Suasana Nobar Piala AFC U-23 di Masjid Kampus Undip pada Semifinal Indonesia vs Uzbekistan, Senin (29/4). (Sumber: Manunggal)
Peristiwa – Setelah melalui serangkaian pertandingan yang penuh tantangan, tim nasional (timnas) Indonesia pada Piala Asian Football Confederation (AFC) U-23 berhasil menarik perhatian publik. Skuad Garuda Muda berhasil mengantongi tiket semifinal usai kemenangan gemilang melawan Korea Selatan pada babak delapan besar.
Momentum ini memicu antusiasme yang tak terbendung dari berbagai lapisan masyarakat Indonesia, termasuk di lingkungan Universitas Diponegoro (Undip). Sebagai bentuk dukungan, berbagai acara nonton bareng (nobar) pun menjadi tren di kalangan mahasiswa untuk menyemarakkan turnamen tersebut.
Pada babak semifinal, timnas Indonesia menghadapi pemain dari Uzbekistan. Dalam pertandingan semifinal tersebut, Masjid Kampus (Maskam) Undip Tembalang menggelar acara nobar pada Senin, (29/4).

Poster nobar Piala AFC U-23 semi final Indonesia v.s Uzbekistan (Sumber : Instagram)
Acara nobar yang digelar di Maskam Undip Tembalang ini merupakan inisiatif Al-Fatih, pemuda Maskam yang bekerja sama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Indah Persaudaraan Islam (Insani). Selain sebagai bentuk dukungan kepada timnas Indonesia, acara nobar ini bertujuan untuk memperkenalkan Maskam Undip kepada khalayak umum.
Seperti yang diungkapkan oleh Febea Farhan, mahasiswa Undip Program Studi (Prodi) Ilmu Gizi 2019 yang menjabat sebagai Ketua Al-Fatih Maskam Undip Tembalang. Ia mengaku bahwa acara nobar semifinal Indonesia vs Uzbekistan ini sebagai pemantik minat masyarakat sekitar untuk datang ke masjid.
“Mungkin gak semua orang mau datang ke masjid, tapi ini kayak jadi momentum buat pemantik. Ternyata dengan acara nobar ini antusiasmenya sangat tinggi. Jadi, kesempatan buat kami untuk mengenalkan, oh maskam itu seperti ini, “terang Farhan.
Tidak hanya Maskam, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip juga turut mengadakan acara serupa untuk mendukung timnas Indonesia pada semifinal Piala AFC U-23. Di Gedung Prof. Soedarto, Undip Tembalang, acara nobar semifinal Indonesia vs Uzbekistan digelar dengan arahan langsung dari rektor baru Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. Acara tersebut juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Undip, Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin.


Suasana nonton bareng di masjid kampus dan gedung prof. Soedarto (Sumber : dokumentasi pribadi)
Baik di Maskam maupun di Gedung Prof. Soedarto, acara nobar berlangsung dengan antusiasme yang tinggi dari masyarakat untuk menyaksikan pertandingan yang sangat dinanti-nantikan tersebut. Atmosfer di lingkungan Undip pun menjadi semakin membara, dengan sorakan dan yel-yel yang menggema di Maskam dan tribun Prof. Soedarto sepanjang pertandingan.
Pada babak pertama, timnas Indonesia berhasil bertahan dari serangan para pemain Uzbekistan. Setelah wasit memberikan tambahan waktu, pertandingan babak pertama pun selesai dengan skor imbang yaitu 0-0.
Pada babak kedua, acara nobar berlangsung dramatis. Awalnya, timnas Indonesia berhasil menggetarkan jantung para penonton ketika salah satu pemain bernama Ferrari mencetak gol. Namun, kegembiraan itu harus berlangsung singkat karena gol tersebut dianulir oleh wasit karena dinilai offside setelah pengecekan Video Assistant Referee (VAR).
Keputusan kontroversial tersebut mengecewakan para penonton yang berharap gol tersebut akan mengubah jalannya pertandingan. Tak lama setelah itu, gawang timnas Indonesia kebobolan dan Uzbekistan unggul dengan skor 1-0.
Nasib baik ternyata belum berpihak kepada Indonesia. Timnas Indonesia harus menerima kekalahan setelah Rizki Ridho mendapatkan kartu merah dan gol bunuh diri dari Pratama Arhan yang membuat Uzbekistan unggul dengan skor akhir 2-0.
Angga, mahasiswa Undip Prodi Ekonomi Islam 2023, mengungkapkan perasaannya saat menonton pertandingan tersebut di Maskam.
“Saya sedih timnas kalah, tapi kita nonton bareng sama jamaah maskam itu bener-bener seru. Ketika timnas sempet nyetak gol, bener-bener kegirangan. Oh gini, rasanya selebrasi bareng temen yang lain. Cuma lagi-lagi, keputusan wasit VAR bikin sakit hati, “jelas Angga.
Meskipun Indonesia mengalami kekalahan di semifinal, harapan masih menyala untuk timnas dalam pertandingan merebut juara ketiga Piala AFC U-23. Pada perebutan juara ketiga, giliran Irak yang menjadi tantangan skuad Garuda Muda dalam laga tersebut.
Pada perebutan juara ketiga, BEM Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Undip tidak ketinggalan menggelar acara nobar pada Kamis, (02/05). Acara nobar ini tak kalah ramai seperti sebelumnya, dengan dihadiri oleh berbagai kalangan mahasiswa yang antusias untuk menyaksikan pertandingan.
Mereka berharap timnas Indonesia berhasil memenangkan pertandingan tersebut dan mengamankan tiket untuk melaju ke Olimpiade Paris. Namun, perjuangan timnas Indonesia tak berjalan mulus. Pada babak pertama, pertandingan sengit terjadi antara timnas Indonesia melawan Irak dengan skor imbang 1-1. Meskipun berusaha keras, skor tetap bertahan hingga akhir babak kedua.
Wasit pun memutuskan untuk melanjutkan pertandingan dengan extra time selama 2×15 menit. Namun, pada 15 menit pertama, gawang timnas Indonesia berhasil ditembus sehingga Irak unggul menjadi 2-1. Meskipun timnas Indonesia berusaha keras mengejar ketertinggalan di 15 menit kedua, tetapi usaha mereka belum membuahkan hasil.
Dengan hasil akhir yang menunjukkan keunggulan Irak dengan skor 2-1, timnas Indonesia harus puas menempati posisi keempat pada Piala AFC U-23 2024. Meskipun demikian, prestasi ini tetap dianggap membanggakan bagi timnas Indonesia karena berhasil mencatat rekor baru dengan mencapai babak semifinal di Piala AFC U-23.
Seperti yang diungkapkan oleh Fariz Aditya, mahasiswa Prodi Sastra Indonesia 2023. Ia mengatakan bahwa timnas Indonesia sudah menorehkan prestasi gemilang pada Piala AFC U-23. Ia juga berharap timnas Indonesia dapat memenangkan pertandingan playoff agar dapat melaju ke Olimpiade Paris.
“Walaupun belum bisa memenangkan pertandingan, tetap bangga sama timnas Indonesia karena sudah sampai di babak ini. Tentunya ini prestasi yang membanggakan. Harapannya, semoga Indonesia dapat menang di playoff nanti dan melaju ke Olimpiade Paris,” ungkap Fariz.
Meskipun gagal mengamankan tiket Olimpiade Paris di perebutan juara ketiga, timnas Indonesia masih memiliki satu kesempatan lagi untuk mengantongi tiket tersebut. Pertandingan playoff antara Indonesia vs Guinea dijadwalkan pada Kamis, (9/5). Pertandingan ini akan menjadi penentuan apakah Indonesia dapat melaju ke Olimpiade Paris atau tidak. Masyarakat Indonesia tentunya memendam harapan besar agar timnas Indonesia mampu memenangkan pertandingan penentuan tersebut.
Reporter: M. Irham Maolana
Penulis: M. Irham Maolana
Editor: Ayu Nisa’Usholihah



