Opini

Perihal Resolusi Tahun Baru

Ilustrasi (Sumber: pribadi) Tahun baru memang identik dengan membuka lembaran baru dan menutup lembaran lama. Eh, jangan menutup lembaran lama, tapi menyimpan lembaran lama. Lalu, pernahkah kalian melihat unggahan para warganet yang menyinggung soal resolusi? Saya yakin kalian pernah melihatnya, kecuali jika kalian tidak menggunakan media sosial. Terlintas dalam pikiran saya tentang seberapa pentingkah resolusi […]

Perihal Resolusi Tahun Baru Read More »

Quarter Life Crisis: Haruskah Khawatir dengan Masa Depan?

Sumber: Pinterest Pagi ini, saya tertegun setelah membaca artikel dari Kumparan —yang muncul di lini masa twitter. Dalam artikel tersebut dikatakan bahwa berdasarkan survei yang dilakukan oleh LinkedId, Quarter Life Crisis (QLC) rata-rata dirasakan oleh manusia pada umur 27 tahun. QLC hadir karena rasa khawatir dan cemas dengan kehidupan di masa depan. Kecemasan tersebut meliputi

Quarter Life Crisis: Haruskah Khawatir dengan Masa Depan? Read More »

Fenomena Wajib yang Ada Saat Pemira

sumber foto: globalnews.ca Memasuki petengahan hingga akhir semester ganjil, publik Undip selalu diwarnai dengan huru-hara Pemilihan Raya (Pemira). Layaknya perayaan tahunan, pesta yang satu ini selalu ramai sejak awal dimulai dan mungkin hingga akhir rangkaiannya nanti. Sayangnya konteks keramaian disini bukan karena adanya inovasi ataupun prestasi. Namun, lebih kepada drama dan kisruh yang selalu ada

Fenomena Wajib yang Ada Saat Pemira Read More »

Peran Media dalam Advokasi HAM

Sumber Ilustrasi: legaleraindonesia.com Hak Asasi Manusia (HAM) menjadi topik yang selalu hangat dan tidak pernah usang untuk dibicarakan, khususnya di negeri ini. Meskipun jika kita membicarakannya lebih dalam, negeri ini lebih banyak menorehkan catatan pelanggaran ketimbang prestasi. Tidak perlu melihat kasus 50 tahun yang lalu tentang pembantaian PKI dan semua elemen yang masih berstatus terduga

Peran Media dalam Advokasi HAM Read More »

Memfiksikan Kitab Suci

Menukil cuitan @ivanlanin, “Kata itu netral, tafsir manusia membuatnya memihak.” Begitulah nasib kata ‘Fiksi’ hari ini. Alih-alih menyelamatkan kata ‘Fiksi’ dari peyoratif atau keruntuhan wibawa, argumen Rocky Gerung perihal “Kitab Suci adalah fiksi,” di politainment Selasa lalu akhirnya berbuntut pada kecemasan atman ‘tidak dapat dimengerti’. Puthut E.A pun sampai-sampai kemarin hari turut angkat pena di

Memfiksikan Kitab Suci Read More »

Kenyinyiran yang Puitis

“Masih cari-cari artikel atau analisis dari sudut pandang linguist atau kritikus sastra tentang puisi yang dibacain Sukmawati.” Begitu kicauan kawan-twit saya @gemardanic pagi tadi. Membacanya menggelitik saya untuk coba ikut mencari-cari sumber. Kebetulan atau tidak, sayangnya kebanyakan tulisan yang saya temukan melulu bicara ke arah teologis.  Termasuk tulisan kemarin hari dari historia.id yang menyoal ‘Sastra

Kenyinyiran yang Puitis Read More »

Scroll to Top