Kegiatan Program Olahraga Ceria di Rusunawa (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Peristiwa – Pandemi Covid-19 kembali dikabarkan mengalami lonjakan kasus masyarakat positif. Hal tersebut berdampak kepada beberapa instansi khususnya instansi perguruan tinggi yang sudah mulai menjalani perkuliahan.
Dalam menghadapi situasi terkini dari pandemi Covid-19 serta tahun ajaran yang sudah dimulai, Undip secara aktif turun tangan dalam menangani warganya yang terinfeksi Covid-19 melalui Pelayanan Isolasi Mandiri Undip yang bertempat di Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa).
Pelayanan Isolasi Mandiri Undip merupakan hasil koordinasi antara Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) dan Diponegoro Disaster Assistance Response Team (D-DART) yang menyediakan beragam program layanan penanganan baik untuk dosen, tenaga pendidikan, dan mahasiswa Undip yang terkonfirmasi positif Covid-19. Beberapa kegiatan yang tercantum dalam flyer resmi layanan ini sebagai berikut:
- Layanan hotline konsultasi dan pemantauan kesehatan (oleh tenaga kesehatan);
- Layanan tempat isolasi mandiri khusus bagi dosen dan pegawai Undip (dengan persyaratan tertentu);
- Pemberian paket obat (dengan persyaratan tertentu);
- Paket sehat jiwa melalui Mindfulness Spiritual;
- Layanan olahraga ceria.
Pihak Undip mengosongkan dan mengubah Rusunawa tepatnya pada Gedung E yang berkapasitas 114 kamar menjadi beberapa shelter (tempat penampungan, red) isolasi mandiri. Selain kamar lengkap beserta kamar mandi, fasilitas lainnya yang didapatkan adalah makan sehat 3 kali sehari, air minum, susu, obat-obatan, dan peralatan kesehatan sesuai kebutuhan. Lebih lanjut, D-DART juga menyediakan layanan dokter pemantau, senam, dan meditasi untuk kebugaran rohani.
“Aku ditempatkan di kamar yang besar dan ada kamar mandinya. Kamarnya rapi dan bersih banget! Terus disediakan makanan yang sehat dan susu setiap hari. Selain itu, dapat alat buat ngecek saturasi oksigen dan thermometer buat dipantau terus sama dokter yang menangani. Obat juga rutin diberikan setelah konsultasi sama dokter,” cerita Mawar (nama samaran), mahasiswi Ilmu Komunikasi yang pernah mengikuti layanan isoman saat diwawancarai Awak Manunggal melalui pesan suara WhatsApp, Jumat (25/02).
“Setiap Selasa pagi kamar disamperin dan diajak ke lapangan buat senam. Program olahraga ceria itu sih isinya ya senam gitu sama meditasi buat nenangin pikiran juga,” tambah Mawar.
Dr. Ahmad Zulfa Juniarto MMR, Sp.And(K), Ph.D selaku Ketua D-DART menegaskan bahwa layanan isolasi mandiri ini dapat diakses seluruh warga Undip secara mudah dan tentunya gratis.
“Undip menyediakan fasilitas isolasi mandiri dan bahkan layanan konsultasi. Pengobatan itu secara gratis tanpa sedikit pun dipungut biaya dan ini kita peruntukkan untuk keluarga atau Civitas Akademika Undip,” ungkapnya dalam wawancara yang dilakukan Awak Manunggal via pesan suara WhatsApp, Selasa (01/03).
“Mereka yang terkonfirmasi positif bisa langsung menghubungi call center D-DART. Nanti call center melakukan verifikasi data dan memilihkan dokter penanggung jawab atau pemantau. Kemudian, dilihat apakah yang bersangkutan lebih memilih isolasi mandiri di shelter Undip atau tempatnya sendiri,” tutur dr. Ahmad.
Dr. Ahmad juga menerangkan bahwa terdapat dua jenis persyaratan yang harus dipatuhi oleh calon pengguna layanan isoman. Pertama, persyaratan administrasi yaitu calon pengguna harus bagian dari civitas akademika Universitas Diponegoro dan telah terkonfirmasi positif COVID-19 setelah tes antigen atau pun PCR. Kedua, persyaratan klinik yaitu pasien hanya terkena gejala ringan. Shelter isoman tidak dapat menerima pasien yang sudah terkena gejala berat yang harus ditangani langsung oleh rumah sakit.
Informasi mengenai layanan ini telah disebarluaskan menggunakan flyer yang dikirim melalui WhatsApp dan dipajang di situs SSO Undip. Selain itu, flyer layanan isolasi mandiri juga dapat dilihat di situs-situs beberapa fakultas dan akun Instagram resmi Badan Eksekutif Mahasiswa Undip.
Reporter: Fahrina Alya P, Zainab Azakiyyah
Penulis: Patia Atalian F
Editor: Rafika Immanuela, Christian Noven




