
Citizen Journalism – Perubahan pola penyakit dari penyakit menular ke penyakit tidak menular menjadi salah satu tantangan kesehatan yang ada di Desa Wonosari, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan.
Hal ini sejalan dengan triple burden disease yang ada di Indonesia, yaitu pemberantasan penyakit infeksi, bertambahnya kasus penyakit tidak menular, dan kemunculan kembali jenis penyakit yang seharusnya telah berhasil diatasi.
Penyakit tidak menular disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat sehingga berkembang secara perlahan dalam jangka waktu panjang.
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan salah satu gerakan yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan untuk menciptakan budaya hidup sehat.
GERMAS terdiri dari tujuh langkah, yaitu melakukan aktivitas fisik, makan buah dan sayur, tidak merokok, tidak mengonsumsi minuman beralkohol, melakukan cek kesehatan secara berkala, menjaga kebersihan lingkungan, serta menggunakan jamban.
Melalui GERMAS, masyarakat diharapkan mampu menjalani hidup yang lebih sehat sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan dan produktivitas.
Dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN), Adellia Putri Utami mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro (Undip) mengajak warga melakukan salah satu bentuk GERMAS.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Dusun Serang Guling, Desa Wonosari, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan pada Selasa, (23/1).
Mengusung tajuk “Pembiasaan Aktivitas Fisik sebagai Bentuk Pelaksanaan GERMAS pada Kegiatan Posbindu”, kegiatan tersebut berhasil menarik antusiasme warga untuk mengikuti seluruh sesi aktivitas fisik yang diberikan.
Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi GERMAS yang bertujuan untuk mengajak masyarakat melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap harinya.
Pada kegiatan tersebut, mahasiswa KKN mengajak pengunjung posbindu untuk melakukan peregangan dan pemanasan. Selain melakukan pembiasaan aktivitas fisik, mahasiswa KKN juga melakukan edukasi kepada pengunjung posbindu terkait GERMAS.
Penulis: Adellia Putri Utami, Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat
Editor: Hesti Dwi Arini



