Club Motor, Bukan Berarti Geng Motor

1486591894156
(Dok. Istimewa)

Tak sembarang anggota

Saat ini total anggota CORS mencapai 1.150 anggota, namun hanya sekitar 400 anggota saja yang aktif dalam organisasi. Anggota CORS mayoritas berumur 25-35 tahun dan berasal dari kota Semarang, namun CORS sendiri tidak melarang jika ada peminat dari luar kota yang ingin bergabung dengan CORS. “Kalau ada anggota dari luar, kita tanyakan apakah sudah pernah ikut club atau belum? Kalau dia sudah pernah ikut club di kotanya, ya kita minta surat rekomendasi dari sana, jadi kita ngga kesalahan,” ungkap Anton.

Untuk bergabung dengan komunitas ini, syaratnya adalah mempunyai sepeda motor RX-King dan minimal sudah lulus SMA, mempunyai STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan), SIM (Surat Izin Mengemudi), dan KTP (Kartu Tanda Penduduk). “Tujuannya STNK itu agar motor itu komplit, ndak bodong, njagani kalau ada razia dari kepolisian,” imbuhnya. Prosedur pendaftarannya yaitu dengan mengisi formulir, membayar uang administrasi sebesar Rp15 ribu, dan mengikuti pelantikan. Pelantikan dilaksanakan setiap 6 bulan sekali. Atribut yang didapatkan setelah mengikuti pelantikan adalah hem dengan harga Rp350 ribu, jaket dengan harga Rp100 ribu, dan stiker sayap.

Di Semarang sendiri ada tiga club RX-King, namun mereka bukanlah bagian dari CORS. Club RX-King tertua di Semarang adalah CORS. Tujuan utama dari komunitas ini adalah untuk menyalurkan hobi para pecinta RX-King dan mempermudah informasi dalam mencari spare part.

Kegiatan rutin

CORS rutin berkumpul setiap Jumat pukul 23.00 WIB di depan Polda, dekat dengan Taman Makam Pahlawan. Biasanya mereka merayakan hari ulang tahun CORS dengan mengundang seluruh komunitas RX-King Indonesia. Di Jawa Tengah sendiri, komunitas RX-King hampir setiap bulan sering berkumpul. “Sekarang ini kota-kota kecil di Jawa Tengah sudah ada club semua, kalau misalkan kita keluar kota kemanapun ada trouble itu enak, tinggal ngebel (menghubungi, red) club terdekat saja pasti dibantu,” ujar Anton.

Kegiatan yang dilakukan CORS terbilang rapi dan terjadwal. Dalam 1 tahun, CORS telah memiliki jadwal kegiatan yang akan dilakukan. Untuk komunitas RX-King di Indonesia, hanya CORS yang telah memiliki kegiatan yang terjadwal seperti itu. Tahun lalu, mereka melakukan donor darah, menyantuni anak yatim di Panti Asuhan Tanah Putih, touring wisata, penanaman mangrove di Pantai Maron, penaburan bibit ikan di Banjir Kanal, penghijauan, pembagian takjil, sahur on the road, ziarah ke makam, dan wisata edukasi.

Tahun ini mereka mengadakan beberapa kegiatan diantaranya penaburan bibit ikan di waduk Jatibarang pada akhir Maret, bakti sosial bagi-bagi helm untuk anak kecil di awal April, dropping air bersih, dan agenda rutin Ramadhan serta perayaan kemerdekaan Indonesia.

Selama ini dana untuk melaksanakan kegiatan yang dilakukan oleh CORS diperoleh dari kas anggota. Setiap anggota dikenakan biaya kas Rp3 ribu setiap minggunya. Tidak ada support dari lembaga maupun pemerintah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top