Dari Kegiatan Hybrid hingga Talkshow Perdana, PKKMB FK 2024 Sukses Digelar

Suasana Puncak ODM di Stadion Mini Fakultas Kedokteran (FK), Jumat (16/8) (Sumber: Manunggal) 

 

Warta Utama – Gemuruh meriah pentas seni mahasiswa baru (maba) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (Undip) Tahun Akademik 2024/2025 memenuhi Stadion Mini FK pada Jumat, (16/8). Acara ini merupakan puncak dari rangkaian proses kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FK.

 

Mengusung tema “Indonesia Negeriku” pada acara pentas seni kali ini, maba dari setiap program studi (prodi) di FK secara bergantian menampilkan karya spektakulernya di atas panggung. Tarian, nyanyian, puisi, hingga penampilan alat musik ikut menyemarakkan puncak kegiatan pengenalan kehidupan kampus tersebut.

 

Helmanisa Prima Dirgantari, maba Prodi Ilmu Keperawatan membawakan penampilan bersama teman satu prodinya yang lain. Dengan konsep penampilan bertema perjuangan, kolaborasi Tari Semarangan, diikuti penampilan teater dan puisi, hingga dipungkasi oleh nyanyian dengan judul “Wonderland Indonesia” sukses menarik antusias para penonton.

 

Helma pun mengaku puas terhadap keberjalanan acara. Ia menambahkan bahwa dukungan panitia juga sangat berperan selama proses latihan berlangsung.

 

“Untuk persiapan (pentas, red) kita sudah dari jauh hari bahkan setelah upacara PKKMB berlangsung. Kami biasanya latihan dari sore hingga malam, panitia juga sangat luar biasa. Bahkan sampai malam pun, kita latihan masih ditemani oleh kakak panitianya,” ujar Helma.

 

Talkshow menjadi sesi yang membedakan acara puncak PKKMB FK 2024 dari tahun sebelumnya. Dengan Dr. Ahmad Syaifudin, M.Kes, ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Kudus sebagai narasumbernya, talkshow bertema “Penggunaan Internet of Things (IoT) dalam Pengelolaan Kesehatan” ini berhasil memancing diskusi aktif para maba.

 

Ginaris Sedyo Pamulang, selaku Ketua Panitia PKKMB FK 2024 menyatakan bahwa adanya talkshow ini bertujuan untuk memberikan pencerdasan kepada maba mengenai tantangan-tantangan yang dihadapi tenaga kesehatan beserta proses penyelesaiannya.

 

“Maknanya itu (untuk, red) kita para generasi muda harus berpandangan bahwasannya tantangan ke depan itu tidak mudah dan kita sebenarnya bisa menghadapi tantangan yang kompleks dan semakin sulit ini,” ungkap Galang.

 

Sebelumnya, terdapat Pendidikan Karakter (Pendikar) yang digelar selama 3 hari. Pendikar merupakan kegiatan yang berfungsi untuk mewadahi kemampuan sosial dan keterampilan interaksi maba agar dapat mengikuti perkuliahan dengan baik. 

 

Di FK, Pendikar dilaksanakan di beberapa gedung yang berbeda sesuai dengan prodi masing-masing. Di Prodi Ilmu Keperawatan salah satunya. Memiliki konsep dan materi serupa dengan tahun-tahun sebelumnya, Pendikar Prodi Ilmu Keperawatan memfokuskan maba untuk membentuk kelompok. Terdapat 25 kelompok yang masing-masing didampingi oleh panitia atau fasilitator. 

 

Materi-materi mengenai edukasi moral, motivasi, dan refleksi diri dipaparkan dalam kegiatan Pendikar. Setelahnya, terdapat penugasan terkait yang dikerjakan secara berkelompok. Penugasan yang dimaksud di antaranya berupa membuat video edukasi berkendara, belajar kepemimpinan, hingga studi kasus. 

 

Fatimah Azzahra, maba prodi Farmasi memberi pendapatnya setelah mengikuti kegiatan Pendikar. Menurutnya, edukasi mengenai kepemimpinan dan branding diri dalam Pendikar sangat berguna untuk mengikuti kegiatan perkuliahan selanjutnya. Pembicara dan panitia pun mendampingi kegiatan dengan ramah. Maba asal Kelurahan Meteseh, Kota Semarang itu pun mengaku sangat tertarik dengan materi mahasiswa berprestasi. 

 

“Tentang mahasiswa berprestasi. Kayak kok mereka bisa sampai situ. Bagaimana (caranya, red). Pokoknya tentang perjalanan kakak tingkat yang udah (lalu, red),” pungkas Fatimah. 

 

Sebelumnya, pembukaan PKKMB dilaksanakan selama 2 hari. Di hari pertama PKKMB, para maba menyimak materi yang dipaparkan masing-masing prodi. Hari kedua dilanjutkan dengan berkeliling melihat fasilitas dari prodi masing-masing. Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok dan mengikuti fasilitator, yang akan menjelaskan fungsi dari setiap ruangan yang akan digunakan mahasiswa selama perkuliahan.

 

Di Prodi Kedokteran Umum (KU), para maba tampak antusias ketika melihat ruang kelas serta laboratorium yang akan mereka gunakan selama proses belajar di kampus. Para maba juga bertanya tentang kehidupan kampus yang sudah dilalui fasilitator masing-masing. 

 

Hari pertama PKKMB dilaksanakan di Ruang Serba Guna (RSG) Gedung A lantai 3, FK Undip. Tidak hanya di RSG, maba FK Undip juga menempati ruangan di masing-masing prodi. Uniknya, kegiatan PKKMB hari pertama ini diadakan secara hybrid

 

Pembawa acara dan pemateri menyampaikan materi kepada maba di RSG Gedung A lantai 3, di mana tempat ini merupakan tempat dilaksanakannya PKKMB bagi sebagian maba prodi KU. Sementara itu, sisanya berada di ruang teatrikal dan empat prodi lainnya, yaitu Kedokteran Gigi (KG), Ilmu Keperawatan, Gizi, serta Farmasi berada di gedung prodi masing-masing untuk menyimak pemaparan materi melalui zoom meeting

 

“Hari kedua di prodi masing-masing, itu ada pembicara sendiri. Khusus untuk prodi KU, PKKMB hari kedua tetap dilaksanakan secara hybrid di gedung RSG dan ruang teatrikal,” jelas Galang. 

 

Meskipun digelar secara hybrid, acara PKKMB tetap mendapatkan antusias dari seluruh maba. Para mahasiswa yang menyimak pemaparan materi secara online turut aktif bertanya. 

 

Reporter: Vinta Syaputri, Indira Putri Dewi Prisanti, Hildha Muhammad Tahir. 

Penulis: Vinta Syaputri, Indira Putri Dewi Prisanti, Hildha Muhammad Tahir.

Editor: Hesti Dwi Arini, Ayu Nisa’Usholihah 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top