Euforia Perayaan Iduladha di Maskam Undip: Kukuhkan Kebersamaan dan Syiar Islam

Pelaksanaan Salat Id di Maskam Undip pada Senin, (17/6) (Sumber: Dok. Pribadi)

 

Peristiwa – Pada Senin, (17/6), Masjid Kampus (Maskam) Universitas Diponegoro (Undip) dipenuhi oleh masyarakat setempat dalam suasana perayaan Iduladha yang penuh makna. Serangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai pihak dengan dikoordinasi oleh remaja masjid Al-Fatih dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Insani, membuat perayaan ini tidak hanya meriah, tetapi juga sarat akan nilai-nilai kebersamaan dan ketaatan.

Kegiatan dimulai sejak malam takbiran, di mana gema takbir berkumandang dari Maskam. Mahasiswa Undip yang tergabung dalam Al Fatih dan UKM Insani memulai takbiran setelah salat Magrib hingga pukul 10 malam, kemudian dilanjutkan selepas salat subuh hingga menjelang salat Id. Suasana malam takbiran dipenuhi dengan lantunan takbir yang menggema, menciptakan nuansa kebersamaan yang mendalam di kalangan jemaah.

Salat Id diimami oleh Ustaz Yasirmuna Al Hafidz dan khotbah disampaikan oleh Prof. Dr. rer. nat. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T. Antusiasme jemaah nyatanya sangat tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya jemaah yang memadati area Maskam, bahkan hingga meluber ke jalanan sekitar. 

“Saf paling belakang banyak yang salat pakai sajadah, termasuk saya sendiri,” ungkap Helfrida Sogara, mahasiswa Fakultas Hukum Undip 2022. 

Hal ini menunjukkan betapa pentingnya perayaan Iduladha untuk komunitas kampus, terutama bagi mahasiswa yang jauh dari kampung halaman.

“Sebagai mahasiswa Undip, saya ingin merasakan euforia hari raya ini bersama mahasiswa perantauan lainnya. Saya tahu banyak mahasiswa Undip yang menunaikan salat di Maskam,” ucap Nuril Aini, mahasiswa Program Studi (Prodi) Sastra Indonesia Undip 2023.

Dalam khotbahnya, Prof. Heru menyampaikan pesan yang mendalam tentang keteladanan dan ketakwaan melalui kisah Nabi Ibrahim a.s. dan putranya, Nabi Ismail a.s. Ceramah ini memberikan inspirasi dan pengingat kepada jemaah tentang nilai-nilai pengorbanan dan ketaatan dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah salat Id, tidak ada kegiatan lain. Hal ini dikarenakan penyembelihan kurban dilaksanakan pada Rabu, (19/6). 

“Tahun ini ada 10 sapi, 9 kambing, dan 15 domba,” terang Luthfi Gunawan, selaku takmir Maskam Undip. 

Proses penyembelihan, pemotongan, hingga pembagian daging kurban dilakukan langsung di Maskam dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk mahasiswa, ibu-ibu Dharma Wanita, dan warga sekitar.

Pengumpulan hewan kurban dilakukan melalui berbagai saluran, termasuk surat edaran kepada pimpinan fakultas dan universitas, media sosial, papan baliho, serta kerja sama dengan instansi luar seperti Bank Syariah Indonesia (BSI), Rumah Amal, dan Masjid Salman Institut Teknologi Bandung (ITB). Pembagian daging kurban ditujukan kepada karyawan outsourcing Undip dan masyarakat sekitar, dengan pendataan yang teliti untuk memastikan distribusi yang tepat sasaran.

Hewan kurban telah melalui seleksi ketat dari pihak Rumah Potong Hewan (RPH), dengan penyembelihan dilakukan oleh tenaga ahli. 

“Hewan kurban sebelum dan sesudah dipotong harus difoto terlebih dahulu sebagai sarana Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepada para shohibul kurban nantinya,” jelas Luthfi.

Proses ini juga bertujuan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan kurban.

Setelah penyembelihan, daging kurban dipindahkan ke seksi pencacahan yang diisi oleh mahasiswa, ibu-ibu Dharma Wanita, dan warga sekitar. Daging dipisahkan antara daging murni, jeroan, dan tulang, kemudian dikemas untuk kebutuhan para penerima.

“Kami berharap dengan adanya kurban ini dapat memperkuat syiar Islam kepada masyarakat sekitar, sekaligus menjadi wadah beramal bagi para shohibul kurban,” ungkap Muhammad Alizzah, ketua Al Fatih. 

Perayaan Iduladha di Maskam Undip tahun ini tidak hanya menjadi momen religius, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan kampus. Dengan berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh elemen kampus, perayaan ini menciptakan kenangan yang bermakna dan mengukuhkan semangat gotong royong di kalangan civitas academica Undip.

 

Reporter: Nuzulul Magfiroh 

Penulis: Nuzulul Magfiroh

Editor: Ayu Nisa’Usholihah, Hesti Dwi Arini

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top