Potret mahasiswa program Kampus Mengajar bersama siswa SDN 2 Pasegeran. (Sumber: Dok. Pribadi)
Citizen Journalism – Kampus Mengajar merupakan bagian dari Program Kampus Merdeka yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) . Kampus Mengajar memiliki tujuan untuk menghadirkan mahasiswa sebagai bagian dari penguatan pembelajaran literasi dan numerasi, serta membantu pembelajaran di masa pandemi, terutama untuk SD di daerah 3T. Mahasiswa yang diterjunkan berjumlah kurang lebih 14 ribu mahasiswa yang tersebar diseluruh Indonesia. Yang dilakukan selama tiga bulan atau 12 minggu.
Salah satu sekolah penempatan diadakannya program ini adalah SD Negeri 2 Pasegeran yang berada di Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara. Mahasiswa yang ditempatkan SD tersebut berjumlah lima orang, yaitu Luthfiana Milla Susanti (Universitas Muhammadiyah Purwokerto), Shalsabila Jihan Rakhmawati (Universitas Diponegoro) Anugrah Nur Pratiwi (Universitas PGRI Semarang), Egidia Aloevera (Universitas Negeri Semarang), dan Maulid Dhiyai Mubarok (Universitas Ahmad Dahlan). Kelima mahasiswa tersebut didampingi oleh dosen pembimbing lapangan, Diyamon Prashanda yang merupakan salah satu dosen dari Universitas Negeri Semarang(Unnes).
Lokasi sekolah yang berada di daerah pegunungan dan daerah rawan longsor menjadikan mahasiswa tersebut untuk selalu waspada dan selalu sigap apabila sewaktu-waktu bencana alam terjadi. Sehingga, selain menguatkan pembelajaran dalam numerasi dan literasi, mahasiswa Kampus Mengajar juga mengajarkan mengenai siklus fenomena gunung meletus dan pengenalan mitigasi bencana. Pembelajaran ini dilakukan bersama siswa kelas satu SDN 2 Pasegeran karena fenomena alam merupakan salah satu tema pembelajaran yang sedang mereka pelajari. Gunung meletus merupakan fenomena alam yang dapat digambarkan dengan bahan-bahan kimia yang terdapat di sekitar kita. Pembelajaran dengan model project based learning akan lebih berkesan bagi siswa, mudah dipahami, serta akan merangsang kemandirian dan keaktifan siswa.
Penulis: Shalsabila Jihan Rakhmawati, mahasiswa Fakultas Sains dan Matematika 2018
Editor: Aslamatur Rizqiyah, Dyah Satiti




