Ecobrick: Pemanfaatan Sampah Plastik di Desa Banyubiru

Pelatihan pembuatan ecobrick dari sampah plastic oleh Tim KKN Undip (Dok. Istimewa)

Sampah plastik seringkali menjadi problematika bagi lingkungan karena selain dapat menyebabkan banjir, sifat dari sampah plastik yang susah diuraikan memberikan problematika bagi kondisi tanah. Desa Banyubiru sendiri merupakan desa yang memiliki masalah dengan sampah plastik. Desa ini merupakan desa yang sering terkena banjir akibat luapan Rawa Pening. Selain itu,  sampah plastik yang dibuang secara sembarangan dapat memperparah kondisi banjir tersebut.

KKN Tim II Undip 2019 melaksanakan pelatihan pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick di Aula Kecamatan Banyubiru, Semarang, Rabu (03/08/2019). Kegiatan ini mengundang Ibu-Ibu PKK dan Karang Taruna di Desa Banyubiru yang terdiri dari 9 dusun, serta dihadiri oleh Dr. Ari Pradhanawati, M.S., Bogi Budi Jayanto, S.Pi., M.Si, Asri Nurdiana, S.T., M.T., selaku Dosen Pembimbing Lapangan Tim KKN Kecamatan Banyubiru.

Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya pemanfaatan sampah plastik yang sulit terurai, sehingga tersimpan di tanah dan wilayah laut untuk waktu yang lama. Keberadaan sampah plastik yang sulit terurai ini mengganggu kelangsungan hidup manusia dan ekosistem alam lainnya. Kemudian, pada kegiatan ini juga diadakan pelatihan pembuatan ecobrick dari sampah plastik tersebut. Sampah plastik yang akan digunakan dipotong terlebih dahulu menjadi bagian yang lebih kecil dan dimasukkan ke dalam botol plastik hingga padat. Sampah plastik ini dapat disusun sesuai dengan keinginan, seperti dibuat meja, kursi, dan lainnya. Kemudian dihias sehingga dapat dimanfaatkan dengan optimal.

Melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini, diharapkan masyarakat memahami dampak dari penggunaan sampah plastik yang berada di alam sehingga dapat mengurangi penggunaannya. Kemudian, diharapkan masyakarat dapat menyadari pentingnya pemanfaatan kembali sampah plastik menjadi barang dengan kegunaan lain dan secara mandiri dapat melakukan pemanfaatan sampah plastik tersebut. (Yosiananda Kurnia Perdana/FPP)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top