Kenalkan Kesenian Tradisional pada Mahasiswa, FIB Undip Tunjukkan Kepedulian Akan Keberagaman Budaya

 

Warta Utama – Dalam rangka dies natalis ke-58, program studi Sastra Indonesia (Sasindo) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip) menggelar Gema Budaya yang resmi dibuka pada Senin (21/08) di halaman  FIB Undip Tembalang. 

Acara tersebut diawali dengan kirab budaya yang dimulai dari Laboratorium Terpadu Undip menuju FIB. Kegiatan ini diikuti oleh semua mahasiswa Sasindo dengan memakai pakaian tradisional. Dalam kirab budaya kali ini, panitia turut membawa gunungan buku sebagai simbolis Sastra Indonesia. 

“Karena kita berada di dalam lingkup pendidikan, tidak mungkin membawa gunungan berupa sayuran, padi, dan lain sebagainya, hasil panen kita ya buku, sumber segalanya bagi mahasiswa. Salah satu upaya kami juga untuk mendorong mahasiswa gemar membaca,” tutur Laura Andri Martini, S.S., M.A. selaku PIC Dies Natalis Sasindo.

Tema yang diusung dalam Gema Budaya kali ini adalah “Merawat Budaya, Merayakan Keberagaman” sebagai bentuk kepedulian Sasindo FIB Undip terhadap keberagaman budaya yang perlu dirawat dan dilestarikan keberadaannya. Selain itu, sebagai usaha mengenalkan kesenian tradisional dikalangan mahasiswa, terutama mahasiswa baru. 

“Mahasiswa sekarang cenderung mengenal kesenian modern, mereka kurang tahu kesenian tradisional. Acara ini sebagai usaha kami agar mahasiswa mengerti bahwa mereka merupakan bagian dari pelestari kesenian tradisional, kalau bukan kita siapa lagi yang melestarikan,” imbuh Laura Andri Martini. 

Dies Natalis Sasindo akan berlangsung hingga Jumat (26/8) mendatang dengan serangkaian kegiatan sebagai upaya mengenalkan budaya kepada mahasiswa, seperti penampilan kesenian tradisional kuda lumping, jaran kepang, barongsai, keroncong, soreng, orasi budaya, dan pementasan ketoprak yang merupakan kolaborasi antara dosen Sasindo dengan sanggar Sri Mulya Jurang Blimbing, Tembalang. 

Selain itu, acara ini juga diselingi oleh berbagai macam kegiatan lomba yang dapat diikuti oleh semua warga FIB dengan harapan dapat terjalin keakraban antar mahasiswa dan semua orang yang terlibat. 

“Harapannya tahun berikutnya dapat menggelar Gema Budaya dengan tajuk yang lekat dengan sastra Indonesia sehingga mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu dari perkuliahan saja, tapi juga dari kegiatan praktik seperti ini, hal tersebut menjadi proses mereka belajar,” tutupnya. 

 

Reporter: Hesti Dwi Arini, Widya Dwi Ariyani

Penulis: Hesti Dwi Arini

Editor: Fahrina Alya Purnomo

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top