Kasus Diabetes Melitus di Semarang Meningkat, Mahasiswa Keperawatan Gelar Kampanye Kesadaran Kesehatan

Cek Kesehatan Gratis di Car Free Day (CFD) Simpang Lima Semarang pada Minggu, (25/8). (Sumber: Manunggal)

 

Warta Utama – Sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan deteksi dini terhadap penyakit diabetes melitus, Himpunan Mahasiswa Ilmu Keperawatan Universitas Diponegoro (Undip) bersama mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Keperawatan dari berbagai universitas di Kota Semarang menggelar “SOCIAL CAMPAIGN 2024: CARE (Campaign, Awareness, Remind, Education) for Diabetes” di Car Free Day (CFD) Simpang Lima Semarang pada Minggu, (25/8).

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah atau gula darah. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius pada jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf jika tidak ditangani dengan baik.

Gejala umumnya meliputi sering buang air kecil, haus berlebih, rasa lapar yang terus-menerus, penurunan berat badan, perubahan penglihatan, dan kelelahan yang berlebihan.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), beberapa faktor risiko diabetes melitus meliputi kelebihan berat badan, kurangnya aktivitas fisik, dislipidemia, riwayat penyakit jantung, hipertensi, dan pola makan yang tidak seimbang. Data World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa penderita diabetes terus meningkat secara signifikan, menjadikannya masalah kesehatan global yang mendesak dengan perkiraan 240 juta orang di seluruh dunia tidak terdiagnosis.

Di Kota Semarang, kasus diabetes melitus juga mengalami peningkatan. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang M. Abdul Hakam, melaporkan bahwa pada tahun 2023 terdapat 5.991 kasus diabetes melitus. Beberapa faktor seperti gaya hidup yang buruk, peningkatan populasi, kurangnya kesadaran dan pendidikan kesehatan, serta faktor genetik berperan dalam tingginya prevalensi diabetes di kota ini.

Kampanye yang digagas oleh mahasiswa Prodi Ilmu Keperawatan berbagai universitas di Kota Semarang ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya promotif dan preventif terhadap diabetes melitus. Acara ini melibatkan pemeriksaan kesehatan gratis, yang meliputi pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS), kolesterol, asam urat, serta pijat refleksi diabetes. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan edukasi kesehatan melalui poster dan leaflet yang disediakan oleh panitia.

Ketua Program Sarjana Keperawatan Undip Agus Santoso, dalam sambutannya mengapresiasi keterlibatan tujuh perguruan tinggi dalam kegiatan ini, termasuk Universitas Islam Sultan Agung, Universitas Widya Husada Semarang, Universitas Ngudi Waluyo, Universitas Karya Husada Semarang, Universitas Muhammadiyah Semarang, dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Telogorejo. 

“Kegiatan social campaign ini dilakukan oleh mahasiswa keperawatan se-Kota Semarang. Saya merasa senang dan bangga, serta mengucapkan terima kasih kepada tujuh perguruan tinggi yang terlibat”, terang Agus.

Agus berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan, khususnya terkait diabetes melitus.

“Semoga masyarakat dapat merasakan dampak kebaikan dengan diadakannya pemeriksaan kesehatan gratis dan menjadi lebih peduli dengan kesehatannya. Semoga acara social campaign bisa berlanjut di tahun yang mendatang”, tutup Agus dalam sambutannya. 

Kampanye ini dihadiri oleh sejumlah tokoh pendidikan dan kesehatan, di antaranya Ketua Prodi Sarjana Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Dwi Retno Sulistyaningsih, dan Niken Sukesi dari Universitas Widya Husada Semarang. Dosen pembimbing Bidang Hubungan Eksternal Himpunan Mahasiswa Keperawatan Undip Madya Sulisno, juga turut hadir.

Acara ditutup dengan penampilan seni bernyanyi oleh mahasiswa keperawatan STIKES Telogerejo Semarang Icha Zunia Rohmah, yang memanjakan pengunjung dan tamu undangan.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat Kota Semarang semakin waspada terhadap penyakit diabetes melitus dan dapat mengendalikan faktor risikonya melalui gaya hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

 

Penulis: Laili Ulfa Nuraini

Editor: Ayu Nisa’Usholihah, Nuzulul Magfiroh

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top