Jalan Sehat Warnai Rangkaian Dies Natalis ke-68 Universitas Diponegoro

Warta Utama – Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-68, Universitas Diponegoro (Undip) menggelar kegiatan jalan sehat di kawasan kampus Tembalang pada Sabtu (1 /11). Kegiatan ini diikuti oleh civitas academica, mulai dari dosen, tenaga kependidikan (tendik), hingga mahasiswa. Jalan sehat dilaksanakan dengan menempuh rute mengelilingi area utama kampus mulai dari Lapangan Widya Puraya, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Fakultas Sains dan Matematika (FSM), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP), Student Center, kemudian kembali ke titik awal.

Kegiatan jalan sehat ini menjadi bagian dari rangkaian panjang perayaan Dies Natalis Undip ke-68 yang dikemas dengan berbagai kegiatan: mulai dari kegiatan seni dan budaya, acara rohani, hingga expo inovasi riset. Menurut Rektor Undip Periode 2024-2029, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan suasana yang menyenangkan dan mempererat hubungan antarwarga kampus. Ia menegaskan bahwa perayaan Dies Natalis bukan hanya tentang seremoni, melainkan juga tentang memperkuat kebersamaan dan memperbarui semangat kolektif civitas academica.

Melalui kegiatan jalan sehat, Undip ingin menghadirkan keseimbangan antara produktivitas akademik dan kesejahteraan emosional. Di tengah kesibukan kerja dan pencapaian akademik, momentum ini memberi ruang bagi seluruh elemen kampus untuk berkumpul, berinteraksi, dan merayakan kebersamaan. Prof. Suharnomo menilai, keharmonisan antara dosen, mahasiswa, dan tendik merupakan fondasi penting bagi kemajuan institusi.

Selain kegiatan olahraga bersama, momentum Dies Natalis tahun ini juga menjadi ajang bagi Undip untuk menunjukkan sejumlah capaian strategis. Salah satunya adalah komitmen universitas dalam mewujudkan kampus berkelanjutan melalui deklarasiUndip Zero Waste Campus”, yang menjadikan Undip sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia yang berani berkomitmen penuh terhadap pengelolaan sampah tanpa kontribusi ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang. 

“Seratus persen sampah Undip dikelola sendiri. Jadi mulai saat itu Undip tidak lagi berkontribusi pada sampah di TPA, yang ada di Kota Semarang, Jatibarang,” ujarnya.

Dalam implementasinya, Undip telah mengembangkan sistem circular economy, di mana seluruh sampah kampus diolah menjadi sumber daya baru. Sampah plastik dikonversi menjadi bahan bakar gasoline dengan kadar oktan tinggi, limbah organik diubah menjadi kompos, dan sisa makanan dijadikan pakan maggot yang kemudian dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein bagi budidaya ikan dan unggas. Upaya tersebut menjadi bukti nyata kontribusi Undip terhadap pengembangan energi hijau dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan di ranah pendidikan tinggi.

Selain agenda lingkungan, rangkaian Dies Natalis juga diwarnai dengan Expo 30 Inovasi Terbaik Undip Tahun 2025 yang menampilkan berbagai karya riset unggulan seperti mesin desalinasi, teknologi D’Ozone, reaktivasi sumur tua hasil kerja sama dengan Pertamina, serta inovasi mobil listrik dari Sekolah Vokasi (SV). Serangkaian kegiatan tersebut menggambarkan semangat Undip dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan kebermanfaatan sosial dan ekonomi.

Rektor Undip juga menyebutkan sejumlah prestasi yang diraih civitas academica dalam waktu berdekatan dengan perayaan Dies Natalis. Undip berhasil meraih juara pada ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tingkat Nasional 2025 untuk program sarjana dan diploma, serta menorehkan kemenangan di Kompetisi Mobil Hemat Energi di Universitas Negeri Jember. Berbagai capaian tersebut menegaskan posisi Undip sebagai universitas riset yang kompetitif sekaligus berkarakter.

Sementara itu, Wakil Dekan II Fakultas Hukum Undip Periode 2024-2029, Solechan, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda resmi universitas yang dilaksanakan oleh seluruh fakultas. Ia menuturkan bahwa seluruh aspek teknis, termasuk jalur dan ketentuan peserta, telah disusun oleh panitia universitas dengan prinsip kebersamaan dan partisipasi aktif dari seluruh unsur kampus.

Solechan menilai bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang olahraga ringan, melainkan sarana memperkuat silaturahmi dan memperluas komunikasi lintas fakultas. Melalui pertemuan informal seperti ini, muncul berbagai ide kolaboratif yang berpotensi berkembang menjadi kerja sama akademik maupun kegiatan kelembagaan. Ia juga menyampaikan, meski tahun ini peserta dibatasi untuk kalangan internal Undip, suasana acara tetap berlangsung meriah dan tertib. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kegiatan sederhana seperti jalan sehat masih memiliki makna besar dalam membangun semangat kekeluargaan dan kebanggaan terhadap institusi.

 

Reporter: Salwa Hunafa, Salsa Puspita

Penulis: Salsa Puspita

Editor: Nurjannah, Nuzulul Magfiroh 

Scroll to Top