Gelar Karya Mahasiswa KKN Undip: Pemberdayaan dan Peran Masyarakat dalam Upaya Memperbaiki Lingkungan

Gelar Karya KKN Undip Tim I Tahun Akademik 2023/2024, Senin (19/2) (Sumber: Unggahan Akun Instagram @undip.official)

 

Warta Utama – Gelar Karya Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Tim I Tahun Akademik 2023/2024 dilaksanakan di halaman Gedung Prof. Soedarto S.H., Undip pada Senin, (19/2). 

 

Pameran yang diikuti oleh 5268 mahasiswa KKN ini mengangkat tema “Diponegoro Muda Menuju Indonesia Emas melalui Pemberdayaan Masyarakat”, dengan menampilkan sejumlah produk inovatif yang dihasilkan dari potensi sumber daya lokal di lokasi KKN masing-masing.

 

Acara tersebut dihadiri oleh Rektor Undip, Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum., yang juga mengunjungi stan-stan yang dipamerkan oleh mahasiswa KKN. 

 

Prof. Dr. Yos Johan Utama saat mengunjungi stan pameran mahasiswa KKN

 

Prof. Yos menyampaikan kebanggaannya atas kemampuan mahasiswa dalam memanfaatkan potensi masyarakat desa di setiap wilayah mereka bertugas.

 

Peserta gelar karya, Dhafa Yoga Nurpratama, selaku koordinator Kecamatan Karanganyar, menjelaskan beberapa program unggulan yang dimiliki oleh tim KKN-nya.

 

Ia menjelaskan bahwa setiap kecamatan mengajukan 4 hingga 5 program unggulan yang akan ditampilkan di Gelar Karya KKN Tim 1 Undip. Alasan dan justifikasi setiap program KKN terpilih menjadi program unggulan adalah dengan melihat tujuan dari dilaksanakannya program tersebut.

 

“Program unggulan yang pertama adalah biopestisida dari kulit durian. Di Kecamatan Karanganyar, selain banyaknya produksi dan pohon durian, juga terdapat banyak sampah kulit durian yang ternyata dapat dimanfaatkan menjadi pestisida,” jelas Dhafa, Kamis (22/2).

 

Dhafa kemudian menjelaskan, parameter lainnya yang menjadikan program unggulan tersebut bermanfaat untuk masyarakat. 

 

“Contohnya mengapa mengambil biopestisida dari kulit durian, karena memang banyak masyarakat mengeluhkan limbah kulit durian yang banyak. Di sisi lain, memang mata pencaharian dominannya adalah petani yang membutuhkan pupuk dan pestisida,” tambahnya. 

 

Lebih lanjut, Dhafa menjelaskan program unggulan lainnya yang turut diikutsertakan dalam pameran tersebut.

 

Misalnya, pembuatan pupuk organik padat. Banyak petani yang menggunakan pupuk kimia karena lebih efisien daripada pupuk lainnya. Namun, kendalanya adalah harga yang cukup mahal. 

 

Program ini bermanfaat bagi ekonomi lokal dengan harga pupuk organik padat yang lebih terjangkau. Selain itu, pembuatan pupuk organik ini juga melibatkan masyarakat khususnya petani.

 

Selanjutnya, hidroponik rumahan. Minimnya lahan pertanian khususnya sayuran dan banyaknya peminat sayuran bebas pestisida, menjadikan hidroponik rumahan sebagai alternatif dan solusi bagi masyarakat sekitar. 

 

Hidroponik rumahan dapat memanfaatkan barang bekas dan lahan kecil sehingga dapat mengurangi biaya produksi. Hidroponik rumahan ini tanpa pestisida, serta proses produksinya melibatkan masyarakat.

 

 

Reporter: Laili Ulfa Nuraini

Penulis: Laili Ulfa Nuraini

Editor: Ayu Nisa’Usholihah, Hesti Dwi Arini

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top