Tim KKN Undip terapkan alat canting listrik yang dilengkapi chip prosesor untuk optimalisasi proses nyanthing di Desa Gewawang untuk (Dok.Pribadi).
Dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dosen dan mahasiswa dari Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Gemawang, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang pada pertengahan Juli 2019 hingga akhir Agustus 2019 . Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi kreatif yang ada di desa tersebut. Desa Gemawang telah dikenal sebagai desa vokasi dan memiliki UKM yang memproduksi batik, aksesoris berbahan kain, mainan edukatif, serta olahan kuliner.
Program yang dilaksanakan berupa penerapan alat canting listrik dan alat pengeringan pewarna alami. Alat canting listrik yang diterapkan memiliki chip prosesor di dalamnya sehingga menghasilkan suhu yang optimal untuk proses nyanthing. Salah satu pengrajin batik, Fauzi, mengatakan bahwa proses nyanthing batik menjadi lebih cepat dengan alat ini. Sementara itu, tim KKN Tematik Undip menerapkan alat pengering kulit kayu mahoni untuk UKM Batik Laweng Ageng milik Fauziah. Kayu mahoni merupakan bahan utama pewarna kain batik Laweng Ageng. Fauziah mengaku terbantu dengan alat ini, terutama dalam menjalankan produksi pewarna alami saat musim hujan.
Tim KKN Undip juga melakukan kegiatan yang bersifat penguatan manajemen. Kegiatan tersebut dilakukan melalui pelatihan dan pemasaran online, pembukuan usaha, perkreditan, dan pendampingan legalisasi usaha. Terdapat enam UKM yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Para pelaku usaha mengaku terbantu karena mampu memasuki pasar online dengan persiapan yang baik. Pengrajin dan pemilik UKM juga merasa terbantu dengan ilmu pembukuan usaha dan fasilitasi pendaftaran merek dan izin usaha yang diperoleh selama pelatihan.
Pada aspek pengolahan limbah, Tim KKN Undip juga memperkenalkan teknologi untuk mengolah limbah batik. Melalui tambahan alat elektrik ini, polutan yang terlarut pada limbah pewarnaan batik dapat digumpalkan dan tidak ikut terbuang ke saluran air. Peralatan ini telah diujicobakan di kolam penampungan limbah di UKM Batik Gemawang. Kepala Desa Gemawang, Mahmudi optimis produktivitas ekonomi kreatif dapat meningkat dan menghasilkan produk yang unggul dalam persaingan usaha.
Reyhan Fadhil
Mahasiswa Akuntansi FSM



