Penyerahan Bantuan Peralatan Mandi oleh PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. kepada Mahasiswa Undip, Senin (4/3). (Sumber: Manunggal)
Warta Utama – PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. menjalin kerja sama dengan Universitas Diponegoro (Undip) guna memberikan dukungan kepada mahasiswa. Sebagai bagian dari kemitraan, Bank Mandiri memberikan bantuan berupa peralatan mandi kepada mahasiswa Undip.
Kegiatan penyerahan bantuan ini digelar dengan lancar di Student Center Undip yang dihadiri oleh staf, mahasiswa, dan perwakilan Bank Mandiri. Prof. Dr. Yos Johan Utama S.H., M.Hum. selaku Rektor Undip, secara resmi membuka acara tersebut pada Senin (4/3), pukul 11.00 WIB.
Dalam sambutannya, Prof Yos merespons baik kemitraan ini dan mengucapkan terima kasih kepada Bank Mandiri atas kontribusinya dalam mendukung kesejahteraan mahasiswa.
“Semoga bantuan ini menjadi amal ibadah. Terima kasih, semoga Allah selalu melindungi semua warga Undip dan juga Bank Mandiri,” pungkas Prof. Yos di ujung sambutannya.
Bantuan peralatan mandi ini merupakan salah satu bentuk Program CSR (Corporate Social Responsibility) PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Sebanyak 1.800 paket peralatan mandi dibagikan.
Tidak hanya di Kampus Tembalang, pembagian bantuan juga dilaksanakan di Kampus Pleburan, Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Kampus Batang, Kampus Pekalongan, Kampus Jepara, dan Kampus Rembang.
Di Kampus Tembalang, penyebaran bantuan peralatan mandi dibagikan di sejumlah titik. Terdapat tiga titik lokasi, yaitu Student Center, halaman parkir Senat Akademik-Majelis Wali Amanat (SA-MWA), dan Auditorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK). Sedangkan di Kampus Pleburan, bantuan tersebut didistribusikan di Auditorium Imam Bardjo, S.H.
Adapun mekanisme pengambilan bantuan peralatan mandi tersebut sama seperti sistem pendaftaran makanan sehat (food truck) di laman tautan form.undip.ac.id. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan makanan, tetapi juga peralatan mandi secara gratis.
Penyerahan bantuan peralatan mandi ini menjadi salah satu bentuk kepedulian Bank Mandiri terhadap mahasiswa di Semarang, khususnya Undip. Program ini bertujuan untuk menunjang kualitas mahasiswa dengan mengutamakan lingkungan yang sehat dan bersih.
“Kebetulan ini programnya penyerahan alat mandi. Harapannya supaya teman-teman mahasiswa di Undip bisa tumbuh sehat, belajarnya juga bisa maksimal. Sehingga nanti insyaallah bisa menjadi orang sukses semuanya,” terang Alwiat Seva Setyadi, Manajer Bank Mandiri.
Alwiat juga mengungkapkan bahwa ke depannya akan dilanjutkan program serupa di Undip. Untuk program selanjutnya, akan bersifat tematik sesuai kebutuhan mahasiswa yang bertujuan agar bisa mengenal lebih dekat Bank Mandiri.
“Selain memberikan program peralatan mandi, kita juga memperkenalkan teman-teman mahasiswa di sini SuperApss kami, yaitu Livin by Mandiri,” imbuhnya.
Para mahasiswa lantas memberikan respons positif terhadap wujud program kerja sama antara Undip dan Bank Mandiri tersebut. Antrean panjang tidak menyurutkan ketertarikan mereka.
Seperti yang diungkapkan oleh mahasiswa Sastra Indonesia 2022, Nabila Qurrotu Aini, yang merasa diuntungkan dengan adanya pembagian peralatan mandi. Selain itu, sistem pembagian yang bersamaan dengan kegiatan food truck juga mempermudah aksesibilitas mahasiswa. Ia pun berharap agar pembagian peralatan mandi dapat diperpanjang.
“Ini juga bantuan yang bersifat pokok, yang pastinya juga akan berguna untuk kita pergunakan di kehidupan sehari-hari,” terangnya.
Tidak hanya Nabila, Yemi Mayorina mahasiswa Ilmu Komunikasi 2021 turut memberi komentarnya. Ia mengaku mengetahui kegiatan pembagian peralatan mandi melalui akun X @undipmenfess. Dalam wawancara, ia mengatakan sarannya untuk menambah ragam bantuan yang dibagikan.
“Ke depannya mungkin bisa (divariasikan, red) untuk peralatan-peralatan yang lain, nggak hanya peralatan mandi. (Bantuan tersebut, red) untuk kebutuhan mahasiswa,” ungkapnya.
Tanggapan lain juga datang dari Faisal Kamaludin Malik. Mahasiswa Sastra Indonesia 2023 tersebut merasa bersyukur atas program yang diberikan oleh Bank Mandiri. Menurutnya, akan lebih baik jika kuantitas item yang dibagikan dapat terus ditambah.
“Bila perlu juga ditambah lagi. Nggak hanya 1.800, mungkin bisa 5.000 atau 10.000 paket yang dibagikan agar terbagi rata. Seluruhnya (agar, red) mahasiswa kebagian,” pungkasnya antusias.
Reporter: M. Irham Maolana, Hildha Muhammad Tahir, Naftaly Mitchell, Rizki Fahrizal Aziz
Penulis: M. Irham Maolana, Hildha Muhammad Tahir
Editor: Hesti Dwi Arini, Ayu Nisa’Usholihah
