koi. Dengan adanya pakan otomatis dan kualitas air yang memenuhi parameter telah terbukti dapat mengurangi ikan yang mati. Untuk biaya listrik dan biaya air yang dikeluarkan setiap bulan juga menjadi lebih hemat.
Dokumentasi bersama Pak Taufik, Penyuluh Perikanan Budidaya, Minggu (8/8). (Sumber: Dok. Pribadi)
Pada Minggu (8/8), Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Magelang berkunjung ke lokasi. Bapak Taufik, selaku Penyuluh Perikanan Budidaya menjelaskan bahwa transformasi akuakultur di era 4.0 memerlukan suatu inovasi baru yang mampu membantu para pelaku budidaya ikan.
“Ya, yang seperti ini yang kami butuhkan, saya kira di daerah kami belum pernah ada inovasi teknologi seperti ini. Kami bersyukur, di masa pandemi yang sulit seperti sekarang ini, terdapat mahasiswa yang mau membantu pelaku usaha budidaya ikan koi dengan melahirkan rancangan teknologi seperti ini,” tutur Pak Taufik
“Dengan adanya rancagan teknologi ini merupakan suatu inovasi baru yang apabila diperkenalkan kepada para pembudidaya ikan khususnya ikan hias koi di Indonesia, saya yakin akan membuat mereka sangat terbantu, apalagi dilengkapi dengan automatic feeder dan monitoring kualitas air jarak jauh yang bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja,” jelas Bapak Debei lebih lanjut.
Pengembangan inovasi kolam pintar ini akan terus dilakukan agar dapat diterapkan dan menjadi alat percontohan bagi pembudidaya ikan di Indonesia. Selain itu, langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah pembuatan hak paten Kolam Pintar.
Penulis: Ayu Putri Lestari, mahasiswa Teknik Kimia 2018 (Tim PKM PI Undip)
Editor: Fidya Azahro




