Kampanye #WearConfidence oleh busana muslim Minimal (Sumber: womanindonesia.co.id)
Opini – Kecantikan adalah konsep yang subjektif dan terus berubah seiring waktu dan tempat. Standar kecantikan telah lama menjadi topik perbincangan hangat di berbagai media sosial, seperti Instagram, Tiktok, dan X. Di Indonesia, standar kecantikan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti budaya, media, dan tren global.
Definisi kecantikan seringkali tidak realistis dan berdampak negatif pada mental dan kepercayaan diri individu, terutama perempuan. Secara tidak langsung, standar kecantikan Indonesia terpaku pada badan yang kurus, tinggi, kulit putih, dan wajah glowing.
Namun, stereotipe terhadap perempuan yang melekat pada masyarakat Indonesia tersebut kini semakin terpendam dengan munculnya konten-konten dan tren positif di media sosial.
Hal tersebut didukung dengan adanya hasil Zulu Alpha Papa (ZAP) Beauty Index. ZAP Beauty Index adalah publikasi riset tahunan yang dikeluarkan oleh ZAP Clinic untuk mendapatkan gambaran mengenai tren kecantikan di Indonesia.
Menurut zapclinic.com, 98,9% wanita Indonesia tidak lagi mendefinisikan kulit putih sebagai standar kecantikan. Kecantikan tidak selalu tentang fisik karena bisa juga dilihat dari dalam diri atau biasa disebut inner beauty. Kecantikan tergantung bagaimana pandangan orang yang menilainya. Aspek-aspek kecantikan yang menjadi penilaian seseorang adalah sebagai berikut:
- Kecantikan fisik
Fisik menjadi aspek yang pertama kali dilihat oleh mata. Dahulu, kulit putih dan body kurus dijadikan standar kecantikan karena dianggap lebih menarik serta memiliki status sosial yang tinggi. Hal ini juga dipengaruhi oleh sejarah kolonialisme dan internalisasi. Penjajah Eropa membawa standar kecantikan mereka dan menanamkan stigma bahwa kulit putih lebih unggul. Namun, beberapa tahun terakhir, masyarakat Indonesia mulai sadar akan keragaman warna kulit setiap orang, apalagi sawo matang adalah jenis kulit mayoritas masyarakat Indonesia.
Di media sosial, iklan-iklan televisi, bahkan model fashion show turut menunjukkan perlawanan terhadap stigma tersebut. Figur dan model yang mereka tampilkan memiliki beragam warna kulit, mulai dari kulit putih, kuning langsat, sawo matang, hingga cokelat. Konten-konten di media sosial juga mendukung untuk membanggakan kulit asli masyarakat Indonesia, yaitu sawo matang. Komentar-komentar yang dituturkan pun sangat suportif dan menggambarkan ‘woman support woman’.
- Kecantikan batin
Kecantikan batin adalah kecantikan dari dalam diri kita, baik itu hati, karakter, maupun kecerdasan. Kalimat “privilese perempuan cantik” mungkin bisa terpatahkan oleh privilese perempuan baik dan cerdas. Kebaikan yang kita sebarkan akan memberikan aura positif sehingga orang-orang yang melihat akan ikut terpesona, tidak hanya dari kecantikan fisik, tetapi juga kecantikan hati.
Di zaman sekarang, kita harus menjadi perempuan cerdas yang tidak mudah direndahkan dan dimanfaatkan. Juga menjadi perempuan mandiri yang tidak bergantung kepada siapa pun. Hal ini akan menjadi kekuatan bagi kita untuk menghadapi dunia yang penuh ketidakadilan.
- Daya Tarik
Kecantikan perempuan tidak selalu tentang fisik. Kepercayaan diri juga menjadi salah satu aspek yang penting. Tidak peduli bagaimana orang menilai kita, asalkan kita yakin dengan apa yang kita lakukan dan percaya pada diri sendiri, inner beauty akan muncul dan menarik perhatian orang-orang. Selain kepercayaan diri, penampilan juga penting, seperti cara berpakaian, menata rias wajah, dan lain sebagainya. Kombinasi penampilan dan kepercayaan diri yang kita bawa akan membantu mengekspresikan diri dan meningkatkan daya tarik.
Aspek-aspek di atas hanyalah sebagian dari kecantikan diri yang sebenarnya. Sesungguhnya, semua perempuan itu cantik dan menarik dengan karakternya masing-masing. Kecantikan fisik jangan sampai lepas dari kecantikan hati. Semua perempuan itu cantik tanpa harus mendengar penilaian orang lain. Bukan tentang menarik perhatian laki-laki, perempuan itu cantik untuk dirinya sendiri.
Penulis: Millati Azka
Editor: Nuzulul Magfiroh, Ayu Nisa’Usholihah
Referensi
ZAP Clinic. 2024. ZAP Beauty Index 2024. Diakses melalui https://zapclinic.com/files/ZAP_Beauty_Index_2024.pdf
Sukisman, J. M., & Utami, L. S. (2021). Perlawanan Stigma Warna Kulit terhadap Standar Kecantikan Perempuan Melalui Iklan. Diakses melalui (PDF) Perlawanan Stigma Warna Kulit terhadap Standar Kecantikan Perempuan Melalui Iklan (researchgate.net)