Intermezo

Sate Taichan; Sate Zaman Now

Saat ini, siapa sih yang belum pernah coba sate taichan? Sate yang banyak digandrungi oleh para remaja ini memiliki cita rasa pedas dan asam sehingga menyebabkan ketagihan setelah mencobanya. Sebenarnya sate taichan adalah sate ayam biasa yang dibakar pada umumnya, namun dalam penyajiannya tidak ditemukan kecap dan bumbu kacang, melainkan rasa sambal pedas asam yang […]

Sate Taichan; Sate Zaman Now Read More »

Memfiksikan Kitab Suci

Menukil cuitan @ivanlanin, “Kata itu netral, tafsir manusia membuatnya memihak.” Begitulah nasib kata ‘Fiksi’ hari ini. Alih-alih menyelamatkan kata ‘Fiksi’ dari peyoratif atau keruntuhan wibawa, argumen Rocky Gerung perihal “Kitab Suci adalah fiksi,” di politainment Selasa lalu akhirnya berbuntut pada kecemasan atman ‘tidak dapat dimengerti’. Puthut E.A pun sampai-sampai kemarin hari turut angkat pena di

Memfiksikan Kitab Suci Read More »

Kenyinyiran yang Puitis

“Masih cari-cari artikel atau analisis dari sudut pandang linguist atau kritikus sastra tentang puisi yang dibacain Sukmawati.” Begitu kicauan kawan-twit saya @gemardanic pagi tadi. Membacanya menggelitik saya untuk coba ikut mencari-cari sumber. Kebetulan atau tidak, sayangnya kebanyakan tulisan yang saya temukan melulu bicara ke arah teologis.  Termasuk tulisan kemarin hari dari historia.id yang menyoal ‘Sastra

Kenyinyiran yang Puitis Read More »

Perkembangan Film Nasional Tahun 50-65

ManunggalCybernews— Perfilman di Indonesia mulai muncul pada tahun 1950. Usmar Ismail sebagai pendiri perusahaan film pertama milik pribumi, yaitu Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini) berhasil memproduksi film perdananya yang berjudul Darah dan Doa (The Long March of Siliwangi). Film Darah dan Doa disematkan sebagai “Film Nasional Pertama” karena film tersebut mengangkat kisah perjuangan nasional yang

Perkembangan Film Nasional Tahun 50-65 Read More »

Pengibulan

Ngibul (ngibulin) sama artinya dengan membohongi. Publik ramai-ramai menanggapi, “Jangan mudah mengancam!”, “Mana datanya?”, “Debat terbuka saja!” kira-kira demikian kutipan pendek yang  bisa dilihat di kolom komentar beberapa postingan menyoal kritikan Pak Amin dan ancaman Pak Luhut. Sayangnya, tulisan ini tidak hendak menyambung lidah netizen. Sok menebak siapa yang sedang ngibul. Apa lagi bermaksud mengritisi

Pengibulan Read More »

Kresendo, Ubah Bahan Bekas Jadi Benda Bermelodi

Barang bekas kerap dianggap sampah bagi sebagian orang, namun hal tersebut tidak berlaku bagi grup Kresendo Kaliwungu. Di tangan kreatifnya, mereka mengubah barang bekas menjadi benda yang menghasilkan melodi. ManunggalCybernews— Kaliwungu terkenal dengan sebutan kota santri karena pada kecamatan tersebut terdapat  banyak pondok perantren dan situs-situs religi. Terlepas dari itu, terdapat hal yang unik di

Kresendo, Ubah Bahan Bekas Jadi Benda Bermelodi Read More »

Scroll to Top