
Penyerahan Hasil Screening Demensia Kepada Bidan Desa Paluhombo, Selasa (23/7) (Sumber: Dok. Pribadi)
Citizen Journalism – Demensia merupakan suatu kondisi penurunan kemampuan berpikir dan ingatan seseorang yang umumnya terjadi pada orang lanjut usia (lansia), yaitu 65 tahun ke atas. Penyakit demensia ini ditandai dengan menurunnya daya ingat seseorang. Namun, pada dasarnya demensia bukanlah suatu penyakit yang spesifik, melainkan sekumpulan gejala yang mempengaruhi fungsi otak dalam mengingat, berpikir, berbicara, hingga berperilaku.
Sayangnya, pengetahuan masyarakat mengenai penyakit demensia masih sangat awam. Oleh karena itu, Isna Rosyidatul Badiah, mahasiswi Program Studi (Prodi) Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran (FK), Universitas Diponegoro (Undip) sebagai salah satu delegasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Undip 2023/2024, mengadakan program kerja (proker) monodisiplin yaitu “Screening dan Peningkatan Kesadaran Pencegahan Demensia Pada Lansia” di Desa Paluhombo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo pada Selasa, (23/7).
Di Desa Paluhombo, rasio jumlah lansia lebih besar jika dibandingkan dengan jumlah balita. Mayoritas lansia ini sudah tidak bekerja. Mereka menghabiskan waktunya untuk diam di rumah, jarang bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, dan seringkali merasa kesepian. Hal-hal tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya demensia.
Terdapat beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya demensia, salah satunya adalah kesepian. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Julia Karska dkk. (2023), kesepian dapat menyebabkan penipisan rangsangan sensorik dan kognitif yang mengakibatkan penurunan cadangan saraf. Hal ini didukung oleh penelitian Joel Salinas dkk. (2022), yang menyebutkan bahwa orang dewasa yang kesepian (dibandingkan yang tidak kesepian) memiliki risiko demensia 10 tahun lebih tinggi.
Menilik fenomena tersebut, Isna mengadakan proker Screening dan Peningkatan Kesadaran Pencegahan Demensia Pada Lansia di Desa Paluhombo. Kegiatan screening dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan pos pelayanan terpadu (posyandu) lansia di Desa Paluhombo. Pada kegiatan ini, Isna memilih menggunakan kuesioner Mini Mental State Exam (MMSE) sebagai indikator pengukuran status kognitif pada lansia di Desa Paluhombo.
Maria Cahayawati, Bidan Desa Paluhombo, mengatakan bahwa belum pernah dilakukan screening mengenai demensia pada lansia di Desa Paluhombo sebelumnya.
“Sebelumnya belum pernah ada screening demensia, paling di sini (Desa Paluhombo, red) baru ada screening Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti hipertensi saja,” ujar Maria.
Selain itu, Isna juga menggunakan media leaflet sebagai media edukasi terkait demensia.
“Respons lansia di sini alhamdulillah juga sangat bagus. Mereka sangat antusias dan tentunya ini sangat menguntungkan bagi lansia,” ujar Maria.
Maria sangat mendukung kegiatan screening ini. Sebagai rencana tindak lanjut dari kegiatan ini, ia menambahkan, “ke depannya setelah kemarin Isna melakukan screening demensia, insyaAllah akan dilakukan screening rutin setiap beberapa bulan sekali menggunakan form yang kemarin diserahkan kepada saya.”
Melalui kegiatan ini, Isna selaku mahasiswa KKN Undip berharap screening ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia mengenai penyakit demensia serta cara pencegahannya. Dengan adanya dukungan positif dari bidan desa, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan dan manfaat yang positif di kalangan masyarakat Desa Paluhombo.
Penulis: Isna Rosyidatul Badiah (Mahasiswa Prodi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran)
Editor: Ayu Nisa’Usholihah



