Warta Utama – Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur (KeSEMaT) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UNDIP kembali mengadakan program kerja tahunannya yaitu Mangrove Cultivation (MC) 2022 pada Selasa (1/3) hingga Kamis (3/3) secara luring di Balai Diklat Kota Semarang dan SMC Jateng dengan tema “Mangrove For Carrying Capacity Ecotourism” atau Mangrove sebagai Daya Dukung Ekowisata.
Acara ini terdiri dari seminar nasional, talk show, stand fair, coaching clinic pengolahan makanan, pembibitan dan penanaman mangrove.
Mangrove Cultivation 2022 mengundang beberapa narasumber penggiat mangrove dan pariwisata Kota Semarang, seperti Samsul Bahri Siregar, S.H, M.M. dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (DISBUDPAR) Kota Semarang, Mashadi dari DPRD dan penggiat mangrove Brebes, Nina Sofiatun sebagai Duta Pariwisata Jepara, Iqbal Iswandaru dari ARMAPALA Kendal, serta Paspha dan Frans A. Nainggolan dari Inspirasi Keluarga KeSEMaT (IKAMaT) Semarang.
Acara ini juga turut dihadiri oleh 18 perwakilan dari beberapa UKM di Fakultas Perikakan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro serta beberapa tamu undangan dari pemerintah Kota Semarang dan Jawa Tengah.

Ketua Pelaksana MC 2022, Tasya Putri Arinda menyebut perkembangan ekowisata mangrove di Indonesia menjadi alasan pengambilan tema acara tahun ini.
“Saat ini ekowisata mangrove Indonesia sedang berkembang, dengan adanya acara ini kita bisa lihat pandangan dari narasumber terutama penggiat mangrove dan potensi ekowisata mangrove kedepan,” imbuhnya.
Berlangsung selama tiga hari, MC 2022 dibuka dengan pelepasan balon dan peresmian di Hall Balaikota Semarang kemudian ditutup dengan pembibitan dan penanaman 200 mangrove di Mangkang. Acara ini juga mendapat beberapa respon positif dari para peserta.
“Pertama karena acara ini menjadi ajang bonding ku antar HMD di FPIK dan aku juga punya kenalan baru di luar Undip seperti dari Udinus dan dari Yogyakarta,” ungkap Lusi perwakilan HMIK Ilmu Kelautan FPIK ketika diwawancarai awak Manunggal
Setelah mengikuti acara Mangrove Cultivation 2022, para peserta berharap acara ini dapat menjadi salah satu media untuk membangkitkan kesadaran masyarakat mengenai konservasi mangrove dan kelestarian lingkungan.
“Jadi dengan adanya MC ini bisa menjadi salah satu media untuk meningkatkan kembali kesadaran kita tentang alam dengan salah satu caranya yaitu konservasi mangrove,”pungkas Bintang Ketua HIMAOSE.
Reporter : Vergia Ayunda Tiara Mawardhani
Penulis : Zahra Putri Rachmania
Editor : Rafika Immanuela, Malahayati Damayanti F
