Hari Film Nasional: Menengok Kembali Perkembangan Bioskop di Indonesia

Bioskop Talbot, bioskop pertama di Indonesia. (Sumber: merdeka.com)

Peristiwa – Peran bioskop tidak luput dalam perkembangan perfilman di Indonesia. Bioskop selalu menyuguhkan film-film terbaru yang terus update seiring berjalannya waktu. Berbagai genre film dapat dinikmati oleh penikmat film. Hanya dengan memesan tiket, seseorang bisa dengan mudah menikmati film pilihan mereka. Perkembangan zaman semakin memudahkan orang untuk memesan tiket bioskop, tiket bisa didapatkan dengan mudah melalui pemesanan secara online.

Menilik sejarahnya, bioskop pertama di Indonesia didirikan pada Desember 1900 di Jalan Tanah Abang I, Jakarta Pusat. Bioskop tersebut dikenal dengan nama Talbot yang merupakan panggilan dari nama pemilik nya. Talbot didirikan di sebuah rumah berkonsep bedeng dengan dinding anyaman bambu dan atap seng. Ketika film telah selesai ditayangkan, dengan mencopot susunan dari bangunan Talbot, Talbot akan dibawa berkeliling kota oleh pemilik nya.

Di tahun 1903, bioskop lain juga didirikan secara semi permanen oleh seorang pengusaha bernama Schwarz terletak di Kebon Jahe, Tanah Abang, Jakarta. Namun, terjadi kesalahan operasional bioskop tersebut dilanda kebakaran hingga tidak dapat diselamatkan. Akhirnya Schwarz mendirikan bioskop secara permanen di sebuah bangunan gedung di daerah Pasar Baru. Harga tiket yang sangat mahal membuat bioskop ini tidak bisa dijangkau seluruh kalangan, yaitu dua setengah gulden atau setara dengan 10 kilogram beras. Saat itu, rata-rata hanya anak bangsawan dan kalangan dari Belanda yang mampu untuk menonton film bisu, berlatar musik orkestra di bioskop tersebut.

Untuk memenuhi hasrat di kalangan masyarakat menengah ke bawah, seorang pengusaha bernama Jules Francois de Calonne membuat bioskop dengan konsep tontonan di ruang terbuka. Sebelumnya, ia memang merupakan sosok yang sudah masyhur di kalangan menengah ke bawah. Kelak konsep tontonan di ruang terbuka akan menjadi tren yang merupakan cikal bakal “Layar Tancep” atau “Misbar” alias gerimis bubar.

Selebaran film Loetoeng Kasaroeng 1926. (Sumber: Wikipedia)

Pada 31 Desember 1926 sampai 6 Januari 1927, film lokal pertama yang menjadi tonggak industri sinema di Indonesia diputar di Bioskop Majestic, Jalan Braga, Bandung. Film itu berjudul “Loetoeng Kasaroeng” yang disutradai oleh dua sutradara asal belanda bernama G Kruger dan L Heuveldrop. Bioskop Majestic didirikan pada pada awal dekade tahun 1920-an dan selesai tahun 1925 oleh arsitek bernama Prof. Ir. Wolf Schoemaker. Bioskop ini dibangun sebagai bagian dari kawasan Jalan Braga, yang merupakan kawasan belanja bergengsi bagi orang-orang belanda.

Di Bioskop Majestic, tempat duduk penonton terbagi dua, antara penonton laki-laki dan perempuan, deret kanan dan kiri. Pemutaran film di bioskop Majestic didahului oleh promosi yang menggunakan kereta kuda sewaan. Kereta itu berkeliling kota membawa dan membagikan selebaran film. Sebelum film di putar, di pelataran bioskop Majestic, sebuah orkes musik mini akan memainkan lagu-lagu gembira untuk menarik perhatian. Menjelang diputarnya film, orkes mini ini akan dipindah ke dalam bioskop agar berfungsi sebagai musik latar dari film yang diputar.

Bioskop Capitol di Pintu Air (Sumber : liputan6.com)

Pada Periode 1940-an bioskop-bioskop lain seperti, Elite di Pintu Air, Rex di Kramat Bunder, Cinema di Krekot, Astoria, Centraal di Jatinegara, Rialto di Senen dan Tanah Abang, Surya di Tanah Abang, Thalia di Hayam Wuruk, Olimo, Capitol di Pintu Air, Orion di Glodok, Al Hambra di Sawah Besar, Oost Java di Jalan Veteran, Rembrant di Pintu Air, Widjaja di Jalan Tongkol/Pasar Ikan, Rivoli di Kramat, Chatay di Jalan gunung sahari dan bioskop-bioskop lainnya mulai bermunculan dan ramai dikunjungi penonton. Beberapa film yang populer di masyarakat waktu itu adalah Fantomas, Zigomar, Tom Mix, Edi Pollo, Charlie Caplin, Max Linder, dan Arsene Lupin.

Bioskop Metropole di tahun 2010. (Sumber: Wikipedia)

Pada tahun 1951 diresmikan bioskop Metropole di Jakarta berkapasitas 1.700 tempat duduk, berteknologi ventilasi peniup dan penyedot, bertingkat tiga dengan ruang dansa dan kolam renang di lantai paling atas. Pada tahun 1955 bioskop Indra di Yogyakarta mulai mengembangkan kompleks bioskopnya dengan toko dan restoran.

Sejak tahun 1987 bioskop dengan konsep lebih dari satu layar dalam gedung bioskop atau bisa disebut sinepleks semakin marak. Bioskop dengan konsep ini biasanya berada di daerah pertokoan, pusat perbelanjaan, atau mal yang menjadi tempat nongkrong anak-anak muda dan pusat konsumsi masyarakat perkotaan. Pada tahun 1990 bioskop di Indonesia mencapai puncak kejayaan dengan 3.048 layar. Sebelumnya di tahun 1987, di seluruh Indonesia terdapat 2.306 layar.

Pada periode 2000-an, jaringan bioskop mulai marak di Indonesia. Terdapat dua pengelola bioskop yang terkenal, yaitu 21 Cineplex dengan bioskop 21, XXI, dan The Premiere serta jaringan Blitzmegaplex. Bioskop-bioskop ini tersebar di seluruh pusat perbelanjaan di Indonesia, terkadang dalam satu pusat perbelanjaan terdapat lebih dari satu bioskop. Film yang ditayangkan adalah film dari dalam maupun luar negeri, meskipun pada awal tahun 2000 hingga sekitar tahun 2005, tidak banyak perfilman nasional yang berhasil masuk jaringan bioskop. Film-film nasional baru masuk kedalam bioskop Indonesia sejak tahun 2006 hingga sekarang.

 

Referensi

Gischa, Serafica. 2020 Loetoeng Kasaroeng : Film Pertama Buatan Indonesia. Tersedia di: https://www.kompas.com/skola/read/2020/07/31/120000069/loetoeng-kasaroeng–film-pertama-buatan-indonesia

Handayani, Dwi Yuli. 2018. Bioskop dan Film Bioskop Pertama di Indonesia. Tersedia di: https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2018/Bioskop-dan-Film-Bioskop-Pertama-di-Indonesia/.

Henry. 2020. Cerita Akhir Pekan: Sejarah Bioskop di Indonesia, Sudah 120 Tahun. Tersedia di: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4147817/cerita-akhir-pekan-sejarah-bioskop-di-indonesia-sudah-120-tahun.

Kautsar, Nurul Diva. 2020. Mengenal Talbot, Bioskop Pertama di Indonesia yang Pernah Berkeliling Kampung. Tersedia di: https://www.merdeka.com/jabar/mengenal-talbot-bioskop-pertama-di-indonesia-yang-pernah-berkeliling-kampung.html.

Tom. 2017. Melihat Bioskop Pertama yang Didirikan di Indonesia. Tersedia di: https://jadiberita.com/106511/melihat-bioskop-pertama-yang-didirikan-di-indonesia.html.

 

Penulis: Aditya Putra G, mahasiswa FISIP 2018

Editor: Aslamatur Rizqiyah, Dyah Satiti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *