Pidato Perwakilan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Semarang Usai Penampilan Tari Janger Abhinaya dalam Folklore Nusantara, Sabtu (14/9) (Sumber: Manunggal)
Semarangan – Folklore Nusantara merupakan salah satu acara dari serangkaian kegiatan Festival Kota Lama Semarang 2024 yang diselenggarakan di depan Gedung Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Kota Lama, Kota Semarang. Berlangsung selama 3 hari (12–14/9), Folklore Nusantara menampilkan beragam pertunjukan seni dari berbagai wilayah di Indonesia.
Pada malam penutupan Folklore Nusantara, Sabtu (14/9), Provinsi Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bali, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Utara berkesempatan untuk menampilkan tari dan atraksi unik daerah mereka masing-masing.
Penampilan-penampilan dilakukan oleh komunitas tari, organisasi masyarakat, hingga civitas academica. Para seniman yang berkecimpung dalam dunia tari sangat mengapresiasi pergelaran Folklore Nusantara yang diadakan Pemerintah Kota Semarang ini karena dapat semakin mempromosikan kesenian tradisional.
- Apriyani Hendraswati, salah satu anggota Komunitas Prajna Srikandi, DIY, menyebutkan bahwa kegiatan seni seperti Folklore Nusantara dapat membantu regenerasi kesenian tradisional. Komunitasnya berharap agar perempuan pelaku tari tradisional dapat menurun ke remaja-remaja putri. Terlebih, saat ini orientasi anak muda cenderung mengarah pada Korean Pop (K-Pop).
“Kebetulan komunitas kami itu adalah ibu-ibu. Jadi, penginnya (tari tradisional, red) itu bisa diregenerasi ke remaja putri, kepada wanita karena sekarang anak-anak itu lebih suka ke K-Pop,” harap Apriyani.
Pelaku tari juga berasal dari civitas academica. Keisha, mahasiswi Universitas Negeri Semarang (Unnes), merasa senang dengan pagelaran seni di Kota Lama. Menurutnya, ini adalah kesempatan untuk menampilkan sekaligus memperkenalkan kebudayaan Indonesia karena para penonton berasal dari kalangan umur dan latar belakang yang bervariasi.
“Di sini juga banyak mengundang wisatawan, baik orang Semarang maupun wisatawan dari luar. Bukan hanya orang-orang yang sudah berumur, tapi juga anak-anak muda jadi tertarik lihat budaya yang ada di Indonesia,” terang Keisha.
Meskipun digelar pada malam hari, Folklor Nusantara tetap ramai didatangi para pengunjung. Mereka berasal dari berbagai elemen masyarakat, seperti pejabat daerah, warga sipil, dan civitas academica.
Mahasiswi Program Studi (Prodi) Bahasa Asing Terapan, Sekolah Vokasi (SV), Universitas Diponegoro (Undip), Safhira Agustin Putri Maharani, adalah salah satunya. Selain menambah wawasan, ia mengaku antusias menyaksikan seluruh penampilan tari dan atraksi dari seluruh Indonesia. Penampilan Tari Hinting Handan dari Kalimantan Tengah menjadi favoritnya selama pergelaran.
“Mereka (para penari Dayak, red) itu energik dan momen sakralnya tuh dapet, chemistry-nya dapet banget. Mereka tampil dengan wah gitu, ” ungkap Safhira.
Tidak hanya masyarakat sekitar, terdapat pula beberapa pengunjung asal luar negeri yang menyaksikan pergelaran Folklore Nusantara. Tosia, mahasiswi internasional Unnes asal Polandia merasa kagum dengan penampilan tari dan atraksi asal Indonesia. Ia mengaku terkesan karena perbedaan budaya terasa sangat signifikan.
“It was really nice because compared to Polish’s dances, they are really different. So, it was like react something new and very interesting (Tadi sangat bagus karena jika dibandingkan dengan tarian Polandia, mereka sangat berbeda. Jadi, seperti menyaksikan sesuatu yang baru dan sangat menarik, red),” ucap Tosia.
Festival Kota Lama 2024 telah digelar sejak Kamis (5/9) hingga Minggu (15/9) di kawasan Kota Lama. Selain Folklore Nusantara, terdapat berbagai acara lain yang tidak kalah meriah, seperti Kuliner Nostalgia Pasar Sentiling, Pikat Wastra Funky Kebaya, Festival Bunga & Nyiur Nusantara, dan sebagainya.
Reporter: Hildha Muhammad Tahir, Rizki Fahrizal Aziz, Wiranti Amelia Asih
Penulis: Hildha Muhammad Tahir
Editor: Ayu Nisa’Usholihah


